Salam Pramuka, Wow perbincangan Raimuna Nasional ini kayaknya seru banget ya... bukannya hangat lagi tapi cenderung ke arah Panas... Tapi gak papa justru biar keliatan bahwa bakal ada Raimuna, soalnya dari kemarin Milis gak ada yang ngomongin masalah Rainas seheboh ini, Terima kasih buat kaka IMPESSA yang sudah menghidupkan suasana dan mengingatkan kita kembali bahwa sebulan lagi bakal ada event Milyaran rupiah yang namanya RAIMUNA NASIONAL... Seperti saran kak Farly, (saya mencoba untuk menjadi Patriot yang sopan dan Ksatria) Perkenalkan nama saya PUTRI RIZKI DIAN LESTARI nah lengkap banget kan tuh... saya Pramuka UNJ. sebagai salah satu Pandega DKI Jakarta, saya turut tergelitik untuk turut berkomentar dalam diskusi ini, apalagi kayaknya dari tadi belum ada T/D yang berkomentar padahal saya tunggu komentar dari yang ditanya pertama sama kakak IMPESSA. sebagai T/D saya setuju bahwa kegiatan Raimuna adalah milik T/D dan ini adalah proses pembelajaran yang akan sangat berarti bagi kami, tapi yang perlu kak IMPESSA sadar adalah, kegiatan milyaran rupiah ini bukan semata untuk belajarnya para Dewan kerja nasional atau DKD DKI saja, sebelum kakak bertanya dengan nada yang (mohon maaf) agak memprovokatori, (terlebih di milis) apakah kakak sudah pernah melihat kenyataan dilapanagan seperti apa? bagaimana kinerja teman-teman sangker sampai saat ini? menurut saya kegiatan ini harus di selamatkan, karena ini milik T/D se-Indonesia, jangan sampai teman-teman papua yang sudah menghabiskan uang berjuta-juta harus menghadapi kekecewaan sesampainya di Jakarta. ketika T/D sampai akhirnya tidak bisa hanya sekedar dibimbing dan diarahkan, saya rasa, orang dewasa mempunyai tanggung jawab untuk mendorong lebih keras, atau bahkan, menggandeng atau menggendong bukan sekedar didorong. karena jika terlalu lama biarkan sekelompok orang belajar terlalu lama sebagian besar yang lain akan terlantar, padahal hak mereka sama besarnya. jadi kakak, ada baiknya kita memberi kewaspadaan tanpa harus menanamkan sifat negatif kepada teman-teman T/D. Kak Impessa sendiri sudah berbuat apa untuk Raimuna??? Dan untuk teman-teman dewan kerja serta sangga kerja, mari tahan ego bersama, banyak sabar dan legowo, singkirkan ambisi pribadi dan kelompok, banyak belajar dan jangan malu bertanya, dan harus BERSATU gak cuma di mulut atau tampak luar saja tapi hati dan langkah kita demi suksesnya raimuna nasional 2008. Ingat kakak-kakak, nasib 11000 T/D di Indonesia ada ditangan kita, adalah tanggung jawab kita untuk dapat memberikan Hak mereka. Mohon Maaf lahir dan bathin untuk segala kesalahan dalam tulisan saya diatas... saya sekedar suara hati Salam Raimuna, Salam Pramuka... -putri- ---- Original Message ---- From: Dedi Wibowo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 21, 2008 1:51:33 Subject: RE: [Pramuka] rainas
