Pada tanggal 11 Mei 2009, Dubes RI untuk Lebanon, Bagas Hapsoro menghadiri undangan Latihan Bersama antara UNIFIL Maritime Task Force (MTF) dan Angkatan Laut Lebanon di laut territorial Lebanon. Undangan yang disampaikan oleh Komandan MTF asal Belgia, Rear Admiral Jean Thierry Pynoo ini juga dihadiri Dubes Belgia dan media massa lokal Lebanon.
Dalam pemaparannya di atas kapal KRI Diponegoro, Komandan MTF menjelaskan tujuan utama latihan bersama ini adalah untuk menunjukkan kepada publik Lebanon bahwa KRI Diponegoro yang baru bergabung telah terintegrasi secara penuh kedalam MTF. Hingga saat ini, misi pengawasan dan patroli MTF sangat efektif dalam mencegah penyelundupan senjata yang menyebabkan kondisi yang relatif stabil bagi Lebanon dan kawasan di sekitarnya. Setelah melaksanakan pemaparan, seluruh undangan menaiki kapal Belgia, Leopold I untuk mengikuti jalannya Latihan Bersama. Kapal Leopold I bertindak sebagai kapal yang dicurigai dan kemudian dicegat oleh KRI Diponegoro dan kapal patroli Angkatan Laut Lebanon. Skenario diawali dengan adanya gerakan kapal asing yang mencurigakan dari jarak 20 mil dari KRI Diponegoro dan telah berada di laut wilayah Lebanon. Segera KRI membuka komunikasi dan menanyakan identitas kapal asing tersebut. Kemudian helikopter KRI Diponegoro ditugaskan terbang mendekati dan mengelilingi dari jarak 150 meter dari kapal yang dicurigai untuk memastikan tidak ada perlawawan bersenjata dari dari Leopold-1. Sebanyak 2 regu pasukan Kopaska dan marinir awak KRI Diponegoro serta Angkatan Laut Lebanon dengan menggunakan 3 speedboat merapat dan naik ke atas Leopold I untuk memeriksa dan menggeledah kapal. Setelah memeriksa dan menangkap 3 orang yang dicurigai, akhirnya menggiring kapal yang menyelundup ke perairan Lebanon tersebut ke pelabuhan terdekat di Lebanon. Simulasi interdiction ini berjalan dengan ketepatan waktu sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. Kepala Staf Angkatan Laut Lebanon, Laksamana Ali El-Moallem kepada media massa menyatakan sangat puas dan bangga dengan latihan bersama ini. Laksamana El-Moallem juga sangat menghargai kerjasama antara KRI Diponegoro dan Angkatan Laut Lebanon yang dirasakan sangat bermanfaat untuk peningkatan kemampuan Angkatan Laut Lebanon Beberapa pejabat MTF dan Angkatan Laut Lebanon juga mengakui cepatnya KRI Diponegoro beradaptasi dengan MTF ini sangat mengesankan dan terbukti dari Latihan Bersama ini bahwa KRI Diponegoro dapat mengemban prinsip tugas MTF, yaitu efektif dan credible. Kehadiran KRI Diponegoro dalam MTF UNIFIL membuka mata dunia internasional bahwa Indonesia sebagai negara non-Eropa dapat membuktikan kemampuannya untuk bekerjasama dan mengimbangi negara-negara yang dianggap telah maju dalam sistem pertahanannya. (Sumber: KBRI Beirut) [Non-text portions of this message have been removed]

