Ya lumayan jg khotbahnya, ternyata radikalisme (yg intoleran) tdk hanya monopoli sebagian pemeluk islam tapi bisa jg oleh kalangan sebagian pemeluk kristen atau agama2 lain dan juga pramuka he2.... Salam
-dmar- Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: andi iswoyo <[email protected]> Date: Sat, 22 Aug 2009 08:26:58 To: <[email protected]> Subject: Re: [Pramuka] 23 Agst Mohon maaf kalo mau kutbah di gereja aja pak, Pramuka bukan forumnya 2009/8/22 Rm Maryo <[email protected]> > > > > > Mg Biasa XXI : Yos > 24:1-2a.15-17.18b; Ef 5:21-32; Yoh 6:60-69 > > "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" > > “Maju kena, mundur kena”, itulah kiranya yang menjadi motto Nordin M > Top bersama anak buah yang telah direkrutnya. Mereka yang telah berhasil > dikuasai oleh Nordin sungguh maju dan percaya kepadanya, sehingga rela > untuk > mati, menjadi korban bunuh diri. Namun, konon juga ada di antara mereka > yang > mengundurkan diri dari Nordin, karena berbagai alasan. Jika dicermati > memang > Nordin sungguh cerdas dan luar biasa, karena dapat meyakinkan orang > sedemikian > rupa sehingga orang yang bersangkutan rela mati dengan bunuh diri sambil > meledakkan bom, yang mencelakakan banyak orang. Apa yang dikatakan dan > dilakukan oleh Nordin bagi para pengikutnya merupakan kekuatan luar biasa > yang > dapat mempengaruhi hidup mereka. Mereka rela meninggalkan isteri dan > anak-anaknya serta keluarganya. Mungkin kata-kata atau tindakan yang > dilakukan > oleh Nordin sangat keras, dan kiranya sulit dipahami oleh banyak orang. Apa > yang dikatakan dan dilakukan oleh Yesus juga dinilai keras oleh para > pendengarNya, maka mereka berkata :”Perkataan > ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"(Yoh 6:60), dan > memang banyak orang, yang semula mengikuti Yesus, mengundurkan diri. > Melihat > banyak orang mengundurkan diri Yesus bertanya kepada para rasul: “Apakah > kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh > 6:67), dan Petrus atas nama para rasul menjawab: "Tuhan, kepada siapakah > kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah > perkataan hidup yang kekal;dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau > adalah > Yang Kudus dari Allah."(Yoh 6:69-69). > > > > “Apakah > kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67). > > > > Pertanyaan Yesus kepada para > rasul ini kiranya baik kita pakai sebagai pertanyaan kepada diri kita > masing-masing atau saudara-saudari kita, terkait dengan panggilan dan tugas > pengutusan yang telah dihayati dan diterimanya. Hidup terpanggil, entah > sebagai > suami-isteri, imam, bruder atau suster atau wadat/tidak menikah, kiranya > sarat > dengan tantangan, hambatan dan godaan yang dapat membuat orang tidak setia > pada > panggilan atau meninggalkannya. Berbagai tantangan, godaan dan rayuan > duniawi > rasanya telah membuat beberapa pastor, bruder, suster, bapak/ibu, pelajar, > mahasiswa/, pekerja dst.. kurang setia pada panggilan dan tugas > pengutusannya, > atau bahkan mengundurkan diri dari panggilan dan tugas. Maka, meskipun ada > ketidak-jelasan atau keragu-raguan, marilah kita meneladan Petrus, yang > berkata > :”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? > PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan > tahu, > bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah”. > > > > Panggilan dan tugas pengutusan > kita adalah berasal dari Allah, yang kita terima melalui saudara-saudari > kita > yang baik hati: sentuhan, sapaan dan kebersamaan yang kita alami. > “Perkataan > Tuhan” antara lain telah diterjemahkan ke dalam aneka janji yang pernah > kita > ikrarkan, antara lain janji baptis, dimana kita berjanji untuk “hanya mau > mengabdi Tuhan saja dan menolak > semua godaan setan”, maka marilah kita mawas diri perihal janji ini: > > 1) > “Hanya mau > mengabdi Tuhan saja”. Tuhan hidup dan berkarya dalam semua ciptaanNya, > terutama dalam diri manusia, ciptaan terluhur dan termulia di dunia ini. > Maka > ‘mengabdi Tuhan’ antara lain berarti saling mengabdi atau melayani antar > kita > dimanapun dan kapanpun. Jika dalam hidup dan bekerja bersama kita dapat > saling > melayani dengan baik satu sama lain kiranya tidak ada seorangpun yang akan > mengundurkan diri dari panggilan dan tugas pengutusan atau kewajibannya. > Memang > hidup atau bertindak melayani berarti harus bekerja keras tanpa kenal lelah > dengan ceria, gembira, dinamis, cekatan, cermat, teliti, dst.. , dengan > kata > lain memang cukup berat. Namun ketika kita dapat selalu gembira dan ceria > semuanya akan menjadi ringan adanya. Kebahagiaan sejati akan kita alami > atau > nikmati jika kita dapat melayani sesama dengan baik. > > 2) > “Menolak