Kak Impeesa, Perbedaan antara G dan T/D memang salah satunya adalah pada pengelolaan kegiatan, dimana T/D memang harus mulai mengelola kegiatannya. T/D kira-kira dapat melakukan 75% pengelolaan mulai dari perencanaan, Mengorganisir, Melaksanakan/ memimpin dan monitoring. Sementara G walaupun sudah ada Dewan Penggalang namun biasanya kira-kira pengelolaan hanya 25% - 50% saja. Namun ingat T/D juga masih peserta didik, walaupun sudah dewasa dan beberapa di antaranya adalah Mahasiswa atau bahkan sudah sarjana, namun tetap peserta didik. Sebagai acuan organisasi, coba kakak lihat SK Kwarnas no 080/1988 tentang Pembinaan T/D, atau silakan baca buku BP tentang Rover/Rangers disana dijelaskan secara lengkap. Lihatlah secara positif bahwa keterlibatan orang dewasa untuk memastikan bahwa T/D sudah melakukan tugasnya dengan baik. Namun karena tanggung jawab tetap di peserta dewasa maka jika peserta dewasa melihat ada masalah maka langkah-langkahnya adalah menasehati/membimbi ng, mengarahkan dan tidak tertutup mengambil alih jika diperlukan. Dan itu boleh-boleh aja jika peserta dewasa menilai bahwa harus dilakukan itu untuk berbagai reason, misalnya keselamatan atau kritikal decision lainnya. Misalnya di kegiatan saya, Saka Dirgantara, peserta didik menginginkan kegiatan terjun payung. Maka saya akan mendukungnya dan mengarahkannya. Namun apabila ada factor yang membahayakan, misalnya ada peserta didik yang memaksa ikut karena gengsi padahal dia punya penyakit yang membahayakan, maka saya wajib untuk menyetopnya sebagai peserta dewasa. Kami para pembina mendukung Rainas yang diusulkan oleh adik-adik T/D. Kami membuktikannya dengan memberikan dukungan, bimbingan dan nasehat. Juga persetujuan Munas dan dukungan Kwartir adalah bukti lain dari itu. Namun ketika kami melihat adik-adik T/D mengalami kesulitan, kami juga tidak bisa membiarkannya karena tanggung jawab akhir ada di peserta dewasa. Maka langkah-langkah bimbingan sampai dengan ikut mengkoordinasikan kegiatan menjadi bagian dari sarana bimbingan pembina kepada T/D. Karenanya kalau Kakak memang mencintai Gerakan Pramuka, mari kita beri dukungan apa saja yang bisa kita berikan, Kakak sama seperti kami para Pembina yang khawatir dengan persiapan yang ada. Kekhawatiran saya beralasan karena saat ini sangat kritis, Hari H kurang 37 hari lagi, namun persiapan budget, sarana/prasarana dsb masih jauh dari yang seharusnya. Butuh effort lebih dari kita semua untuk mensukseskannya. Salam Pramuka Dedi Wibowo From: [EMAIL PROTECTED] .com [mailto:[EMAIL PROTECTED] .com] On Behalf Of impeesa matabele Sent: 21 Mei 2008 15:03 To: [EMAIL PROTECTED] .com Subject: Re: [Pramuka] rainas halo kak Dedi & kak Farli, salam kenal. nama saya impeesa, mungkin krn ortu sy pandu sekali & fans berat sm BP sampai sy diberika nama itu. utk kak Dedi, bukankah kegiatan TD itu dari kita utk kita oleh kita dibawah bimbingan orang dewasa. maka sy setuju jika orang deawasa sebatas memberikan nasehat & bimbingan, setahu saya yg namanye nasehat & bimbingan khan tdk mutlak, and than kl sdh ngatur secara teknis ini itu, pokoknya maunya mereka, gimana bisa dr kita untuk kita oleh kita? knp tidak dibuat saja panitia raimuna itu sama spt jambore, ada dr orang dewasa dan TD. setahu sy di kegiatan TD orang dewasa ditempatkan sbg panra sedangkan TD sbg panlak. gmn TD mau belajar kl ini itu diatur oleh orang dewasa. apalagi kl orang dewasa sampai membuat adu domba antar sangker wah repot sekali masa depan TD kita. On 5/21/08, Dedi Wibowo <[EMAIL PROTECTED] com.my <mailto:dedi% 40microlink. com.my> > wrote: > > Salam Pramuka, > > Saya bukan purna Dewan Kerja, namun saya adalah peserta dewasa (Pembina) > yang dalam kapasitas sebagai Pamong Saka Dirgantara mencoba untuk membantu > dan diminta membantu adik-adik di Dewan Kerja maupun di Sangker dalam > mempersiapkan kegiatan yang sering saya katakan sebagai "kepentingan > nasional". So karena selama ini kayaknya saya malah "nombok", mudah-mudahan > saya nggak punya kepentingan kantong pribadi seperti kata kakak di bawah J. > Insya Allah saya masih seperti saat saya masih T/D 20 tahun yang lalu. > > Membaca e-mail ini saya cukup surprise, senang maupun prihatin. Surprise > dan > senang karena ada yang kritis, namun prihatin karena email ini cenderung > bertanya dengan cara yang negative dan tidak memberikan solusi apapun. > > Ingat loh Kak Impeesa, walaupun T/D memiliki Dewan Kerja untuk mengelola > kegiatannya namun T/D tetap adalah peserta didik yang masih belajar, dan > karena masih peserta didik maka tanggung jawab kegiatan tetap pada peserta > dewasa. Dengan demikian Peserta dewasa boleh donk untuk memberikan nasehat > atau mem veto kegiatan apabila diperlukan. Karenanya salah kalau segala > keputusan menjadi tanggung jawab Sangker atau T/D. Juga salah kalau peserta > dewasa membiarkan adik-adik T/D memutuskan sendiri sesuatu yang sangat > besar > seperti ini. T/D boleh memutuskan sendiri dengan bimbingan dan saran dari > peserta dewasa. Jadi peserta dewasa wajib ikut dan tidak boleh sekedar > ikut-ikut seperti kata Kakak di bawah. > > Saya juga prihatin kalau ada yang sampai ada yang memiliki kepentingan > pribadi dalam hal ini. Namun percayalah diperlukan sinergi yang baik antara > peserta didik dan peserta dewasa untuk acara nasional ini. Kesuksesan dan > Kegagalan acara ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita semua. > > Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan sukses > > Salam Pramuka > > Dedi Wibowo > > From: [EMAIL PROTECTED] .com <mailto:pramuka% 40yahoogroups. com> <pramuka%40yahoogro ups.com> [mailto: > [EMAIL PROTECTED] .com <mailto:pramuka% 40yahoogroups. com> <pramuka%40yahoogro ups.com>] On Behalf Of > impeesa matabele > Sent: 21 Mei 2008 13:44 > To: [EMAIL PROTECTED] .com <mailto:pramuka% 40yahoogroups. com> <pramuka%40yahoogro ups.com>; > [EMAIL PROTECTED] com <mailto:padk% 40yahoogroups. com> <padk%40yahoogroups .com> > Subject: [Pramuka] rainas > > salam pramuka > halo kakak2 dkn, dkd, sangket, sudah sejauh mana kesiapan rainas? denger2 > kakak2 purna yg notabenenya pb annas campur tangan terlalu dalam sampai sdh > ngatur segala ya? > kakak2 sangker, sy sekedar mengingatkan bahwa kegiatan raimuna adalah > kegiatan penegak pandega bukan kegiatannya orang dewasa, kalo mereka mau > ikut2 mereka hanya sebatas memberikan saran & bimbingan, semua keputusan > ada > ditangan penegak pandega. bagus buruknya raimuna semua tergantung ditangan > sangker bukan ditangan mereka. > hati2 jangan sampai terulang kembali kejadian rainas di jogja, purna pura2 > mau bantu eh taunya mereka mengeruk keuntungan utk kepentingan kantong > pribadi masing2...sepertiny a sih sdh ada tanda2 ke arah sana...hati2. > > *Impeesa *- the Wolf that never sleeps > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Impeesa - the Wolf that never sleeps [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

