Dan yang lebih penting lagi kita sadari, hingga hari ini kita masih dalam proses 'menjadi indonesia', ya menjadi indonesia... karena 'nation is imagine' bangsa adalah yang dibayangkan... yang dibayangkan, yang diandaikan, yang diimaginasikan oleh pemuda2 1928 masih harus perlu dirumuskan lagi... karena kongkretnya kita 'berbeda-beda' saya lagi di pedalaman timor di perbatasan timor leste... menyaksikan perbedaan2 itu baik fisik, bahasa, dan juga 'imaginasi'... karena itu kita harus merumuskan kembali bagaimana perbedaan-perbedaan itu dikelola apakah hanya cukup dengan rumus 'bhinneka tunggal ika' ?
dmar --- On Mon, 10/27/08, Eka Harijanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Eka Harijanto <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [Pramuka] Sumpah Pemuda > To: > Date: Monday, October 27, 2008, 7:46 AM > Setiap tanggal 28 Oktober kita selalu memperingati Sumpah > Pemuda, dan > yang yang terbayang > dalam ingatan kita hanya kalimat : > Mengaku bertanah air satu, Indonesia > Mengaku berbangsa satu, Indonesia, dan > Mengaku berbahasa satu, Indonesia. > > Keputusan selengkapnya adalah : > > PUTUSAN KONGRES > PEMUDA-PEMUDI INDONESIA > TAHUN 1928 > Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia, yang diadakan oleh > perkumpulan > pemuda-pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan dengan > namanya Jong > Java, Jong Sumatra (pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia, > Sekar Rukun, Jong > Islamieten Bond, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum > Betawi dan > Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. > > Membuka rapat pada tanggal 27-28 Oktober tahun 1928 di > negeri Jakarta ; > sesudahnya mendengar pidato-pidato dan pembicaraan yang > diadakan di > dalam kerapatan tadi ; sesudah menimbang segala isi > pidato-pidato dan > pembicaraan ini ; kerapatan mengambil keputusan : > Pertama : > KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG > SATU, TANAH > INDONESIA. > > Kedua : > KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, > BANGSA > INDONESIA. > > Ketiga : > KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, > BAHASA > INDONESIA. > Setelah mendengar putusan ini kerapatan mengeluarkan > keyakinan, asas ini > wajib dipakai oleh segala perkumpulan –perkumpulan > kebangsaan Indonesia; > > Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan > > memperhatikan persatuannya : > Kemauan, Sejarah, Hukum-Adat, Pendidikan dan Kepanduan > > dan mengeluarkan pengharapan supaya putusan ini disiarkan > dalam segala > surat kabar dan dibacakan di muka rapat > perkumpulan-perkumpulan kita. > > > - > > Mengajari anak-anak Indonesia saya anggap pekerjaan tersuci > dan terpenting. > Tan Malaka (Pejuang kemerdekaan Indonesia, 1897 – 1949) > > > ------------------------------------ > > --------------------- > Be Prepared > Sekali Pramuka tetap Pramuka > --------------------- > > Pramuka email addresses: > Post message: [email protected] > Subscribe: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] > > ---------------------Yahoo! Groups Links > > >

