H.U. Moch. Muchtar Arahkan Pramuka pada Kualitas

                    

                
                            

                

SISTEM pendidikan gerakan Pramuka, menurut pria yang
satu ini, belakangan ini seolah-olah diarahkan pada pendidikan formal.
Padahal, pendidikan kepanduan atau Pramuka itu merupakan pendidikan
nonformal. 


"Jadi yang dimaksud terjadi kemunduran atau
kelunturan fungsi kader Pramuka yang dimaksud Pak Gubernur adalah
terjadinya kemunduran dalam sistem atau metode pendidikan
kepramukaannya yang diberikan kepada para siswa di sekolah," ujar Ketua
Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat H.U. Moch. Muchtar
saat dimintai komentarnya atas adanya ungkapan dari Gubernur Jabar H.
Ahmad Heryawan dalam upacara Hari Ulang Tahun ke-47 Gerakan Pramuka
tingkat Jabar di Sumedang, Kamis (14/8).


Pendidikan Pramuka sebagai pendidikan nonformal,
kata pria ramah ini, lebih tepat diberikan di alam terbuka. Untuk
tercapainya kemajuan serta kiprah Pramuka dalam pembangunan bangsa,
pendidikan gerakan Pramuka mulai saat ini harus lebih diarahkan pada
kualitas. 


"Kalau dulu siswa diharuskan memakai seragam Pramuka
untuk terlihat secara kuantitas. Sekarang pendidikan gerakan Pramuka
kita arahkan pada kualitas, sehingga yang membina dan membimbing
Pramuka serta anggota Pramuka itu sendiri harus betul-betul
melaksanakan ilmu-ilmu kepramukaan. Contoh riilnya, anggota Pramuka
harus betul-betul menunjukkan sebagai seseorang yang memegang Dasadarma
Pramuka. Tidak sekadar mengenakan seragam Pramuka. Jadi, menurut saya
masalah sistem saja yang perlu kita benahi," tuturnya. 


Pada HUT ke-47 Pramuka, Kwarda Jabar akan berjuang
untuk mewujudkan Jabar sebagai provinsi Pramuka yang bersih dari
narkoba, Jabar yang hijau, serta memiliki generasi muda yang tangguh,
cinta alam, dan kasih sayang kepada sesama manusia. Salam Pramuka...!
Semoga dapat diwujudkan ya, Kak. (Nuryaman/"PR")***

















Dari PR On Line 16 08 2008


Tata



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke