Salam Pramuka
Mari kita belajar berkomunikasi dengan baik DW From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Lies Sudianti Sent: 03 Juni 2008 9:52 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [PROFEC] COMMUNICATION SKILL: SELF TALK (ME ME YOU YOU) Dalam kehidupan kita sehari hari apapun posisi atau pekerjaan kita, berkomunikasi dengan orang lain sudah menjadi bagian penting dari keseharian kita, baik dengan atasan, bawahan, orang lain, bahkan orang yang tidak kenal sekalipun. Cara cara komunikasi pun bisa menggunakan berbagai cara baik secara verbal, tulisan, virtual (email), teleconference, dengan bahasa tubuh, setiap cara komunikasi ini tentunya menuntut ketrampilan yang berbeda namun pada intinya komunikasi yang dilakukan dalam tujuan untuk menyampaikan apa yang kita inginkan kepada pihak lain dan pihak lain tsb. bisa menangkap maksud dan tujuan kita dengan benar. Sepertinya sesuatu yang simpel namun pada kenyataannya seringkali terjadi miskomunikasi yang tidak sedikit malah berakibat fatal. Lho kenapa begitu bukankah kita dari kecil sudah terlatih bicara bahkan semenjak bayi pun kita sudah pandai mengekspresikan apa yang kita inginkan dengan tanda tanda yang umum dilakukan oleh para bayi kenapa justru semakin dewasa kita seringkali gagal berkomunikasi dengan sehat. Seringkali saat kita menyampaikan sesuatu kepada seseorang diterima dengan cara yang tidak kita harapkan oleh orang tsb. kita sendiri terkadang bingung dan nyaris putus asa karena merasa frustasi menerima tanggapan yang tidak kita harapkan bahkan tidak jarang miskomunikasi berlanjut dengan pemutusan hubungan sosial seperti putus hubungan percintaan, pekerjaan dan suami istri atau anak dengan orang tua. Sebenarnya apa yang terjadi? Padahal kita merasa saat menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan tsb sudah dengan kata kata yang sopan namun tanggapan orang tsb. jauh dari harapan. coba kita urai apa kira kira penyebabnya yang seringkali tidak kita sadari. Saat kita bicara dengan seseorang, sebenarnya bukan cuma ada satu komunikasi tapi 3 komunikasi, lho kok begitu? Anda tentunya pernah mendengar tentang Self Talk? Self Talk bukan berarti kita sedang bicara sendiri sehingga dilihat orang lain seperti orang tidak waras tapi Self Talk disini adalah pembicaraan yang terjadi dalam pikiran kita sebelum bereaksi dengan orang lain. Coba kita ingat ingat saat kita mau bicara dengan seseorang untuk menyampaikan sesuatu maka tanpa sadar di kepala kita terjadi pembicaraan yang muncul dengan sendirinya yang memberikan referensi tentang orang tsb. Nach inilah yang disebut self talk, kalau self talk itu positip bisa dipastikan pembicaraan akan berjalan lancar namun sebaliknya jika self talknya negatip maka yang terjadi adalah pembicaraan yang alot atau "jaka sembung naik ojek alias ... engga nyambuk jek" Coba kita berandai andai saat seorang atasan menyuruh bawahannya untuk mengerjakan sesuatu, hubungan mereka selama ini kurang harmonis, seperti apa pembicaraan antara mereka: Atasan: "Amir gimana tugas yang saya kasih kamu seminggu lalu udah jadi belum? Kamu selalu lama kalau saya suruh .... engga pernah beres" , kata kata tsb. diucapkan dengan nada yang keras (Sebelum atasan tsb. bicara self talk dia sudah bicara duluan yang kira kira seperti ini: Males nich ngomong sama Amir pasti dia engga kerjain tugasnya udah gitu bakal kasih alasan macem macem yang mengada ada) Amir: (Saat sang atasan datang dengan gaya yang arogan dan tanpa basa basi menegurnya yang saat itu sedang sibuk melayani tamu, self talk dia langsung bekerja: ...Hmmmm dia lagi nich si boss belagu pasti deh dia bakal ngomel ngomel kaya biasa, apa dia engga ngerti kalau kerjaanku sedang numpuk. Saat dia mendengar ucapan bossnya yang memang sudah dia ramalkan sebelumnya maka self talk dia langsung bicara: Tuh kan bener apa yang gue bilang, dasar boss arogan) Jawaban Amir tentunya terpengaruh oleh self talk dia yang sudah memberikan info sebelumnya tentang boss tsb. maka tanpa sadar Amir menjawab dengan ketus: Gimana saya mau kerjain pak, bapak kan tau sendiri selama ini saya bekerja sendirian, kedua anak buah saya sudah bapak pecat jadi tolong dong pak ada pengertian sedikit. Tentunya Amir tidak dengan sengaja ingin melawan bossnya tsb. namun self talk tadi tanpa sengaja membuatnya berreaksi seperti ini yang akhirnya membuat hubungannya dengan sang atasan semakin memburuk. Melihat kejadian di atas dapat disimpulkan self talk seseorang sangat mempengaruhi kualitas pembicaraan dia dengan orang lain oleh karena itu sangatlah penting untuk menjaga self talk kita saat berkomunikasi dengan orang lain. Saat self talk kita membicarakan hal negatip maka cobalah untuk merubahnya secara positip, redam perasaan jengkel yang mungkin tanpa sengaja timbul akibat self talk yang secara spontan meracuni perasaan kita. Pada saat saat lainnya usahakan untuk merubah self talk kita pada seseorang untuk membuang informasi yang tidak kondusif yang ada di pikiran kita. Cobalah berempati pada diri orang tsb dan memahami kenapa dia bersikap seperti itu dengan demikian maka vibrasi kita dengan orang tsb. akan menjadi harmonis tanpa disadari dan karena kita juga tidak bersikap konfrontatif maka orang tsb. lama kelamaan akan menjadi baik dengan sendirinya. Tidak percaya? boleh dicoba...... Kualitas komunikasi kita dengan orang lain tergantung dari Self Talk kita (ME ME) dan Self Talk orang tsb. (YOU YOU), meminta orang itu untuk ber Self Positif tidaklah mungkin namun dengan kita bisa memelihara Self Talk kita untuk selalu Positif maka lama kelamaan orang tsb. pasti melunak yang penting kita sabar dan tidak terpancing emosi. Selamat mencoba Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator 0170707770 [EMAIL PROTECTED] <mailto:lies.sudianti%40gmail.com> [Non-text portions of this message have been removed]

