Salam Pramuka, Gerakan Pramuka setahu saya ikut aktif dengan isu-isu global. Bahkan dalam Earth Hour kemarin, GP juga ikut aktif. Apalagi sudah ada edaran/imbauan dari WOSM, agar masing-masing NSO (National Scout Organization) ikut aktif dalam Earth Hour, mengingat WOSM juga menjalin kerja sama dengan WWF-International. Kwarnas GP telah mengirimkan edaran ke masing-masing Kwarda untuk menyelenggarakan Earth Hour itu. Di Jakarta sendiri, setahu saya, selain saudara-saudara Pramuka kita ikut sibuk melaksanakan aksi Pramuka Peduli di Situgintung, ada juga Pramuka yang ikut dalam peringatan Earth Hour di Lapangan Monas. Memang, kegiatan Earth Hour tidak sebatas pada menghadiri peringatan saja. Masih banyak lagi yang dilakukan para Pramuka di Indonesia. (Sekadar info, hari Rabu ini, beberapa saudara Pramuka kita dengan pesawat Hercules TNI-AU berangkat ke Papua, untuk menjalankan kegiatan/aksi Pramuka Peduli, sekaligus membawa sumbangan berbagai barang dari Jakarta). BTW, terima kasih untuk kritiknya Kak Dede, dan saya percaya Kak Dede juga berlaku seperti yang kakak ucapkan. Terima kasih juga untuk Dik Nissa dan mohon maaf secara pribadi, karena keterbatasan yang ada, mungkin info-info Gerakan Pramuka belum dapat tersebar luas, walaupun sudah disebarkan melalui Kwarda dan Kwarcab. Terima kasih lagi. Berthold
[email protected] wrote: Ya, nissa, sy kira jadi aktivis scout memang tidak sedaun kelor. Karena sejatinya scout movement adalah tempat membangun spirit civil society yg strategis dg voluntarisme nya (kesukarelaan) nya cuma memang akh2 ini GP di kita agak 'missleading' terlalu dekat dg negara bahkan sempat dikooptasi negara baik pada masa soekarno maupun soeharto, smentara pasca reformasi blm bisa menentukan posisinya yg pas. Dg struktur pengelolaan GP saat ini sangat rentan dikooptasi negara via birokrasi negara dhi pemerintah. Memang banyak aktivis kita yg sdh ada di sektor negara, namun kerapkali manakala balik lagi jd pengurus scouts di jajaran kwartir kerapkali mrk malah bw cara2 dan kebiasaan negara ke Gerakan kita, alih2 sebaliknya bawa cara2 scouts ke tempat kerja mrk (sektor negara tsb). Ya, tampaknya ke depan pengorganisasian scouts di kita perlu direvitalisasi, baik 'bentuk, cara, maupun spiritnya'. Intinya, selama ini kita terlampau membiarkan scouts kita di/ter kooptasi negara hingga hampir2 tak ada jarak, bahkan pada masa soeharto scouts kita adalah bagian dari 'korporatisme negara'. Karenanya, kita jadi kurang hirau terhadap agenda2 global tsb, meski dlm skala tertentu kwn2 pramuka kita msh selalu terlibat di dlm peristiwa2 atau kejadian di level nas dan lokal dalam penanganan bencana misalnya spt wkt di aceh, yogya, pangandaran, dan terakhir situ gintung. Cuma di keg2 aksi peduli lingkungan antar bangsa spt dikatakan nissa td tampaknya kita agak kurang attach scr massif. Mungkin perlu ada rintisan2 lagi ke arah sana dg para inisiator dan penggeraknya. Kalo dulu2 sependek yg sy tahu Gudep yg berpangkalan di Unpad dan ITB kerapkali mengusung isu2 lingkungan ini, namun belakangan tak terlalu terdengar. Sekian dl. Nuhun. Dmar SMR Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Choiriatun Nur Annisa Date: Wed, 15 Apr 2009 02:29:57 To: milist pramuka Subject: [Pramuka] Informasi tentang Scout Hi Semua, Beberapa waktu yang lalu saya menemukan link menarik tentang Scout. Ternyata WOSM medukung pelaksanaan Earth Hour yang diselenggarakan Maret lalu tepatnya tanggal 28 dibuktikan dengan official letter antara WOSM-WWF. Earth Hour adalah aksi yang dicanangkan oleh LSM WWF yang ditujukan untuk mengurangi emisi karbon akibat listrik dengan mematikan listrik selama satu jam. pertama kali dilaksanakan di Australia dan kemudian berlanjut dihampir seluruh dunia. Info lanjut http://www.scout.org/EarthHour. dan www..earthhour.org Selain itu, Scouts juga akan melaksanakan direct action bersama para pemuda dalam pelaksanaan Pertemuan PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang tahun ini dilaksanakan di Copenhagen, Denmark. Negosiasi ini akan jadi pertemuan paling penting karena merupakan tahun terakhir implementasi Protokol Kyoto yang berarti perlu adanya aturan baru atau pendukung post-Kyoto dalam hal adaptasi, mitigasi perubahan iklim setelah tahun ini. Selain itu lagi, saya pernah baca form pendaftaran UNEP TUNZA (Youth Environmental Networks in Asia-Pasifik) dalam salah satu point referee menyebutkan point 'Apakah delegasi ini aktif dalam WOSM/WAGGGS?'. Yang berarti menjadi anggota WOSM merupakan salah satu penilaian plus bagi penerimaan delegasi TUNZA. (sayangnya pendaftaran sudah berakhir akhir Maret lalu) Hal-hal itu membuktikan, kita bukan hanya selebar daun kelor :) (untuk mereka yang merasa kita masih kecil dan tambahan info) Salam Annisa Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ --------------------- Be Prepared Sekali Pramuka tetap Pramuka --------------------- Pramuka email addresses: Post message: [email protected] Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------Yahoo! Groups Links ------------------------------------ --------------------- Be Prepared Sekali Pramuka tetap Pramuka --------------------- Pramuka email addresses: Post message: [email protected] Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------Yahoo! Groups Links --------------------------------- New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! [Non-text portions of this message have been removed]

