Cita-Cita, Orang Tua vs Remaja
by Y.S. Aji Soedarsono
5 December 2008

Dalam beberapa kasus yang harus saya hadapi, sesuatu yang sangat menonjol 
adalah adanya perbedaan yang lebar antara cita-cita para remaja dengan 
cita-cita yang dibuat oleh orang tua bagi anak-anak mereka. Ada kondisi di mana 
remaja mengalah demi berbakti kepada ortu mereka. Namun, ada kasus di mana si 
remaja berkeras untuk mencapai cita-citanya sendiri meskipun sangat ditentang 
oleh ortunya.

Sampai-sampai, si remaja membuat pernyataan, untuk membesarkan hatinya sendiri, 
kira-kira seperti ini:"Tetaplah pada cita-citamu walaupun orang tua kita tidak 
percaya bahwa kita dapat mencapai apa yang kita mau. Kita harus yakin bahwa 
kita bisa..."

Dalam kasus yang lain, si remaja dengan pasrah berkata:"Pak, khan kalau kita 
mengikuti apa yang dikatakan orang tua berarti kita berbakti kepada mereka..."

Yang PALING menarik, ternyata para remaja mengaku bahwa sangat mungkin orang 
tua mereka tidak mengetahui apa kelebihan atau kehebatan anak-anak mereka. Pada 
kasus pertama si remaja bahkan berkali-kali bertanya kepada saya:"Pak, kok bisa 
ya .. orang tua saya tidak tahu kelebihan dan kehebatan saya?" 

Jadi, cita-cita yang disodorkan oleh ortu bagi anak-remaja mereka adalah 
sesuatu yang sangat IDEAL, bagi para orang tua, walaupun belum tentu IDEAL bagi 
remaja yang menjalaninya.

Bagaimana sebaiknya menjembatani kedua macam kasus seperti ini?
Apa pertimbangan orang tua dalam menyodorkan cita-cita?

========
bagaimana dan apanya ada di:

http://dreamsmarter.blogspot.com/

salam hangat



aji 
<http://www.DreamSMARTer.blogspot.com/>

       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke