Mohon maaf, yang seperti ini menurut saya tidak layak masuk milist Pramuka,gak nyambung blas
2009/8/21 rm.maryo <[email protected]> > > > "Barangsiapa terbesar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu" > (Rut 2:1-3.8-11;4:13-17; Mat 23:1-12) > > "Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, > kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi > Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan > kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena > mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban > berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak > mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya > dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang > panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat > terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan > suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya > satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa > pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. > Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu > Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. > Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa > merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Mat 23:1-12), demikian kutipan Warta > Gembira hari ini. . > > Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Maria, Ratu, > hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: > • Raja atau Ratu pada umumnya dilayani oleh banyak orang dan setiap kali > memberi perintah kepada para pelayannya pasti langsung dikerjakan dengan > baik. Juga ada raja atau ratu yang diktator, yang bertindak sewenang-wenang > terhadap bawahan atau para pembantunya. Dalam arti tertentu fungsi raja atau > ratu juga dilaksanakan oleh siapapun yang menjadi pimpinan dalam hidup > bersama, maka dengan ini kami mendambakan untuk hidup dan bertindak dengan > semangat melayani, sebagaimana juga dihayati oleh Bunda Maria, Ratu dan > teladan hidup beriman, "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia > menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan > barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan", demikian sabda Yesus. > Melayani berarti senantiasa membahagiakan dan meringankan beban bagi yang > dilayani serta tidak "mengikat beban-beban berat lalu meletakkannya di atas > bahu orang tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya". Marilah kita > bercermin pada para pelayan atau pembantu rumah tangga yang baik. Pelayan > yang baik pada umumnya bekerja keras, rendah hati, ceria, gembira, dinamis, > jarang atau tidak pernah mengeluh, menggerutu, marah-marah dst.. > Keutamaan-keutamaan macam itu hendaknya dihayati oleh siapapun yang > berfungsi sebagai pemimpin dalam hidup bersama dimanapun dan kapanpun. > Secara organisatoris semangat melayani dalam diri pemimpin antara lain > menghayati kepemimpinan partisipatif: banyak mendengarkan keluhan, dambaan, > harapan, dst.. dari yang dipimpin serta melibatkan semua anggota dalam > perencanan dan pelaksanaan aneka program dan kegiatan. > • "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke > ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah > dekat pengerja-pengerjaku perempuan.Lihat saja ke ladang yang sedang disabit > orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah > memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika > engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok > oleh pengerja-pengerja itu."(Rut 2:8-9), demikian kata Boas, orang kaya > raya, kepada Rut. Suatu perhatian penuh kasih saya dan belaskasih itulah > yang terjadi dalam diri Boas terhadap Rut. Apa yang dilakukan oleh Boas > kiranya dapat menjadi teladan bagi para `bos' dimanapun dan kapanpun. > Hendaknya mereka yang merasa menjadi `bos' atau atasan senantiasa > memperhatikan dengan penuh kasih sayang dan belas kasih kepada bawahan atau > pembantunya. Seoptimal mungkin setiap anggota pernah memperoleh sentuhan, > sapaan kasih dari `bos', sehingga mereka merasa berada di dalam hati `bos'. > Sebaliknya sang `bos' juga menempatkan semua anggota atau bawahannya dalam > hatinya, agar setiap saat dapat memperhatikan mereka. Sekiranya perhatian > langsung dan secara phisik tidak mungkin, baiklah diusahakan secara > spiritual atau rohani, yaitu dengan berdoa: mendoakan satu per satu mereka > yang menjadi anggota atau bawahannya. Berdoa kiranya dapat dilakukan > dimanapun dan kapanpun. Baiklah para pemimpin, atasan atau bos, kami > harapkan setiap hari mendoakan anggota, bawahan atau yang dimimpin, seperti > seorang ibu yang tidak akan pernah melupakan anak-anaknya. > > "Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan > yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, > berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti > pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon > zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang > laki-laki yang takut akan TUHAN" > (Mzm 128:1-4). . > Jakarta, 22 Agustus 2009 > Note: renungan sebelumnya, buka: www.ekaristi.org. > ign.sumarya sj > > > -- andi [Non-text portions of this message have been removed]

