Artikel Seri : Festival Petualang Nusantara 2010

Jalan Rahasia Menuju Nusantara
Oleh : Rizal Bustami

Pada awal Masehi, antara tahun 90 – 168, hidup seorang ahli matematika dan 
astronomi dari Alexandaria bernama Calude Ptolemeus. Dialah orang pertama di 
dunia yang membuat ancar – ancar letak Asia..Ptolemeus telah mengadakan 
perdagangan dengan Palembang, Sumatera - menukar kapur barus dengan keramik dan 
minyak wangi Yunani. Kemudian dia menyebut daerah tersebut sebagai Barus.Rute 
Ptolemeus Adalah Venesia, Iskandaria, Teluk Aden (Yunani), India,Barus, China 
dan kembali ke Venesia.

Di pantai barat Sumatera, di Propinsi Sumatera Utara, ada kota kecil bernama 
Barus. Disebut Barus, karena dari pelabuhan inilah kapur barus dikapalkan ke 
Mesir, Yunani, Parsi, Iskandaria dan Arabia. Disini pulalah Marcopolo dan 
Magelan pernah mendarat pertama kali di Bumi Nusantara.

Menurut mitologi Yunani, Timur Jauh adalah ujung dunia, dimana Adam dan Hawa 
diturunkan ke bumi. Asia Tenggara (Nusantara) adalah pusat chryse (emas) dan 
argse (perak). Dalam kitab Perjanjian Lama,disebut, Nabi Sulaiman pernah 
mencari ophir (emas) ke wilayah timur. Menurut kepercayaan,bahwa tanah tempat 
Sulaiman mendarat tersebut adalah Auerea Chersensus (Golden Peninsula Malaya) 
dan tepatnya di Ceylon dan Sumatera. Namun, di pantai barat Sumatera Barat, 
terdapat Gunung bernama Gunung Ophir. Pada peta umum, nama Ophir tertera dalam 
tanda kurung. Sanskerta, Pulau Sumatera disebut Perca, yaitu Pulau Perak. Kata 
Ophir, berasal dari Timur Tengah, entah Parsi, Arabia atau Mesir Kuno.

Kaphur berarti harum. Pada zaman itu, satu-satunya sumber keharuman adalah 
kapur barus dari Sumatera. Sedangkan kata kaphur, ada di Al Quran. Artinya, 
keharuman yang berasal dari Sumatera, disebut-sebut dalam ayat suci Al Quran. 
Demikian penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar-nya tentang kata kaphur. 
Marcopolo terinspirasi mencari daratan Sumatera oleh kisah–kisah kitab suci itu 
dan pentujuk dari Ptolemeus. Pada abad pertengahan, orang Eropa percaya bahwa 
Timur Jauh (Nusantara) merupakan di mana sorga berada. Marcopolo dan Magelan 
adalah orang yang membuka misteri jalan ke timur tersebut. Begitu sampai di 
Sumatera, Marcopolo merasa telah menemukan sorga itu. 

Nusantara bukan hanya kilauan emas dan harumnya kapur barus, tetapi juga 
keajaiban rempah – rempah.

Rempah – rempah telah membuat orang Eropa mabuk kepayang. Rempah – rempah harus 
dicari dan dikuasai, begitulah tekad negeri – negeri Eropah pada abad ke 15. 
Maka muncullah perlombaan antara Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda dan Italia 
ke Nusantara.
Raja Perancis, Henry, memberi perhatian khusus terhadap perusahaan – perusahaan 
pembuat roti. Penciptaan resep roti rempah – rempah dibawah pengawasan istana 
dan roti yang beroma unik tersebut menjadi menu wajib istana.

Selain penyedap makanan, rempah – rempah juga dikembangkan untuk berbagai 
pengobatan. Ada kepercaryaan pada masyarakat Eropah pada abad ke 15, bahwa 
rempah – rempah adalah sumber keabadian. “Orang yang mampu membeli kayu manis, 
tidak seharusnya mati.”

Kunci sukses pelayaran mereka terletak pada peta. Pembuatan peta oleh 
kartografer menjadi penting. Peta tersebut menjadi barang yang paling 
dilindungi, setelah nyawa raja. Sebastian Muster dalam bukunya Cosmographia 
(1538) adalah kartografer yang memberikan penamaan kepada Sumatera, setelah 
sebelumnya dikacaukan dengan Ceylon. Melalui fantasi kartografer itu akhirnya 
Nusantara hiruk pikuk oleh para kolonian.

Pentingnya rempah rempah bagi Belanda, misalnya, negeri kincir angin ini sampai 
menukar Pulau Run di Banda, Maluku dengan Pulau Manhattan (New Amsterdam) milik 
Inggris di Amerika Serikat. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1667 dalam 
perjanjian Treaty of Breda. Bagi Belanda ketika itu, Pulau Run lebih penting 
dibandingkan dengan Manhattan hanya untuk buah pala.

Tidak ada tanaman di dunia ini sehebat buah pala. Makanan tanpa bubuhan buah 
pala hambar rasanya. Fungsi lain dari pala juga tidak tergantikan, misalnya 
untuk pengawetan makanan. Coca Cola dan sosis tidak sehebat itu tanpa peranan 
buah pala sebagai pengawet dan cita rasa.

Oleh masyarakat Indonesia rempah – rempah dan tumbuh – tumbuhan dikembangkan 
untuk pengobatan dan pelezat makanan. Untuk kegunaan obat-obatan dikembangkan 
oleh masyarakat Jawa dengan jamunnya, sedangkan untuk memanjakan lidah 
dilahirkan oleh masyarakat Minangkabau. Inilah sumbangan yang amat besar oleh 
Indonesia bagi masyarakat dunia. (RB)




>
Ditulis dengan sengaja  oleh Bang Rizal, salah satu Narasumber Festival 
Petualang Nusantara untuk mengajak lebih mencintai Nusantara serta mendukung 
terselenggaranya acara ini. Festival Petualang akan di gelar pada tanggal 6 - 8 
Agustus 2010 di Lereng Selatan Merapi. Satu ajang berbagi pengetahuan dan 
wawasan serta mempertajam ketrampilan untuk menikmati alam dan bersahabat 
dengan Bumi. 

>>>>
>>>
>>>>
>>>PENDAFTARAN FESTIVAL PETUALANG NUSANTARA telah dibuka !
>>>
>>>>
>>>Detail event dan pendaftaran secara online silahkan cek di
>>>www.festivalpetualang.com 
>>>
>>>>
>>>Penyelenggara : LareAngon Indonesia (www.lareangon.com)
>>>
>>>>
>>>Mitra Kerja :
>>>Warga Desa Kepuharjo dan Desa Umbulharjo, Cangkringan Sleman. 
>>>Perusahaan Circa dan para Petualang se Nusantara
>>>Sponsor : Eiger Adventure
>>>Media Partner : Backyard Adventure O Channel
>>>
>>>>                 
Ketua Panitia FPN 2010

Aji Rachmat, ST

Mobile : +62 817 6800 446
YM ! : aji_rp
Facebook : Aji Rachmat Dua ([email protected])     
Web : www.ajirachmat.com


LareAngon Indonesia
       www.lareangon.com


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke