betul sekali, semua pembina idealnya memang harus mengetahui metode pembinaan
di semua golongan, namun perlu kita cermati, "leader is not a God" dan bahwa
seorang pembina akan lebih mengerti kondisi peserta didik sesuai golongannya
dengan pertimbangan :
1. sesuai dengan golongan dimana dia minimal pernah membina atau
2. sesuai dengan golongan dimana dia mahir atau
3. sesuai dengan golongan dimana dia pernah mengalami
sehingga ketika berpendapat, pendapatnya akan lebih "mengena" dan lebih
"real"...
agama pun mengajarkan "serahkanlah suatu perkara pada ahlinya", deal?
saya belum pernah siaga, belum pernah membina siaga apalagi jd mahir siaga, jd
maaf kl pendapat sy salah mengenai berkemah untuk siaga, namun suatu bahan
pertimbangan saja coba tengok perkemahan adik-adik penggalang usia 13-an atau
kelas 7 SMP yang kadang kala menjadi sulit ketika :
1. banyak yang menangis di malam hari
2. ada yang takut keluar, kemudian mengompol
3. berlarian kesana kemari di kala siang sehingga kadangkala menjadi sulit
dicari
4. berkelahi
5. dll (apalagi kalau tempatnya berresiko tinggi)
memang, itu semua resiko pembina dan disitulah pembina akan berperan lebih
dalam memberikan pembinaanya, namun tetap, itu penggalang, coba bayangkan kalau
siaga...
sekali lagi maaf kalau saya salah, jadi berkemah untuk siaga... silahkan aja
dech yg lebih mengerti untuk berpendapat... mksh...
tetap memandu,
Bram Aditya
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]