Sejak bulan Januari 2009 sy mendapat kesempatan sbg konsultan Unicef utk membantu mereka dalam melakukan lokakarya nasional Kesiapsiagaan terhadap Pandemic Influenza di Indonesia, pesertanya adalah instansi pemerintah dan non pemerintah dr kalangan non medis, termasuk di dalamnya Pramuka kami libatkan. Lokakarya ini dilakukan dikarenakan krn telah dipredisksi akan datangnya pandemi influenza, bisa yg diakibatkan oleh virus H5N1 (Flu burung) atau Virus baru. Langkah apa yg dilakukan setiap instansi jika sistem penyebaran/penukaran sdh bermutasi dr fase 3 (unggas/binatang ke manusia) menjadi fase 4 (manusia ke manusia) bahkan sampai fase 6 (penularan melalui airbond). Dan ternyata unsur non medis belum siap sama sekali jika pandemi datang, pdhal peran non medis sgt besar dlm melakukan isolasi agar penyebaran tdk semakin luas.
Indonesia sendiri sdh pernah mengalami pandemi influenza yaitu pd thn 1918, jutaan manusia meninggal, bbrp minggu yg lalu sy mengadakan lokakarya ini di tana toraja, sempat tim kami mencari data menganai hal ini, dan kami mendapatkan seorang nara sumber yg valid dan bbrp bukti berupa kerangka manusia, beliau katakan pd thn 1918 hampir 50% orang Toraja meninggal. So apakah kita akan berdiam diri menunggu kehadirannya, yg ternyata prediksi WHO mengenai datangnya pandemi secara berkala telah menjadi kenyataan atau kita akan melakukan sesuatu? Bukan saatnya kita saling menyalahkan, tp saatnya kita melakukan tindakan preventif saat ini agar indonesia aman dr virus tsb. Paling mudah saat ini adalah seleksi penumpang di bandara maupun pelabuhan, spt yg telah dilakukan di negara lain. Jika ada yg mau ngobrol masalah ini, kebetulan tgl 28 april s.d 1 mei lokakarya ini akan kami adakan di brastagi, sumut, silahkan jika ada yg mau datang. Life for Success Salam Trainer Regards, HENDRY RISJAWAN www.trainersclub.or.id <http://www.trainersclub.or.id/> [email protected] _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of ayomahar Sent: Senin, 27 April 2009 3:08 To: [email protected] Subject: Re: [Pramuka] OOT: WHO Peringatkan Flu Babi Bisa Menyebar ke Seluruh Dunia artikel ini sempat ditanggapi oleh seorang teman saya, dokter militer, pernah bertugas di beberapa negara, juga pernah jadi volunteer untuk korban perang. Alamaaak, negara berkembang memang jadi korban mulu, korban penyakit dan korban operasi klandestin! apakah artikel tersebut bisa dijelaskan begini, misalnya...: 1. sebenarnya itu pengumuman bahwa "project" flu babi berhasil dikembangkan.. 2. merupakan press release bahwa flu babi akan segera didistribusikan ke seluruh negara terutama negara berkembang yang proteksi kesehatan terhadap warganya rendah. 3. merupakan IKLAN untuk jual obat, bahwa tiap negara sudah bisa mulai memesan mulai sekarang atau masing2 depkes tiap negara beli resep bahan2 racikan pembuatan obatnya. WHO, masihkah dan akankah terus menjadi perpanjangan tangan-tangan kotor pebisnis farmasi? Yahoo! Toolbar kini dikuasa dengan Search Assist.Muat turunnya sekarang. http://malaysia. <http://malaysia.toolbar.yahoo.com/> toolbar.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

