Kakak-kakak, berikut wawancara panjang Koran Tempo edisi Minggu, 1/11/2009 
halaman A5 dengan Menegpora Andi Alfian Mallarangeng (versi pdf-nya bisa 
dilihat di http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2009/11/01/index.shtml). Kak Dede 
sudah memberi komentar di bagian bawahnya. Salam pramuka. 

--------------> 
Andi Alifian Mallarangeng, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga:

Saya Ingin Membuka Ruang untuk Pemuda

Menempati pos baru sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian 
Mallarangeng, 46 tahun, merasakan suasana baru yang dia rasa lebih fun dari pos 
sebelumnya, juru bicara kepresidenan. Lebih dari itu, di kementerian yang, 
menurut dia, "kecil" itu, banyak tugas menanti. Selain mendorong orang-orang 
muda menjadi lebih kreatif dan berprestasi, pencinta tenis dan sepeda itu ingin 
merevitalisasi Pramuka. "Saya ingin Pramuka lebih 'seksi', tidak terkesan 
'jadul'," ujar pria yang pintar memasak berkat ikut Pramuka itu.
Lebih jauh mengenai rencana berkaitan dengan kepemudaan, Andi Mallarangeng 
memaparkannya kepada wartawan Tempo Akbar Tri Kurniawan, Endri Kurniawati, dan 
Ezther Lastania. Wawancara berlangsung pada Kamis lalu di kantor Kementerian 
Negara Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta. Berikut ini petikannya.


Bagaimana rasanya berkantor di sini?

Di sini (kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga) lain, ya, (tertawa). 
Lebih fun. Meski sama-sama fun, di sana (Istana), pertanyaannya (wartawan) 
berat-berat.

Banyak anak muda menunjukkan rasa nasionalisme tanpa dukungan pemerintah, 
bagaimana pemerintah merespons hal itu?

Saya senang, itu mandiri. Saya sedang mendamaikan KNPI (Komite Nasional Pemuda 
Indonesia) karena terjadi dualisme di organisasi itu. Mendamaikan ini 
mengganjal karena, di belakang KNPI, ada organisasi-organisasi kepemudaan. Saya 
senang karena tidak terlibat (dalam konflik itu) selama ini. Saya netral. 
Saya tidak akan memaksa mereka (yang berkonflik) berdamai. Urusan saya dengan 
seluruh orang muda. Banyak orang muda yang tidak ada urusannya dengan KNPI dan 
organisasi kepemudaan tapi mereka berkreasi, berproduksi, beraktivitas luar 
biasa. 

Apa pendapat Anda tentang KNPI dan organisasi kepemudaan itu?

Tema peringatan hari Sumpah Pemuda saya ubah menjadi "pemuda bersatu, Indonesia 
bangkit dan maju". Itu pesan kepada elite pemuda, tokoh-tokoh pemuda untuk 
merenungkan kembali persatuan. Seperti pemuda pada 1928, yang waktu itu 
bercita-cita mendirikan negara. 
Sekarang negara sudah ada, tidak perlu teriak revolusi, merdeka, dan bambu 
runcing. (Yang diperlukan adalah) bagaimana orang muda mengisi negara dengan 
beragam potensi, kreasi, dan inovasi. Maka saya sambut baik kalau ada anak muda 
yang bisa melakukan aktivitas tanpa ada dukungan, tergantung negara, KNPI. KNPI 
tetap saya anggap penting, terutama di daerah, karena di daerah organisasi 
pemuda tidak banyak, sehingga wadahnya KNPI dan organisasi kepemudaan. 

Anak-anak muda bisa tumbuh dan berkembang. Saya ingin negara memfasilitasi, 
membuka ruang untuk mengaktualisasi diri. Saya ingin menjamin mereka bisa 
bergerak di mana pun (di bidang): di politik, ekonomi, sosial. Mau jadi 
wartawan, aktivis LSM, ilmuwan, atau atlet, ini pilihan profesi dan aktivitas 
masing-masing. Negara mendorong, memfasilitasi, menjamin supaya mereka bisa 
melakukan dengan leluasa.

Maksudnya memfasilitasi?

