--- dari milis daff.muslimah UK---
maaf kalo tdk berkenan.
===================================================================
Kalau kita tadi menyoal tentang asal kata Ied (masdar atau kata dasar dari
'aada=kembali) , sekarang kita mencoba untuk membongkar asal kata 'Aidin dan
Faizin. Darimana sih mereka?
'Aidin itu isim fa'il (pelaku) dari 'aada. Kalau anda memukul (kata kerja),
pasti ada proses "pemukulan" (masdar), juga ada "yang memukul" (anda
pelakunya). Kalau kamu "pulang" (kata kerja), berarti kamu "yang pulang"
(pelaku). Pelaku dari kata kerja inilah yang dalam bahasa Arab disebut
dengan isim fa'il.
Kalau si Aidin, darimana? 'Aidin atau 'Aidun itu bentuk jamak (plural) dari
'aid, yang artinya "yang kembali" (isim fa'il. Baca lagi teori di atas).
Mungkin maksudnya adalah "kembali kepada fitrah" setelah berjuang dan
mujahadah selama sebulan penuh menjalankan puasa.
* 'aada = ia telah kembali (fi'il madhi).
* Ya'uudu = ia tengah kembali (fi'il mudhori)
* 'audat = kembali (kata dasar)
* 'ud = kembali kau! (fi'il amr/kata perintah)
* 'aid = ia yang kembali (isim fa'il).
Kalau si Faizin?
Si Faizin juga sama. Dia isim fa'il dari faaza (past tense) yang artinya
"sang pemenang". Urutannya seperti ini:
* Faaza = ia [telah] menang (past tense)
* Yafuuzu = ia [sedang] menang (present tense)
* Fauzan = menang (kata dasar).
* Fuz = menanglah! (fi'il amr/kata perintah)
* Fa'iz = yang menang.
'Aid (yang kembali) dan Fa'iz (yang menang) bisa dijamakkan menjadi 'Aidun
dan Fa'izun. Karena didahului "Min" huruf jar, maka Aidun dan Faizun
menyelaraskan diri menjadi "Aidin" dan "Faizin". Sehingga lengkapnya "Min Al
'Aidin wa Al Faizin". Biar lebih mudah membacanya, kita biasa menulis dengan
"Minal Aidin wal Faizin".
Lalu mengapa harus diawali dengan "min"?
"Min" artinya "dari". Sebagaimana kita ketahui, kata "min" (dari) biasa
digunakan untuk menunjukkan kata keterangan waktu dan tempat. Misalnya
'dari' zuhur hingga ashar. Atau 'dari' Cengkareng sampe Cimone.
Selain berarti "dari", Min juga mengandung arti lain. Syekh Ibnu Malik dari
Spanyol, dalam syairnya menjelaskan:
Ba'id wa bayyin wabtadi fil amkinah # Bi MIN wa qad ta'ti li bad'il azminah
Artinya: Maknailah dengan "sebagian", kata penjelas dan permulaan tempat...
dengan MIN. Tapi kadang ia untuk menunjukkan permulaan waktu.
Dari penjelasan Ibnu Malik di atas, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa MIN
pada MIN-al aidin wal faizin tadi menunjukkan kata "sebagian" (lit-tab'idh)
. Jadi secara harfiyah, minal 'aidin wal-faizin artinya: BAGIAN DARI
ORANG-ORANG YANG KEMBALI DAN ORANG-ORANG YANG MENANG. Nah, pusing kan?
Tunggu dulu. Sabar, napa.
Kalimat di atas adalah kalimat doa. Baik dalam Al-Quran dan Hadis banyak
kalimat-kalimat seperti itu yang menunjukkan doa kepada yang bersangkutan.
Kita sering menambahi julukan kepada orang yang sudah wafat dengan tambahan
"almarhum" yang artinya "yang dirahmati" (terserah orang tersebut rajin
sholat atau gak pernah sama sekali). Sebab, itu hanya doa dan pengharapan
"semoga ia dirahmati oleh Allah, diberikan kasih sayang-Nya di alam barzakh
hingga hari Kiamat".
Akan halnya dengan minal 'aidin wal-faizin, ini juga doa: "Semoga anda
termasuk (bagian dari) orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian dan
termasuk (bagian dari) orang-orang yang mendapatkan kemenangan". Amin.
Duh indahnya Islam. Sama orang yang nggak puasa saja, sempet-sempetnya kita
doain yang bener.
Kesimpulannya?
Ya simpulkan saja sendiri. Yang jelas Minal Aidin tidak ada hubungannya
dengan Mohon maaf lahir dan bathin. Menggunakan kalimat a, boleh. Memakai
kalimat b, silakan saja. Tapi sekali lagi, mohon maaf lahir bathin itu bukan
arti minal aidin. Asal jangan memilih c, karena minal aidin tidak pernah
bisa memaafkan orang. Tapi pilihan saya adalah D, ini yang paling shahih.
Akhirnya, semoga kita minal 'aidin wal faizin. Amin!
[Non-text portions of this message have been removed]