salam
diana

Hiruk Pikuk Mengelola Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur

Sekitar 13 ribu pramuka Penegak dan Pandega berkumpul di Bumi Perkemahan 
Cibubur, Jakarta Timur, 27 Juni hingga 7 Juli ini. Mereka yang datang dari 
seluruh Indonesia sedang mengikuti kegiatan Raimuna Nasional. Lahan perkemahan 
seluas 33 hektare yang asri itu memang jadi pusat kegiatan ramaja, khususnya 
pramuka. Namun, keasrian kawasan bumi perkemahan yang terletak di perbatasan 
Jakarta-Bogor ini kemungkinan tak akan bertahan lama. Sebuah rencana sudah 
disiapkan untuk menjadikan sebagian lahan itu sebagai kawasan bisnis.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai pengelola bumi perkemahan itu 
berencana untuk menggandeng PT Tangkas Olahdaya untuk membangun, antara lain 
wisma, kantor, pertokoan, food court, dan multi purpose hall di kawasan itu. 
��Dalam multi purpose hall itu, ada balai sidang, tempat konferensi, dan ruang 
pameran,�� kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, kepada Republika.

Di lokasi itu nantinya akan dibangun tempat olahraga indoor, seperti untuk 
basket, voli, bulu tangkis, tenis meja, serta kolam renang. Lalu, imbuh Azrul, 
akan dibangun pula Pusat Ilmu Teknologi, termasuk di dalamnya mesin uap, radio, 
dan morse. Nantinya, akan ada juga area bermain ramah lingkungan.

Saat ini, menurut Azrul, PT Tangkas Olahdaya masih mengurus perizinannya kepada 
Gubernur. ��Sehingga, belum bisa diprediksi kapan akan dibangun,�� katanya. 
Menurutnya, pembangunan itu akan selesai dalam tempo satu tahun setelah 
perizinan itu selesai. Azrul mengatakan, yang akan dibangun pertama kali 
mungkin wisma. Pasalnya, wisma itu mendesak bagi anggota Pramuka yang sedang 
melakukan kegiatan di tempat itu. ��Karena, selama ini mereka ditampung di 
tenda, padahal jumlah tenda dan areanya terbatas.�� Jika rencana itu terwujud, 
kawasan Bumi Perkemahan Cibubur dipastikan akan semakin hiruk pikuk karena 
banyaknya aktivitas bisnis. Saat ini saja, Kwarnas sudah menyewakan sebagian 
lahan untuk pompa bensin dan restoran.

Ternyata, masalahnya tak cuma itu, belakangan Badan Pengawasan Keuangan dan 
Pembangunan (BPKP), setelah melakukan audit investigatif, menyimpulkan, Kwarnas 
telah melakukan penyimpangan terkait pengelolaan di Bumi Perkemahan Cibubur itu.

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Irsan Gunawan, mengatakan, 
penyimpangan itu terlihat pada sejumlah kasus. Pertama, Kwarnas telah menunjuk 
PT Prima Tangkas Olahdaya sebagai mitra kerja sama pengelola kawasan sentra 
usaha Bumi Perkemahan Cibubur tanpa melalui proses tender. Padahal, berdasarkan 
Keputusan Presiden No 42 Tahun 2002 Pasal 9 dan KMK No 470 tahun 1994, 
pemilihan mitra kerja sama itu harus dengan metode pelelangan.

Selain itu, kata Irsan, penyimpangan pun terjadi karena Kwarnas telah melakukan 
kerja sama tanpa adanya konsultasi dengan Ketua Majelis Pembimbing. ��Yaitu 
Presiden,�� ujarnya. Persyaratan ini, kata Irsan, telah tertulis dalam Anggaran 
Dasar Kwarnas. Ketika BPKP menyinggung masalah ini, menurut Irsan, Kwarnas 
berdalih telah berkonsultasi dengan Ketua Harian Majelis Pembimbing



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke