--- On Tue, 5/26/09, agustine ashrie <[email protected]> wrote:

From: agustine ashrie <[email protected]>
Subject: [kom'05] Gaji mama berapa?
To: "komunikasi 2005" <[email protected]>, "ybo pgi" 
<[email protected]>
Date: Tuesday, May 26, 2009, 7:39 AM











    
            
            


      
      Seperti biasa Joice, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka 
di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,Sarah, 
putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. 
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?" sapa Joice sambil 
mencium anaknya.Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang Dan baru 
terjaga ketika Ia akan berangkat ke kantor pagi Hari.Sambil membuntuti sang 
Mama menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Mama pulang. Sebab aku 
mau tanya berapa sih gaji Mama ?""Lho tumben, kok nanya gaji Mama ? Mau minta 
uang lagi, ya ?""Ah, enggak. Pengen tahu aja, soalnya Papa selalu pulang sore 
tapi pergi lagi katanya mau cari tambahan buat Mama, Berarti Mama masih 
kekuranganuang. "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap Hari Mama bekerja
 sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-.! Setiap bulan rata-rata dihitung 22 
hari kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang
 Sabtu

 Mama masih lembur. Jadi, gaji Mama dalam satu bulan berapa, hayo ?"Sarah 
berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Mamanya 
meletakan tas kerja dan melepas sepatu sambil menyalakan televisi.Ketika Joice 
beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo 
satu Hari Mama dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam,berarti satu jam Mama digaji 
Rp. 40.000,- dong" katanya."Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" 
perintah Joice Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Mamanya berganti 
pakaian, Sarah kembali bertanya, "Mama, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- 
enggak ?""Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam 
begini ? Mama capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah". "Tapi Mama..."Kesabaran 
Joice pun habis. "Mama bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil 
itu pun berbalik menuju kamarnya.Usai mandi, Joice nampak menyesali hardikanya. 
Ia pun menengok Sarah di kamar
 tidurnya.

 Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedangterisak- isak pelan 
sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring Dan mengelus 
kepala bocah kecil itu, Joice berkata, "Maafkan Mama, Nak, Mama sayang sama 
Sarah. Tapi buat apa sih minta uangmalam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, 
besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Mama kasih" jawab 
Joice"Mama, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau 
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".."lya, iya, tapi buat 
apa ?" tanya Joice lembut."Aku menunggu Mama dari jam 8. Aku mau ajak Mama main 
ular tangga. Tiga puluh menit aja. Jadi, aku mau ganti waktu Mama. Aku buka 
tabunganku, hanya Ada Rp. 15.000,- tapi karena Mama bilang satu jam Mama 
dibayar Rp. 40.000,! - maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi 
duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Mama" kata Sarah 
polos.Joice pun terdiam. IA kehilangan
 kata-kata.
 Dipeluknya

 bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata 
limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" 
kebahagiaan anaknya.


Bagaimana dgn kita ????

        
         
        
        


        


        
        
        
        
        






      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke