Laskar Pelangi <http://www.kickandy.com/topik.asp>

Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong, Sumatera.
Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau malam
jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak sampai
sepuluh sebagai persyaratan minimal.

Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-satunya
yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah murid baru
sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato penutupan SD
tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan anaknya yang
mengalami keterbelakangan mental. "Mohon agar anak saya bisa diterima. Sebab
Sekolah Luar Biasa hanya ada di Bangka," mohon sang ibu. Semua gembira.
Harun, nama anak itu, menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi
ditutup walau sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam novel
dengan judul 'Laskar Pelangi' oleh Andrea Hirata, salah satu dari sepuluh
anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita bagaimana semangat
anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala keterbatasan. Mereka
bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing, atap sekolah yang bocor jika
hujan, dan papan tulis yang berlubang hingga terpaksa ditambal dengan poster
Rhoma Irama.

Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu menginspirasi
banyak orang. Seorang ibu di Bandung, misalnya, mengirim surat ke Kick Andy.
Isinya minta agar kisah tersebut diangkat di Kick Andy karena anaknya yang
membaca buku Laskar Pelangi kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba.
"Setiap malam saya mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah
saya intip, dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah. Dia
jadi semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai
pecandu narkoba setelah membaca buku Laskar Pelangi," ungkap Windarti
Kosasih, sang ibu.

Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel itu,
terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang selama ini
rusak. Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung terinspirasi untuk
membantu menyumbangkan buku untuk sekolah-sekolah miskin di beberapa tempat.
"Saya kagum karena anak-anak yang diceritakan di buku itu penuh semangat
walau fasilitas di sekolah itu jauh dari memadai," ujar Febi yang juga
datang ke Kick Andy untuk bersaksi.

Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan kenangannya
terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat sahabat-sahabatnya
di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh Lintang merupakan murid yang
cerdas dan penuh semangat walau hidup dalam kemiskinan. Setiap hari Lintang
harus mengayuh sepeda tua yang saering putus rantainya ke sekolah. Pulang
pergi sejauh 80 km. Bahkan harus melewati sungai yang banyak buayanya.

Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti yang
sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang bahkan tak tamat
SMP karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu membiayai. "Lintang adalah
sosok yang menginspirasi saya. Karena itu, saya bertekad meneruskan
cita-cita Lintang," ujar Andrea, yang sekian puluh tahun kemudian berhasil
mendapat beasiswa sekolah ke Sorbonne, Prancis.

Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di Belitong,
berhasil 'menemukan' beberapa dari tokoh anak-anak di dalam novel tersebut.
Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa kecil itu sangat kuat
membekas. Terutama pada ibu guru Muslimah yang sangat mereka cintai. "Buku
Laskar Pelangi memang saya persembahkan untuk Ibu Mus yang sangat tabah dan
pantang menyerah dalam mendidik kami," ujar Andrea.

Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan Andrea
dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV. Apalagi ketika Bu Mus membawa
barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi Andrea dan teman-teman
kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang diceritakan kembali oleh Andrea
dengan jenaka. Juga termasuk darimana Andrea mengambil nama yang dipakainya
hingga sekarang ini.

Sungguh sebuah novel -- yang diangkat dari kisah nyata -- yang sangat
menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa bersalah
dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya sutradara Riri
Reza dan Produser Mira Lesmana tertarik untuk mengangkat kisah ini ke layar
film.


On 10/9/07, Inu Subakto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> *from: 
> **http://sastrabelitong.multiply.com*<http://sastrabelitong.multiply.com/>
> "Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan,
> menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin
> menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin
> lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan
> dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan
> molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda,
> berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan."
>
> "Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan
> orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca
> bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin
> melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram
> dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku
> ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!"
>
>
> --
> Regards
> ========================
> Inu Subakto
> Mail to : [EMAIL PROTECTED]
> Ph : 021-99050002/08161117800
> >
>


-- 
--- Rider B 6537 KCL ---
http://lampuhijau.wordpress.com/
http://revo-me.blogspot.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Project28" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke