Kak Sianturi,
 
Mohon tidak mengirim email email seperti ini lagi di milis Pramuka, email
anda tidak berhubungan sama sekali dgn pramuka, anda tidak mencantumkan OOT
di subjectnya dan ada kecenderungan anda mendeskriditkan pihak lain.
 
 
Untuk rekan rekan yg lain mohon di patuhi aturan milis yg ada, pencantuman
OOT untuk topik topik diluar pramuka ada di dalamnya
 
 
Salam,
 
Wayan
Moderator Milis

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Robert Sianturi
Sent: Thursday, February 05, 2009 8:46 AM
To: Pkbks Milis; [email protected];
[email protected]; [email protected];
ppiindia; [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
Perhimpunan Islam Sosialis
Subject: [Pramuka] Distributor Tunggal Depdiknas (PT. Bintang Ilmu) Edarkan
Buku Menghina Pahlawan: DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran 'Seri Pahlawan
Nasional'. Kenapa?



Setelah ketahuan bahwa Bintang Ilmu yang dikatakan sebagai distributor
tunggal depdiknas untuk produk peningkatan mutu, ternyata mengirim buku
porno di Pekalongan.

Sekarang ketahuan juga di Cianjur Jawa Barat ternyata mengirim buku yang
menghina pahlawan nasional.

Sayangnya Depdiknas sama sekali tidak ada tanggapan dan tindakan.

jadi apa benar ya, bahwa departemen pendidikan dan menteri pendidikan ini
merupakan  jongos dari cukong2 asing???

Dari: Bambang Tribuono <bambu...@yahoo. <mailto:bambuono%40yahoo.co.id>
co.id>

Topik: Ulah
Group PT. Bintang Ilmu sebagai Distributor Tunggal Depdinas di Cianjur
: DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran 'Seri Pahlawan Nasional'. Kenapa?

bal...@yahoogroups. <mailto:balagu%40yahoogroups.com> com,
berita_korupsi@ <mailto:berita_korupsi%40yahoogroups.com> yahoogroups.com,
[email protected]. <mailto:humas%40dpr.go.id> id, i...@antikorupsi.
<mailto:icw%40antikorupsi.org> org, "bbc
indonesia" <indones...@bbc. <mailto:indonesian%40bbc.co.uk> co.uk>,
kkn-wa...@yahoogrou <mailto:kkn-watch%40yahoogroups.com> ps.com, 
media_nusantara@ <mailto:media_nusantara%40yahoogroups.com> yahoogroups.com,


Tanggal: Kamis, 5 Februari, 2009, 2:18 AM

Depdiknas,

Bagaimana nih...

Satu
lagi produk dari PT. Bintang Ilmu Group yang ditunjuk secara resmi oleh
Departemen pendidikan nasional, ternyata menyimpan masalah.

Bahkan
ternyata produk yang diberikan adalah sisa produk dari produk 5 tahun
yang lalu, yang mungkin sebenarnya sudah tidak up to date.  dan  produk
itu sebenarnya bukan diperuntukkan untuk anak sekolah dasar. Tapi
karena sudah tidak ada produk sampah lagi yang tersisa, akhirnya diberi
produk sampah lain yang sebenarnya untuk konsumsi lain.

Depdiknas apa memang benar jadi anteknya PT. Bintang Ilmu Group,  anteknya
orang2 asing???

menjualkan
barang sisa di gudang mereka yang sebenarnya sudah harus dijual sebagai
barang loakan yang hanya laku dijual kiloan... tapi harus dibeli
sekolah dengan harga mahal???

Aparat hanya bisa diam dengan
alasan ini adalah program depdiknas pusat.

mana tanggung jawabmu depdiknas???

Dari: alfaqirilmi <alfaqirilmi@ yahoo.com>

Topik:  DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran 'Seri Pahlawan Nasional'. Kenapa?

berita_korupsi@ yahoogroups. com

Tanggal: Selasa, 3 Februari, 2009, 5:27 PM

DPRD Cianjur Tarik Buku pelajaran 'Seri Pahlawan Nasional'. Kenapa? 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cianjur meminta 

pendistribusian buku pelajaran Seri Pahlawan Nasional untuk siswa 

sekolah dasar, yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK), segera 

ditarik. Sebab, gambar jilid salah satu buku, yakni Seri Pahlawan Ki 

Hajar Dewantara, dibuat dalam bentuk karikatur.

"Buku tersebut tidak mendidik dan tidak menghargai nilai 

kepahlawanan, " kata Sekretaris Komisi VI Bidang Pendidikan DPRD 

Kabupaten Cianjur Dudi Aryadikara kepada wartawan.

Ia menilai penggambaran Ki Hajar Dewantara, dengan bentuk bibir dan 

hidung yang tidak proporsional, tidak menghargai nilai-nilai 

kepahlawanan tokoh pendidikan tersebut. "Ini bukan masalah kebebasan 

berekspresi, melainkan jelas-jelas tidak mendidik," katanya. Dudi 

mengaku telah menyerahkan contoh buku terbitan PT Grasindo tersebut 

ke Kejaksaan Negeri Cianjur.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cianjur Fransiskus Pakpahan 

mengatakan tak bisa menarik buku itu begitu saja karena distribusinya 

bersifat nasional. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas 

Pendidikan untuk membahas masalah ini. "Kalau memang dianggap tidak 

layak, kami siap melakukan tindakan," katanya.

Editor penerbit buku Grasindo, Sudarmanto, mengatakan buku itu bukan 

pelajaran sejarah atau politik, melainkan buku pendidikan nilai 

perjuangan dan kepahlawanan.

Sebagai buku referensi yang diterbitkan lima 

tahun lalu, penjualan buku ini cukup baik. "Tidak ada nilai atau 

pesan yang keluar dari pakem, semuanya standar," kata Sudarmanto.

Ia akan segera menemui perwakilan DPRD Cianjur untuk mengklarifikasi 

masalah tersebut. "Kami sedang mengusahakan pertemuan lewat Grasindo 

biro Bandung," katanya. 

* Digunting dari Harian Koran Tempo 30 Januari 2008

Dirilis [I:BOEKOE] 

__________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger <http://id.messenger.yahoo.com> .yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke