buat yang mau jadi pemimpin.....
Dah pada sering denger kalimat "/Pemimpin bukan Pemimpi/" khan?
*/Pemimpin Bukan Pemimpi/*
Pemimpin galibnya bukan pemimpi.
Makna kata pemimpin dan pemimpi antara langit dan bumi.
Pemimpin menjejak bumi, pemimpi gentayangan di langit.
Pemimpin pasti punya mimpi.
Sedang yang dijuluki pemimpi, kaya akan mimpi.
Tapi dari sekian mimpi pemimpi, belum tentu mimpinya hendak jadi
pemimpin.
Jumlah pemimpin yang pemimpi tak terhitung.
Tapi pasti lebih banyak jumlah pemimpi yang bukan pemimpin.
dst dst dst ...
ada lagi nih...
source :
http://imhaya.blogspot.com/2008/08/5-alasan-kenapa-pemimpi-bisa-menjadi.html
5 Alasan Kenapa Pemimpi Bisa Menjadi Pemimpin
<http://imhaya.blogspot.com/2008/08/5-alasan-kenapa-pemimpi-bisa-menjadi.html>
Da dream blog diary, Rabu, Agustus 27, 2008
Bermimpi adalah kepribadian dari para entrepreneur atau para pemimpin.
Dunia mungkin tidak akan pernah melihat kelahiran PC <#> jika saja mimpi
Bill Gates tidak pernah datang. Kita mungkin tidak akan pernah mengenal
lagu seindah seperti "imagine" jika saja John Lennoon tidak pernah
bermimpi untuk menjadi seorang musisi. Orang-orang seperti mereka
bermimpi dan mereka bermimpi BESAR.
Kita semua bisa bermimpi tapi apa bagusnya jika mimpi-mimpi itu tidak
bisa dimaterialkan menjadi sebuah realitas? Satu hal yang pasti, mimpi
seharusnya lebih spesifik daripada sekedar angan-angan setengah sadar.
Bener gak? Dan juga, tidak bisa dipungkiri bahwa motivasi adalah bagian
penting dari kepemimpinan. Motivasi dapat timbul hanya jika kita punya
tujuan, dan tujuan ada ketika kita menginginkan sesuatu, mimpi,
cita-cita, atau semacamnya. jadi apa yang memisahkan antara para
pemimpin daripara pemimpi? Di tulisan ini saya mencoba untuk mencari
jawabannya.
Kejernihan pandangan ke depan.
seseorang yang mencoba untuk menaiki 2 kuda sekaligus pasti selalu
gagal. Bagiku ini realitas penting. Dan akan lebih jelas lagi jika kita
mempelajari realitas ini: 10% kesuksesan suatu bisnis tergantung pada
produknya. 90%-nya lagi tergantung pada strategi apa yang kita lakukan
untuk membawanya ke pasaran. Dan ini bisa diatasi hanya jika ada mimpi.
Satu-satunya cara seseorang bisa menyadari mimpinya adalah jika ada
cukup kejernihan tentang apa yang diinginkan. Jika pandangan kita
mengenai apa yang ingin kita capai kabur, kita mungkin tidak akan pernah
mencapai mimpi kita. Seorang pemimpin harus mem-visualisasi-kan mimpinya
agar dapat menyentuh puncak kesuksesan. mari kita ambil contoh Steve
Jobs. Steve menghabiskan beberapa tahun untuk mencapai apa yang ia
inginkan tetapi karena ia mempunyai visi yang jelas tentang apa yang ia
ingin capai. Apple Inc, tidak akan sehebat sekarang ini jika bukan
karena visinya.
Pemikiran yang radikal.
Seseorang yang punya mimpi memiliki tindakan yang radikal. Karena dia
tahu betul apa mimpinya, lambat laun dia kemudian akan terkoneksi dengan
mayoritas. Dia akan menunjukkan kepada dunia cara berpikir yang berbeda,
bersamaan dengan itu dia akan membawa perspektif baru bagi hidup. Sekali
dia terhubung dengan orang-orang, dia secara otomatis akan menjadi
pemimpin. Mahatma Gandhi yang cuman punya satu set pakaian, dijadikan
contoh oleh banyak pemimpin di seluruh dunia, cuma karena kata-katanya
dan kebajikannya. Siapa yang bisa mengira kalau orang ini akan
membebaskan sebuah bangsa hanya dengan membawa manusia bersama-sama
melawan tanpa kekerasan dan senjata. lagian, bahkan Hitler pun tidak
akan sukses menjadi salah seorang pemimpin yang paling diktator di dunia
jika saja bukan karena pemikiran radikalnya.
Hasrat yang menyala-nyala.
"Hasrat adalah titik awal dari segala pencapaian, bukan harapan, bukan
keinginan, tetapi hasrat yang kuatlah yang melebihi segala-galanya." -
Napoleon Hill
Ada garis yang jelas antara pemimpi dengan pemimpin: Hasrat. Bahwa
hasrat itulah yang membuatnya sukses dan tetap hidup untuk mencapai
tujuannya. Hasrat ini mampu memunculkan motivasi dan menginspirasinya,
bahkan dari matanya akan kelihatan semangat yang menyala-nyala.
Keyakinan dan kekuatan.
Mimpi seringkali tanpa disadari akan memberi kita keyakinan dan kekuatan
yang bekerja bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang
di sekitar kita. Saat kita tahu kita mau ke mana dan apa yang kita
inginkan, kita akan mengambil keputusan terbaik dan tidak takut
mengambil resiko, ketika pada saat yang sama orang lain tidak berani dan
memilih passif. Sikap kita terhadap mimpi kita akan menghasilkan hal-hal
positif. Coba kita ingat pidato si Martin Luther King Jr., "I have a
dream" tentang bagaimana hasratnya untuk menyatukan kulit putih dengan
kulit hitam. Dia punya mimpi dan kemudian dia hidup untuk itu. hanya 1
orang itu melawan jutaan orang, demi memperlihatkan sebuah dunia yang
lebih baik. Dia memperoleh keyakinan dan kekuatan untuk melakukan itu
semua karena mimpinya.
Melapangkan hati.
Terakhir, salah satu sebab yang paling penting mengapa pemimpi bisa jadi
pemimpin, karena mereka melapangkan hati. hati adalah rumah mimpi, di
sanalah mimpi dijaga. Impian tidak hanya muncul di otak, tapi juga di
hati. Keikhlasan untuk mengerjakan sesuatu bukan dari otak, tapi dari
hati. Dan kita akan melakukan lebih banyak lagi jika kita senantiasa
melakukannya dari hati. Impian mempunyai kekuatan untuk menggerakkan
kita sampai ke pencapaian karena kita hati kita senantiasa menjaganya.
Seorang pemimpi belajar dari kegagalan dan terus gigih hanya karena dia
mau mencapai impiannya. Level energi secara otomatis akan selalu
terpompa. Ray Kroc, pemilik McDonalds ditolak 8 kali sebelum dia
berhasil mendapat dana untuk memulai rencana.
Well, mungkin, saran saya di atas bisa menjadi permulaan yang baik bagi
non-pemimpi untuk mulai bermimpi. Bukan maksudnya mimpi di kala tidur,
tapi suatu mimpi yang terbaring di lubuk hati. Sungguh, mengagumkan
mengetahui bahwa satu mimpi dapat mengubah hidup seseorang (bahkan
banyak orang). Seorang pemimpi belum tentu pemimpin, tapi seorang
pemimpin sudah pasti seorang pemimpi. jadi tunggu apa lagi? Mulailah
bermimpi dan jadikan itu realitas. Buruan, selagi masih gratis...