kalau memang hanya ribut saja dengn orang tua karena cita-cita saya rasa itu masih lebih bagus. adik didik saya yang mempunya cita-cita menjadi TNI (kowad) dan sempat menjadi komandan upacara di istana negara pada waktu HUT Pramuka beberapa tahun yang lalu sekarang harus menyesal semuanya. selepas menjadi komandan upacara adik didik saya bersemangat dan saat itu kelas 3 SMp makanya dia mendaftar ke SMA dengan harapan cita-citanya terwujud karena Kowad mesti SMA IPA bukan IPS. cita-cita setinggi langit namun restu orang tua lebih tinggi dari langit. orang tuanya tidak setuju dan ia didaftarkan di SMEA dengan harapan mudah mencari pekerjaan. cita cita hanya tinggal citanya. baru beberpa bulan seklah di SMEA adik didik saya tersebut sudah mulai ada perubahan yang memilukan, dia stres dan suka berbicara sendiri. setiap datang latihan saya berikan nasehat bahwa sama saja sekolah di SMA dan SMEA menjadi TNI (kowad). namun karena keteguhannya bahwa dengan sekolah di SMEA cita-citanya sudah dihalng-halangi. yach begitulah kejadiannya dan ia menjadi orang yang mendapat julukan (stres/gila) sudah terus diobati dan sempat normal kembali tetapi karena sudah terlanjur menjadi bahan ejekan teman-temannya di rumah akhirnya dia di pulangkan ke suatu tempat. (tidak ada kabar berita) begitulah orang tua merasa mempunyai pengalaman yang lebih dri anaknya dan berharap pengalaman itu menjadi jalan hidupnya. bob sadino tidak pernah di tanya cita-citanya apa sewaktu kecil dan tidak ada halangan untuk menjadi apa dan sekolah dimana. namun sekarang lihat Bob Sadino (saya sempat memawanwancarai beliau.
pencerahan buat kita orang tua. --- On Tue, 9/23/08, Yudistira S. Aji <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Yudistira S. Aji <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Pramuka] TAKUT BICARA CITA-CITA To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Tuesday, September 23, 2008, 8:27 PM TAKUT BICARA CITA-CITA by Y.S. Aji Soedarsono 23 September 2008 Beberapa minggu yang lalu, seorang klien di Bandung ber-curhat, bahwa dia baru saja ribut (berdebat) dengan ibunya, tentang cita-cita yang cocok dengannya. Tidak ada kesimpulan, dia masih tetap ingin menjadi Dokter, sementara Ibunya TIDAK setuju. Ketika saya suruh dia berdiskusi dengan guru BK di sekolah, dia bilang guru BKnya "doesn't care at all" dan galak! Beberapa bulan lalu, seorang klien di Jakarta yang duduk di bangku SMP DILARANG oleh Ibunya untuk masuk ke Fakultas hukum. Alasannya, sederhana dan agak menyeramkan: menurut ibunya, Sarjana Hukum adalah orang-orang yang PERTAMA masuk ke NERAKA!!? Dari MAKASSAR, setahun silam, seorang siswa kelas 12 SMA, DILARANG oleh ayahnya menjadi POLISI. Alasannya, biayanya MAHAL!! Berapa banyak ORTU yang tidak menyetujui CITA-CITA anaknya? =======>> jawabnya ada di sini: http://dreamsmarter .blogspot. com/ salam hangat aji <http://www.DreamSMA RTer.blogspot. com/> [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