Membuka ruang. Saya ingin mempromosikan pengarusutamaan pemuda dan olahraga. 
Kementerian ini kecil, baik organisasi maupun dananya. Tapi, kalau swasta dan 
pemerintah melakukan pengarusutamaan pemuda dan olahraga, akan bagus. Misalkan 
tata ruang di setiap daerah. Pemda bisa menetapkan ruang-ruang publik bagi 
pemuda dan olahraga. Pembangunan perumahan, ada sarana fasilitas umum, ada 
ruang untuk aktivitas pemuda dan olahraga. 
Saya ingin bicara dengan pemerintah kota supaya merevitalisasi gelanggang 
remaja dan olahraga. Biasanya pemerintah kota lebih mengutamakan olahraga. Tapi 
seharusnya seperti Bulungan, Jakarta. Di sana tidak hanya ada olahraga, tapi 
ada teater remaja, kegiatan kesenian. Pemerintah pusat dan daerah juga harus 
memfasilitasi supaya ada ruang publik sebagai wahana pemuda berkreasi. 
Saya ingin merevitalisasi Pramuka atau kepanduan. Sekarang ini tidak jelas 
bagaimana peran negara dalam memfasilitasi kepanduan. Padahal Pramuka luar 
biasa dalam pembinaan karakter anak muda, keterampilan, kemandirian, kerja 
sama, tolong-menolong. Tapi sekarang kesannya "jadul".

Apa yang akan dilakukan agar "generasi MTV" ini tertarik pada Pramuka?

Saya mau Pramuka itu "seksi". Organisasi apa pun, bahkan sampai perusahaan, 
setiap tahun pasti melakukan outbound. Itu kan (kegiatan) Pramuka. Waktu ikut 
Pramuka, kami senang bikin regu-regu, bikin tandu. Saya bisa memasak karena 
Pramuka. Waktu saya di Yogya dan Amerika, saya masak, ya, karena Pramuka. Ini 
bukan soal memasak, melainkan kemandirian, belajar tolong-menolong. Saya ingin 
Pramuka lebih "seksi", tidak terkesan "jadul". Itu konkret sekali. 
Dalam Undang-Undang Kepemudaan, yang dianggap pemuda adalah usia 16-30 tahun. 
Ini kesempatan untuk revitalisasi dan regenerasi. Ada aktivis pemuda anaknya 
juga aktivis pemuda. Kemarin, dalam pelantikan pengurus Pemuda Katolik, saya 
lihat pengurus yang baru saja dilantik ini di atas 30 tahun. Saya bilang, 
"Tugas Anda regenerasi supaya generasi selanjutnya dapat melanjutkan tongkat 
estafet sendiri." 
Saya ingin kegiatan Pramuka, organisasi kepemudaan, badan eksekutif mahasiswa, 
karang taruna, mahasiswa pencinta alam bersama-sama bersinergi, beraktivitas 
bersama, saling tukar pengalaman.

Bagaimana mensinergikan organisasi-organisasi itu?

Saya sedang berpikir membuat camp, seperti jambore atau apa pun namanya, yang 
diikuti organisasi kepemudaan, BEM yang suka demo, (hingga) karang taruna yang 
bergerak di bidang sosial. Ini akan bersama-sama membentuk karakter. Ciri-ciri 
pemuda seperti ini memiliki semangat untuk hidup, punya karakter, dan 
keterampilan, lalu peduli terhadap lingkungan dan bangsanya. Apalagi mereka 
bisa mempengaruhi secara positif. 
Kemarin ada Urban Festival di Ancol. Ada yang suka seminar, extreme sport. Itu 
bagus, anak-anak muda berkumpul semua. Itu juga sesuatu yang penting. Mereka 
tidak terkotak-kotak dan, kalau ada pikiran-pikiran aneh, cepat terdeteksi. 
Misalkan pikiran-pikiran ekstrem, mau menjadi "pengantin" (pelaku bom bunuh 
diri). Kalau saling bergaul, mereka akan sadar dengan sendirinya. Orang-orang 
yang ingin menjadi "pengantin" itu kan terisolasi dari lingkungannya, akhirnya 
mereka di-brain wash. Dia tidak tahu kalau pikirannya salah karena jarang 
berjumpa dengan yang lain yang berbeda dengan dia. 
Saya ingin remaja masjid bertemu dengan karang taruna, Pramuka, teater, mereka 
yang suka extreme sport. Pokoknya life is fun, life is healthy, dan hidup itu 
sesuatu yang exciting. Karena pemuda, dia belajar, punya pikiran luas dan mau 
bekerja keras. Lingkungan kita, pemerintah, keluarga, masyarakat mendukung. 
Tugas saya berkoordinasi dengan kementerian lain. 

Ada banyak orang muda yang mandiri, berprestasi, tapi tidak terorganisasi, 
bagaimana merespons mereka?