semua > godaan setan”. Godaan setan pada masa kini antara lain menggejala dalam > aneka bentuk tawaran atau rayuan kenikmatan dunia yang terkait dengan harta > benda/uang, seks, pangkat, jabatan atau kehormatan duniawi. Karena atau > oleh > harta benda/uang atau seks orang menjadi tidak setia pada panggilan dan > pengutusan, antara lain dengan bekerja seenaknya dan korupsi. Orang yang > melakukan hubungan seks bebas atau di luar nikah, pada umumnya yang > bersangkutan juga tidak beres dalam hal pengurusan harta benda atau uang, > dan > dengan demikian juga dengan pekerjaan atau tugas pengutusan. Maka marilah > kita > tolak godaan setan yang menggejala dalam bentuk tawaran atau rayuan harta > benda, uang atau seks, yang marak pada masa kini. > > > > “Rahasia > ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” > (Ef 5:32). > > > > Paulus menggambarkan ‘hubungan > Kristus dan jemaat’ bagaikan hubungan antar suami-isteri yang baik, setia > satu > sama lain dalam saling mengasihi sampai mati. “Tidak pernah orang membenci > tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan > merawatinya” (Ef 5:29), demikian > gambaran Paulus perihal hubungan suami-isteri yang baik dan setia. Bukankah > dalam hal ini anda para suami-isteri punya pengalaman: saling mengasuh dan > merawat tubuh masing-masing, sehingga menjadi satu tubuh dalam persetubuhan > atau hubungan seks? Saling telanjang satu sama lain dan tidak ada yang > bagian > tubuh luar yang ditutupi, dan juga tiada malu, ragu-ragu maupun sedih. > Hubungan > yang terbuka, apa adanya, jujur, polos, dst. itulah yang terjadi antar > suami-isteri. > > > > Sebagai umat Allah atau orang > yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk berhubungan mesra > denganNya. Kita semua adalah anggota tubuh Kristus, yang memang berbeda > satu > sama lain, sebagaimana anggota tubuh kita juga berbeda satu sama lain. > Sebagai > sesama anggota tubuh kita dipanggil untuk saling mengasuh dan merawat > dengan > penuh kasih, lemah lembut dan rendah hati. Berbicara perihal ‘mengasuh dan > merawat’ kiranya kita perlu mencermati pengasuh atau perawat yang baik, > entah > merawat manusia, binatang maupun tanaman. Pengalaman menunjukkan bahwa > fungsi > perawat di rumah sakit, yang mengasuh dan merawat para pasien setiap hari > cukup > menentukan proses penyembuhan pasien yang bersangkutan. Perawat yang baik > memang selalu rendah hati, lemah lembut, ceria, penuh senyuman, cekatan, > tanggap alias tidak pernah marah, menggerutu atau mengeluh ketika dimintai > tolong oleh pasien atau harus merawat pasien yang cerewet atau ‘bawel’. > > > > Sebagai tanda atau > gejala bahwa kita berhubungan mesra dengan Tuhan berarti dalam hidup > bersama > kita dimanapun dan kapanpun senantiasa dijiwai oleh rendah hati, lemah > lembut, > ceria, penuh senyuman, cekatan dan tanggap, tidak mengeluh, menggerutu atau > marah-marah, dan dengan demikian kebersamaan hidup kita senantiasa menarik > dan > memikat. Cara hidup dan bertindak yang demikian itu dapat menjadi bentuk > ‘pewartaan ataui marketing’ dan kiranya merupakan bentuk utama dan terutama > yang tak dapat digantikan dengan bentuk lain. Mereka yang melihat > kebersamaan > hidup kita akan tergerak untuk semakin berbakti kepada Tuhan atau > memperdalam > hidup beriman, dan kiranya dari hati dan mulutnya keluar kata-kata > ini:"Jauhlah dari pada kami meninggalkan > TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!”(Yos 24:16) > > > > “Wajah > TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan > kepada > mereka dari muka bumi.Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka > TUHAN > mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.TUHAN itu dekat > kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang > remuk > jiwanya.Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari > semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. > Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar > akan > menanggung hukuman. TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang > yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman” (Mzm 34:17-23) > > > > Jakarta, 23 > Agustus 2009Note: renungan sebelumnya, buka: www.ekaristi.org. > > Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! > otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. > Dapatkan IE8 di sini! > http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- andi [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ --------------------- Be Prepared Sekali Pramuka tetap Pramuka --------------------- Pramuka email addresses: Post message: [email protected] Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------Yahoo! Groups Links

