Salam Pramuka,

Si calon Penegak tadi tanya lagi.

" kak kalau kepanduan itu yang mencetuskan kan Agus Salim ya ? Kata
Pandu kan dari Agus Salim."

" Bukan. Pencipta pendidikan kepanduan adalah Baden Powell."

" Lho, kok ?"

Begini. 

Dalam memilih pengkaderan, organisasi perjuangan kemerdekaan/kelompok
pemuda/ kelompok lain sudah lama tertarik dengan gagasan Scouting atau
padvinder dan secara efektif memanfaatkannya.

Di Kongres Pemuda 2 tahun 1928 saja tadinya mau ada arak-arakan pandu.

Kemudian berdiri NIPV organisasi kepanduan Hindia Belanda yang ingin
menjadi wadah tunggal kepanduan di Hindia Belanda/Indonesia yang
bentuk awalnya adalah semacam federasi.

Organisasi-organisasi kepanduan diundang untuk bergabung, namun muncul
keberatan prinsip.

Janji di NIPV adalah menjalankan kewajiban pada Tuhan dan setia pada
Ratu (Belanda). Di kebanyakan organbisasi kepanduan nasional janji
pertama adalah penunaian kewajiban pada Tuhan dan TANAH AIR. Tentu
saja pernyataan setia pada ratu belanda sangat tidak selaras dengan
cita-cita perjuangan kemerdekaan.

Keengganan untuk bergabung ke NIPV ini kemudian menuai larangan
penggunaan kata Padvinder bagi organisasi kepanduan yang tidak
berafiliasi ke NIPV.

Untuk menengahi masalah ini, seorang pandu yaitu Agus salim lalu
mengusulkan penggunaan kata Pandu sebagai terjemahan kata Padvinder,
Belanda atau Scout.

Dengan demikian, kita perlu sadar bahwa kata PANDu punya nilai sakral
dalam sejarah perjuangan kita. Ingat bahwa salah satu butir trindak
lanjut dsri sumpah pemuda adalah di bidang Kepanduan.

Dan puncaknya adalah pemakaian kata Pandu dalam teks lagu kebangsaan
kita. " DI SANALAH AKU BERDIRI,JADI PANDU IBUKU."

Sampai hari ini, saya heran dan mempertanyakan bila kita masih enggan
menggunakan kata pandu dan kepanduan dalam terminologi sehari-hari.

Kita adalah pandu dan organisasi kita adalah organisasi Kepanduan yang
menyelenggarakan pendidikan kepanduan.

Salam.

Hendro Prakoso
Pandu Ibu Indonesia


Kirim email ke