Saya melihatnya tidak seperti itu. Kita lihat ke mana muara mereka, sukanya 
apa? Extreme sport, misalkan, sebelumnya marginal. Sekarang sudah ada 
turnamennya di tingkat Asia Tenggara. Ini menjadi sehat. Anak-anak punk, kalau 
disalurkan ke bentuk-bentuk olahraga seperti itu, bisa. 
Saya lihat di Makassar itu sudah ada extreme sport ini. Rambut yang mohican, 
pakai tato, itulah saluran mereka. Bagi saya, it's fine, mereka bisa 
berprestasi di situ. Dulu yang namanya panjat tebing, sekarang masuk extreme 
game, dulu hanya mahasiswa pencinta alam, sekarang sudah ada di tengah kampus. 
Ukuran saya, selama tidak melakukan kekerasan, mempromosikan kekerasan. 

Beberapa kelompok sebenarnya memiliki nasionalisme tinggi, tapi, karena 
beberapa kasus seperti maraknya korupsi, mereka marah kepada pemerintah.
Bukan marah, yang ada optimisme ingin kaya, ingin terkenal. Saya lihat begini, 
bagaimana Menpora melihat anak-anak muda yang sering tawuran dan kena narkoba? 
Kalau dilihat yang tawuran biasanya, ya, cuma itu saja kampusnya. Tidak melebar 
ke mana-mana, ada kampus tertentu, karena tradisi tertentu. Tidak bisa 
menggeneralisasi semua. Tapi itu tetap butuh penanganan khusus. 
Di SMA juga begitu. Di Jakarta ini paling SMA itu-itu juga (yang tawuran). Ada 
rantai kekerasan, tradisi kekerasan, atau apalah itu. Narkoba juga begitu, ada 
yang terlibat, tapi sebagian besar tidak. Yang lain produktif. Tinggal melihat 
mana yang lebih representatif terhadap anak muda. Bahwa ada persoalan, itu iya, 
harus jadi perhatian kita. Istilahnya dalam pepatah Afrika, seluruh kampung 
harus ikut bersama-sama mendidik mengembangkan, menumbuhkan, generasi mudanya. 
Pemerintah memfasilitasi, menciptakan ruang, membuat kesempatan itu terbuka.

Adakah grand strategy untuk membina orang muda? Banyak orang muda yang 
berprestasi bukan karena strategi pemerintah, tapi mereka berjuang sendiri.

Saya lihat film, ada sineas muda tumbuh, saya senang. Jangan lupa, lingkungan 
yang mendukung itulah yang memungkinkan lahirnya orang berprestasi itu. Negara 
sebisa mungkin membantu, tapi jauh lebih penting menciptakan lingkungan supaya 
sineas muda bisa berkembang dan berkiprah, yang mau menjadi atlet, ilmuwan, 
berkembang berkiprah.

Mereka berkembangnya di luar?

Seperti Amerika, negara menjamin dengan stabilitas politik, dengan berbagai 
institusi yang menjamin, dari hukum yang menjamin, Anda bisa berkiprah dan 
berekspresi. Ada hal-hal tertentu pemerintah memberikan langsung dana subsidi 
dan kesempatan-kesempatan lain. Ada fleksibilitas. Dalam istilah Jawa, 
pemerintah ada kalanya di depan ing ngarso sung tulodho, kadang di tengah ing 
madyo mangun karso, dan di belakang tut wuri handayani. 
Misalkan taekwondo, orang taekwondo lebih tahu bagaimana membina dan 
sebagainya. Saya akan mendukung upaya-upaya supaya pelatih dan atletnya sebisa 
mungkin mendapat kesempatan dari berbagai hal. Tapi saya tidak ikut bagaimana 
cara menemukan bibitnya.
Saya bicara dengan Ibu Rita (Ketua KONI) untuk menyelesaikan 
perbedaan-perbedaan supaya bisa berfokus mengembangkan olahraga semaksimal 
mungkin tanpa terganggu hubungan KONI dengan Menpora. Jadi peran saya 
menciptakan ruangnya, memfasilitasi. Kalau ada yang tumbuh berkembang sendiri, 
saya akan angkat topi.

Dukungannya seperti apa?

Macam-macam, pada kebijakan atau teknis. Bersama-sama KONI, apakah dukungan itu 
berupa pendanaan, beasiswa, jaminan, atau sekarang ini memberi kesempatan atlet 
menjadi pegawai negeri. Ada rumah bagi atlet berprestasi, terjamin hidupnya. 
Kami sedang membicarakan, tentu saja semampunya negara. Penghargaan yang layak 
karena mereka berhasil mengumandangkan (lagu) Indonesia Raya di luar negeri. 
Kami juga ingin anak muda tertarik menjadi atlet nasional. Supaya pola 
rekrutmen atlet semakin besar. Seperti piramida, yang ujung itulah atlet 
nasional. Mereka diambil dari tradisi olahraga, entah itu pendidikan atau 
olahraga rekreasi. 
Di Makassar dulu banyak lapangan di dusun, mereka banyak masuk PSM. Sekarang 
sudah tidak ada lapangan-lapangan itu, yang ada tinggal (Lapangan) Karebosi. 
Nah, dibutuhkan tata ruang yang bisa seperti itu. Bagaimana memastikan 
kebijakan tata ruang, use and support mainstreaming. Jadi ada advokasi. Ke 
depan, kami banyak berharap kepada mereka. Biasanya anak muda jadi wartawan, 
aktivis LSM. Mereka jago-jago, seperti Usman Hamid.

Bagaimana respons LSM?

Saya belum melakukan pendekatan khusus, biasanya mereka mengambil jarak. Mereka 
kan mengawasi negara. Bagi saya, itu sah dan luar biasa. Saya ketemu Dubes 
Indonesia untuk Afganistan. Dia bilang, di sana, selain staf-staf Kedubes, 
banyak aktivis LSM. Mereka kerja dengan UN (United Nations), Palang Merah, WWF 
(World Wildlife Fund), profesional karier di bidang kerja sosial, mereka 
digaji. Banyak dari Aceh, pernah di BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi). 
Ada sekitar 40 orang, dan banyak juga perempuan yang masih muda. Berani juga 
datang ke Afganistan. Mereka mengawali dari LSM luar negeri. Maka saya bilang 
ada saatnya negara itu stay off, tut wuri handayani. Ada saatnya negara harus 
masuk. 


BIODATA

Nama: Andi Alifian Mallarangeng
Lahir: Bone, 14 Maret 1963

Pendidikan:
- Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah 
Mada, 1984 (S-1)
- Northern Illinois University, Amerika Serikat, 1991 (master sosiologi)
- Northern Illinois University, Amerika Serikat, 1997 (doktor ilmu politik)

Pekerjaan:
- Dosen Sosiologi Universitas Hasanuddin, 1988-1999
- Anggota Komisi Pemilihan Umum, 1999-2000
- Ketua Departemen Ilmu Politik Institut Ilmu Pemerintahan, Jakarta, 1999
- Penasihat Menteri Otonomi Daerah, 2000
- Juru bicara Presiden, Oktober 2004-Oktober 2009
- Menteri Pemuda dan Olahraga, 2009-2014

Organisasi:
- Ketua Departemen Sumber Daya Manusia Partai Demokrat, 2008-sekarang
- Penasihat Komunitas Bike to Work, 2006-sekarang
- Anggota Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis (Pelti), 2008-sekarang

Penghargaan:
- Percy Buckman Prize, 1995
- Bintang Jasa Utama, 1999

Istri: Fitri Cahyaningsih
Anak: Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng, dan Mentari Bunga 
Rantiga Mallarangeng



--------------------------------------------------> 

--- Pada Sab, 31/10/09, dedemariana <[email protected]> menulis:

> Dari: dedemariana <[email protected]>
 
> Begitulah harapan menegpora di Koran Tempo 1/11/09 h.
> A6-A7. Bisakah, mampukah, maukah? bgm memulai nya dan
> darimana memulai nya? Isu dan konsep besar nya REVITALISASI
> GP: Spirit, Values, Hakikat GP, Sistem (Struktur dan
> Fungsi), SDM. Tgs siapa kah itu? Pasti jawabnya tugas dan
> tanggungjawab bersama (jwb an yg sangat klise dan normatif),
> hrs lbh diurai lagi, misal: Pemerintah, Masyarakat, Aktivis
> GP, Privat Sektor, Pencinta Pramuka, Ortu Pramuka, etc.
> Perlu diskusi "serius tapi santai" ada hasilnya (sukses)
> 
> NB: "Buat kang Jana Angga: wilujeng ngemutan bade kumaha
> ngarevitalisasi GP the supados nyumponan kahoyong juragan
> menegpora diluhur he2...."
> 
> Salam,
> 
> -dmar- 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
> 
> ------------------------------------
> 
> ---------------------
> Be Prepared
> Sekali Pramuka tetap Pramuka
> ---------------------
> 
> Pramuka email addresses:
>   Post message: [email protected]
>   Subscribe:    [email protected]
>   Unsubscribe:  [email protected]
> 
> ---------------------Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     mailto:[email protected]
> 
> 
> 


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke