semoga bermanfaatsalamDianaHikmah Menanam Pohon Diriwayatkan, ada
seorang laki-laki bertemu Abu Darda' yang sedang menanam pohon. Kemudian,
laki-laki itu bertanya kepada Abu Darda', ''Hai Abu Darda', mengapa engkau
tanam pohon ini, padahal engkau sudah sangat tua, sedangkan pohon ini tidak
akan berbuah kecuali sekian tahun lamanya.'' Abu Darda' menjawab, ''Bukankah
aku akan memetik pahalanya di samping untuk makanan orang lain?''Bagi sebagian
orang menanam pohon adalah hal sepele. Apalagi bila umur telah lanjut seperti
Abu Darda'. Namun, Islam sebagai agama yang kaffah mengajarkan untuk cinta
lingkungan. Menanam pohon adalah ibadah dan bila pohon tersebut berbuah dan
buahnya dimakan burung dan manusia maka di hadapan Allah SWT itu bernilai
sedekah.Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad menyebut cerita seorang
sahabat Rasulullah SAW, ''Saya mendengar Rasulullah SAW membisikkan pada
telingaku ini, 'Siapa menanam sebuah pohon kemudian dengan tekun
memeliharanya dan mengurusnya hingga berbuah, maka sesungguhnya baginya pada
tiap-tiap sesuatu yang dimakan dari buahnya merupakan sedekah di sisi Allah
SWT'.'' (HR Ahmad).Manusia sebagai pengemban kekhilafahan di muka bumi harus
menghormati eksistensi pohon. Sebagai penunjang kehidupan, pohon diamanahi
Allah SWT mengatur siklus air, menyimpannya dalam pori-pori akar yang kokoh.
Menghindarkan manusia dari bencana longsor dan banjir. Kehadiran pohon berguna
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Buahnya lezat dimakan dan batangnya
dimanfaatkan untuk membangun rumah. Daunnya untuk makanan ternak.Melalui
mekanisme hujan, pohon yang ditanam manusia tumbuh. Dan dengan itu Allah
menumbuhkan buah-buahan dari pohon yang kita tanam sebagai rezeki bagi manusia.
Sebagaimana firman Allah SWT, ''Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan
bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit,
lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan
sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu
bagi Allah, padahal kamu mengetahui.'' (QS al-Baqarah [2] : 22).Tuntunan Islam
memelihara pohon juga berlaku saat terjadi perang. Nabi Muhammad berkal-kali
memesankan kepada para sahabatnya, dalam peperangan janganlah kalian membunuh
wanita, anak-anak, dan jangan menebang/merusak tanaman (pohon).Maka, sungguh
relevan ketika penggundulan hutan mulai berdampak negatif bagi kehidupan kita,
kebiasaan menanam pohon kita tradisikan kembali. Demi anak cucu kita, demi
melestarikan sunahnya.Sumber: Fidi Mahendra, Republika
Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo!
Answers! http://id.answers.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]