Didalam sosok Bahasa sebenarnya ada dimensi-dimensi ekspresi yang
kadang kala justru melebihi manifestasi bahasa verbal yang biasa di
ucapkan alat-alat tutur manusia.

Bahasa selain memiliki dimensi verbal, memilki pula segi-segi ekspresi
yang sifatnya kadang-kadang emotif. Sehingga bahasa dapat
memberitahukan asal orang yang menggunakannya. Seperti peribahsa melayu
yang berbunyi bahasa menunjukkan Bangsa.

Bahasa yang tidak memiliki jiwa raga seperti manusia, namun jika
dianggap sebagai entitas organic juga bisa mati. Bahasa yang mati
disebabkan tekanan-tekanan bahasa lain yang hidup bersamanya atau
mungkin bahasa lain yang hidup membawahinya.

Bahasa yang mati, bahasa yang bunuh diri atau bahasa yang membiarkan
dirinya di pepet dan dihabisi bahasa lain sesungguhnya bisa terjadi
hanya karena masyarakat atau guyur tutur yang menjadi pemilik bahasa
melakukan tindakan pemarjinalan dan pembunuhan terhadap bahasa.

Bahasa Indonesia yang kita gunakan memiliki beberapa dialek etnik atau
dialek ras dan sejumlah unsur yang sifatnya gado-gado. Sebab bahasa
Indonesia lebih banyak terpengaruh oleh bahasa-bahasa lain terutama
bahasa-bahasa daerah. Bahkan sudah sekian banyak bahasa asing yang pada
akhirnya di anggap sebagai Bahasa Indonesia. namun pengadopsian
bahasa-bahasa lain menjadi bahasa Indonesia tidak memberikan
perkembangan yang baik. Seperti bahasa Inggris sebenarnya semula hanya
di gunakan oleh para penutur yang relative terbatas jumlahnya namun,
karena daya ungkap dan kemampuannya terus di kembangkan dan senatiasa
di jaga kemekarannya hingga menjangkau tataran dan ranah yang demikian
luas, kini bahasa inggris bisa menjadi bahasa yang amat bermartabat dan
berwibawa.

Kreativitas berbahasa, secara sosial lingguistik, selalu melahirkan
fenomena kebahasaan baru. Ada fenomena kebahasaan yang wajar, tetapi
ada pula fenomena kebahasaan yang kurang wajar alias aneh.

Untuk itu harus ada upaya kolosal lewat berbagai ranah untuk menghadang
laju arah dinamika bahasa-bahasa lokal yang terus mundur atau melorot
guna mengembangan Bahasa Indonesia yang baik menuju Bahasa yang
bermartabat dan berwibawa.

--
Posting oleh anjos ke Bahasa kemenanganku pada 6/19/2009 02:38:00 PM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke