dari milis tetangga...
--- In [EMAIL PROTECTED], pendaki lemot
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
HIMBAUAN UNTUK MUSIM PENDAKIAN AGUSTUS 2008
Tidak terasa waktu terus berjalan. Akhirnya bulan Agustus 2008
sudah kita lewati beberapa hari. Bulan ini adalah bulan yang spesial
untuk bangsa Indonesia karena hari kemerdekaan kita jatuh pada bulan
ini. Bulan ini juga spesial buat pendaki karena banyak yang memilih
mendaki pada bulan Agustus ini.
Meskipun tidak semua pendaki mendaki pada bulan Agustus ini,
apabila dilakukan survey, mungkin saja hasilnya menunjukkan
peningkatan jumlah yang signifikan pada bulan ini, terutama pada
saat perayaan hari kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal tujuh
belas. Tak heran, di beberapa gunung pada tanggal tersebut jumlah
pendaki membludak tak ubahnya sebuah pasar. Beberapa gunung yang
banyak dikunjungi pada musim pendakian 17 Agustus diantaranya adalah
Gunung Lawu, Gunung Ceremai, Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung
Merbabu, Gunung Sumbing, dan Gunung Rinjani. Gunung-gunung lainnya
sepertinya juga tidak kalah ramai pada tanggal tersebut.
Banyak pendaki yang memilih mendaki pada musim pendakian Agustus,
baik pendaki yang sudah memiliki jam terbang tinggi ataupun pendaki
musiman. Alasannya mungkin pada bulan ini cuaca lebih bersahabat
karena kemungkinan turun hujan dan badai sangat kecil. Alasan
lainnya adanya tanggal merah yang jatuh setiap tanggal 17, ingin
suasana yang ramai dan meriah di gunung (meskipun banyak pendaki
yang tidak menyukai suasana seperti), dan keinginan merayakan
upacara kemerdekaan di puncak gunung, serta tujuan lainnya.
Berbicara mengenai perayaan upacara kemerdekaan di puncak gunung
merupakan sebuah bahasan klasik. Sepuluh dua puluh tahun yang lalu
agenda ini menjadi agenda rutin kelompok-kelompok yang menyebut diri
sebagai pencinta alam. Mulai dari pencinta alam OSIS, karang taruna,
klub-klub kecil yang tersebar dimana-mamna, mapala-mapala kampus,
sampai organisasi besar berbondong-bondong membuat event pendakian
massal plus upacara kemerdekaan dengan menyedot banyak massa.
Hegemoni bercampur dengan semangat patriotisme dan nasionalisme
melebur menjadi satu, mampu menjadi magnet untuk mengumpulkan
beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang di puncak kerucut sebuah
gunung yang hanya menyisakan sedikit hamparan kecil untuk menampung
aspirasi mereka, meskipun sebagian yang berkumpul tersebut mungkin
saja adalah pendaki musiman.
Banyaknya jumlah pendaki yang (mungkin) mendaki pada musim
pendakian 17 Agustus ini sedikit banyak membawa dampak negatif
terhadap gunung. Tulisan ini bukan bermaksud membahas dampak
tersebut, melainkan mengajak dan sedikit menghimbau kepada pendaki
yang berencana mendaki pada musim pendakian 17 Agustus ini sehingga
dapat meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi. Himbauan ini
sebenarnya lebih tepat ditujukan kepada pendaki musiman, dan sama
sekali tidak tepat apabila penulis sampaikan ke member forum ini
yang notabenenya adalah pendaki yang berpengalaman. Apabila dirasa
perlu, tulisan ini dapat di teruskan kepada yang membutuhkan.
Penulis adalah pendaki yunior yang minim pengalaman dalam dunia
pendakian dan sangat sadar belum pantas untuk memberikan himbauan
ini. Penulis sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui apalagi
menjadi sok pintar, jadi penulis mohon maaf apabila ada pihak-pihak
yang merasa tidak berkenan dengan tulisan ini.
Beberapa poin yang ingin penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
Buatlah rencana perjalanan yang baik sesuai dengan kondisi
gunung yang akan didaki. Diskusikan rencana tersebut dengan semua
anggota tim. Jangan sampai ada anggota tim yang tidak mengetahui
detail rencana perjalanan.
Pilihlah peralatan yang sesuai dengan medan gunung yang akan di
daki. Diskusikan dengan tim anda mengenai peralatan apa saja yang
harus dibawa dan yang tidak perlu dibawa.
Pilih dan bawa logistik sesuai dengan kebutuhan. Untuk musim
kemarau seperti sekarang ini, membawa buah-buahan akan sangat
bermanfaat untuk mencegah bibir pecah-pecah.
Perlengkapan tambahan yang perlu dipertimbangkan adalah masker
(menahan debu), sunblock, manset, topi, dan kacamata hitam (yang
sensitive terhadap sinar matahari).
Jangan meninggalkan sampah, bawalah sampah anda kembali.
Usahakan juga jangan membakar sampah untuk menghindari kebakaran
hutan. Sampah yang dibakar juga tidak sepenuhnya terurai, malah
hasil pembakaran sampah anorganik cenderung berbahaya untuk
kesehatan karena bersihat racun dan karsinogenik (memicu terjadinya
kanker).
Bawalah air dari bawah, jangan sekali-kali mengambil air yang
ada di pipa-pipa penduduk atau merusaknya. Di beberapa gunung, air
yang disalurkan pada pipa-pipa tersebut adalah nadi kehidupan warga
di lereng gunung untuk mencukupi kebutuhan minum, memasak, ternak,
dan ladang. Mengambilnya sama saja dengan kita merampas milik
mereka. Pada musim kemarau seperti sekarang ini, tidak hanya
kekeringan yang melanda lereng-lereng gunung di jawa tetapi debit
air tanah juga kecil sehingga banyak warga di lereng gunung yang
kesulitan air. Lebih baik kebutuhan air untuk pendakian disiapkan
dari bawah. Membeli kepada warga di lereng gunung yang menjajakan
air kemasan akan lebih baik karena bisa memberikan pemasukan buat
mereka.
Usahakan tidak membuat api unggun kecuali untuk tujuan yang
memang benar-benar diperlukan. Apabila terpaksa harus membuat api
unggun, sebelum meninggalkannya, pastikan bahwa api unggun tersebut
telah benar-benar padam. Jangan meninggalkan api unggun dalam
keadaaan masih ada bara, apalagi masih menyala karena bisa
menyebabkan dan memicu kebakaran hutan. Bekas dari api unggun (abu
dan arang) juga menciptakan kesan bahwa gunung menjadi kotor
sehingga tidak enak di pandang. Di samping itu bekasnya yang berupa
arang bisa saja dimanfaatkan orang untuk mencorat-coret batu atau
papan penunjuk jalur (vandalisme). Asap dari api unggun pun sering
kali menganggu pendaki lainnya, sering memenuhi area camping ground
lalu asapnya terperangkap di dalam tenda sehingga bisa menganggu
pernafasan. Terlalu lama menghirup asap pada saat kita kelelahan
dan kandungan oksigen yang makin tipis tentu tidak baik untuk
kesehatan.
Jangan membuang sisa makanan atau minuman (sampah organik) ke
perairan dan atau mata air (kalau ada) karena akan mencemari mata
air tersebut. Pembuangan bahan organik ke perairan akan menurunkan
kandungan oksigen terlarut karena dipakai untuk dekomposisi aerob.
Pembuangan sampah organik ke perairan juga akan memicu pertumbuhan
organisme perairan sehingga air tercemar secara biologis dan tidak
bisa dikonsumsi langsung. Pada keadaan yang alamiah, air di alam
mempunyai kapasitan untuk self recovery. Pada keadaan di mana ada
masukan sampah-sampah organik, kemampuan ini akan hilang.
Bagi yang merokok, puntung rokok sebaiknya di masukkan dalam
saku-saku celana atau tas dan jangan dibuang sembarangan karena
sangat beresiko kebakaran hutan. Di samping itu, sampah dari filter
rokok juga akan sulit terurai.
Selama perjalanan, usahakan tidak perpecah dengan anggota tim
(kecuali tim advanced untuk tim besar). Pada lokasi yang sangat
berdebu, jaga jarak dengan pendaki lain untuk meminimalkan debu.
Gunakan jalur yang telah ada. Jangan menambah areal terbuka di
hutan/gunung dengan membuka jalur yang baru.
Usahakan kalau lelah beristirahatlah agak menepi dari jalur
pendakian agar tidak terjadi antrian pendaki yang naik atau
turun.
Saling toleransi dengan pendaki lainnya terutama pada saat
memilih tempat buat berkemah atau saat melewati jalur sulit dan
berdebu dan jangan lupa untuk saling tolong-menolong dan
bekerjasama dengan mereka.
Jangan lupa untuk saling mengingatkan dan menjaga rekan
seperjalanan apabila melewati tempat yang berbahaya dan beresiko
terjatuh seperti pinggir jurang, kawah, dan puncak. Pendaki yang
kuat dan berpengalaman mempunyai tanggung jawab lebih besar untuk
mendampingi pendaki yang lemah, termasuk mengingatkan apabila
melewati akar melintang atau bekas pohon tumbang.
Apabila berencana merayakan upacara kemerdekaan di gunung,
lakukanlah dengan sewajarnya, jangan membebani anggota tim dengan
banyak ceremony yang melelahkan, dan tetap fokus pada keselamatan.
Pilih tempat yang memang benar-benar aman untuk melakukan upacara.
Waspadai berdesak-desakan di pinggir jurang atau kawah yang
mengeluarkan asap berbahaya.
Apabila membawa radio komunikasi, catat frekuensi yang digunakan
oleh tim SAR basecamp barangkali akan bermanfaat kalau terjadi
keadaan darutat. Selain itu, usahakan baterei HP tetap terisi untuk
berkomunikasi. Di beberapa gunung yang terbuka, sinyal HP masih
dapat diterima dengan baik.
Pada suhu yang dingin biasanya baterai HP dan kamera cepat
sekali drop dan tidak bisa digunakan meskipun masih baru. Oleh
karena itu perhatikan cara penyimpanan yang benar dengan cara
menjaganya tetap selalu hangat atau tidak langsung bersinggungan
dengan suhu luar.
Data terbaru mengenai gunung yang akan di daki bisa ditanyakan
sewaktu melakukan registrasi atau dengan pendaki yang baru saja
turun. Apabila ada perbedaan dengan data yang telah disiapkan
sebelumnya segera informasikan kepada anggota tim dan diskusikan.
Jangan abaikan pantangan yang berlaku pada gunung yang akan di
daki, hormati budaya dan adat masyarakat sekitar lereng gunung, dan
jangan sungkan-sungkan untuk beramah-tamah dengan mereka.
Jangan lupa untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi
terutama apabila dalam tim lebih banyak pendaki yang belum terbiasa
mendaki.
Analisis batas kemampuan kita, jangan terlalu memaksakan diri
untuk mencapai puncak apabila fisik kita tidak memungkinkan.
Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang sekiranya diperlukan.
Jangan lupa berdoa sebelum memulai pendakian.
Mudah-mudahan bermanfaat, dan mohon maaf kalau ada yang tidak
berkenan dengan tulisan ini.
Selamat mendaki
Salam
Pendaki Lemot
---------------------------------
Dapatkan info tentang selebritis - Yahoo! Indonesia Search.
--- End forwarded message ---