dr milis tetangga.... maaf kalau udah pernah mampir di milis ini.. semoga berguna... :)
www.ajirachmat.multiply.com --- In [EMAIL PROTECTED], "kira" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sumber: SAS Survival Guide, John Wiseman Tips Survival JSN 18 Pegunungan Puncak bersalju tidak menawarkan makanan dan shelter. Memanjat dan mendaki daerah es membutuhkan keterampilan khusus yang harus dipelajari di sekolah pendakian. Jika karena bencana anda terdampar di lereng gunung, dan usaha penyelamatan tidak mungkin terjadi, anda harus bepergian pada siang hari/terang ke lembah-lembah dimana biasanya terdapat makanan dan shelter. Pada malam hari, dan penglihatan menjadi buruk akan sangat berbahaya untuk melanjutkan perjalanan. Cari shelter hingga penglihatan membaik. Shelter diantara batu-batu dan rongsokan lebih baik. Selamatkan selimut dari pesawat yang jatuh dan berlindung menghindari udara terbuka atau angin. Kantong plastik bisa berfungsi sebagai sleeping bag. Di tanah berbatu, tidurlah dengan perut dibawah/tengkurap. Di lereng yang miring, tidur dengan kepala di bagian atas. Menilai area/daerah Ketika anda turun, sangat sulit melihat apa yang ada di bawah. Cobalah bergerak sepanjang jejak atau rel yang sudah ada, dalam rangka melihat apa yang ada di bawah. Sisi sebelah lembah dapat membantu anda untuk melihat apa yang ada di samping anda. Tanah dapat menjadi curam antara lereng yang jauh jaraknya dan kadang terdapat jurang di bagian depan. Lereng-lereng landai bisa menipu. Lereng-lereng itu terus terlihat dan membuat anda tiba-tiba saja sampai dekat dengan jurang. Berjalan Menurun Mnuruni jurang batu tanpa tali sangat berbahaya. Jangan pernah mencoba turun dari tebing yang tinggi. Jika anda dalam situasi pesawat jatuh, resiko lebih sedikit jika anda menunggu bantuan daripada memanjat tebing itu. Di tebing curam, turun dengan wajah menghadap tebing. Di tebing yang kurang curam, posisi badan menyamping dan gunakan bagian dalam telapak anda untuk membantu turun dengan memegan dinding tebing. Untuk tebing yang lebih mudah, turun dengan badan/wajah menghadap keluar, dan badan agak membungkuk bengkok, dan jika mungkin gunakan telapak tangan anda untuk menopang tubuh anda, sehingga beban tubuh anda tidak seluruhnya pada kaki. Turun dengan Tali Sangat mungkin dengan menggunakan tali kita menuruni/abseilling atau rappeling) tebing curam. Gunakan dua tali kecuali, seseorang tetap tinggal di atas untuk melepaskan ikatan tali atau anda sudah menyiapkan untuk meninggalkan tali diatas. Sehingga anda masih memiliki satu tali untuk penurunan tebing selanjutnya. Abseilling: Buat simpul di anchor yang kuat. Uji dengan berat tubuh anda sendiri. Hindari ujung-ujung batu/tebing yang tajam. Posisi tali sebagian ada diantara kedua kaki anda/di depan anda, dan bagian bawah ada dibelakang punggung anda. Tangan kiri memegang tali bagian depan, dan tangan kanan memegang tali bagian belakang. Taruh kaki baik-baik di lekuk sekitar 45 cm dalamnya. Biarkan tali yang memutari tubuh anda menahan berat tubuh anda. Jangan coba tahan tubuh anda dengan tangan anda. Menjejak perlahan ke bawah. Tangan bagian bawah mengontrol turunnya tubuh anda. Pastikan anda dalam posisi kuat ketika menurunkan tubuh anda, dan bahwa anda sudah memastikan langkah anda selanjutnya, karena sekali anda sudah turun, anda tidak bisa melihat kembali atau menginjak kembali jejak anda. Abseilling bisa berbahaya. Gesekan dengan tali bisa merusak pakaian dan kulit. Jangan pernah mencobanya kecuali ditemani ahli atau anda dalam situasi survival. Naik dengan Tali Ketika memanjat, pegangan-pegangan mudah dilihat, tetapi akan lebih aman jika anda menghindari hambatan-hambatan yang bisa membuat anda stuck atau tidak bisa bergerak kemanapun. Lebih baik anda memutar mencari jalan lain. Rencanakan jalur ketika anda masih di bawah, jauhkan badan dari batu, dan selalu lihat ke atas. Jangan terlalu merenggangkan badan. Selalu jaga diri anda dengan menjaga tiga titik kontak.Raih pegangan dengan satu tangan atau kaki, uji pegangan itu dan lalu cari pegangan lain dengan tangan yang lain lagi. Untuk memanjat celah, gunakan teknik cerobong. Taruh punggung anda menempel pada satu permukaan tebing, dan gunakan kaki anda ke permukaan tebing lain. Lalu mulai menggunakan kaki dan tangan untuk memanjat. Memanjat dengan Tali Belaying/ menahan ikatan/beban pemanjat dibawahnya: satu orang memanjat dengan tali yang menempel pada tubuh anda dan lalu tarik ke atas talinya. Di setiap tingkat dari pemanjatan, harus ada semacam pegangan untuk mengakomodasi setiap orang serta sebuah pohon atau batu sebagai anchor. Amankan tali dengan simpul figure of eight atau overhand knot. Belayer mengikatkan dirinya dengan tali pada sesuatu agar kuat, lalu dengan tali untuk memanjat mengalungkan talinya kepada tubuhnya dan melingkar di punggungnya. Lalu pemanjat mengalungkan tali ke pinggangnya dan mulai memanjat. Belayer menarik tali untuk tetap membuatnya tegang. Anchor, Belayer dan pemanjat harus dalam satu garis lurus. Untuk menarik tali, gunakan tangan kanan: mengambil tali dan dorong dengan tangan kiri. Selalu siap untuk menahan tali, jaga -jaga jika pemanjat jatuh. Batu-batu yang jatuh bisa membunuh. Pada batu-batu yang tidak kencang menempel kuat, ujilah dengan lembut, jangan menarik keluar batu yang anda pegang tadi. Hati-hati, jangan sampai tali anda melepaskan batu yang tidak menempel kuat. Bahkan batu kecil yang jatuh bisa menimbulkan luka yang serius. Jika anda menjatuhkan batu, teriak kepada orang-orang yang ada di bawah. Salju dan Dataran Es Jika tidak dilengkapi dengan kapak es dan crampons serta keterampilan dalam menggunakan kedua benda itu, cobalah untuk menghindari gunung bersalju. Di lereng yang curam mendakilah dengan posisi zigzags, tendang langkah kaki ke es/salju dan gunakan kapak es atau tongkat ke samping untuk menjaga stabilitas. Untuk lereng yang tidak terlalu curam, berjalanlah dengan tumit dan gunakan tongkat. Di lereng yang curam turunlah dengan badan membelakangi dan gunakan tongkat untuk membantu jika anda terpeleset. Jangan gunakan teknik ini jika ada resiko longsor salju. Tali keamanan: Sebuah group yang melalui gletser harus saling mengikatkan diri dengan jarak tidak kurang dari 9 meter. Pemimpin group harus menyelidiki salju dengan tongkat untuk menghindari jurang es/crevasses. Tali-tali diikatkan ke anchor yang kuat di kedua ujungnya untuk menghindari jatuh: tali pendek untuk mengikat pinggang yang lalu diikatkan ke tali utama dengan simpul prusik. Ini akan membantu anda turun, karena longgar, tetapi juga akan membantu anda jika anda jatuh. Jika salah seorang jatuh ke crevasses dia harus ditarik dengan hati- hati: tekanan akibat tali di dada bisa menyebabkan sesak nafas. Berikan ikatan kecil pada tali untuk menaruh kaki sehingga bisa menyangga tubuh. Jika orang yang jatuh tidak sadarkan diri, tiga orang dengan harness diperlukan untuk menarik orang itu. Kecepatan sangat vital karena suhu di crevasses sangat rendah dan korban akan segera menjadi lemah. Longsor Salju/Es Longsor salju atau es adalah bahaya yang sangat serius di semua dataran gunung tinggi. Longsor salju atau es biasa muncul di kemiringan 30-45 derajad dalam situasi 24 jam hujan salju. Sesudah longsor yang berlangsung beberapa jam, tunggulah satu hari bagi salju untuk stabil. Hujan atau naiknya suhu sesudah longsor meningkatkan resiko, juga jika salju turun dengan deras di suhu yang rendah, karena salju tidak memiliki waktu untuk stabil. Daerah-Daerah Berbahaya 1.. Salju yang menutupi lereng yang cembung 2.. Lereng tempat teduh dimana salju bertumpuk-tumpuk 3.. Selokan-selokan berisi salju yang dalam Tindakan Pencegahan Lereng yang kemiringannya tidak teratur dan penuh dengan kayu-kayu adalah yang teraman. Panas matahari yang mengenai salju bisa menyebabkan longsor, jadi sebelum siang, bepergianlah di daerah yang tidak langsung kena matahari-hindari matahari langsung. Sesudah siang hari, berjalan di lereng yang sudah terkena sinar matahari, hindari salju atau apa pun yang baru terkena sinar matahari untuk pertama kali. Hindari selokan kecil dan lembah dengan dinding samping yang tipis... Tetap berada pada punggung bukit dan dataran tinggi di atas jalan longsor salju - anda biasanya akan lebih mudah memicu longsor, jika memang demikian, selalu ambil kesempatan untuk berada di atas reruntuhan salju atau jangan turun sama sekali. Selalu perhatikan aktifitas longsor, bahkan jika anda tidak memperkirakannya akan terjadi. Debu dimana longsor mulai, arah mereka, dan berapa lama longsor berlangsung. Mereka akan menjadi panduan akan datangnya longsor salju berikutnya. [Non-text portions of this message have been removed] --- End forwarded message ---

