*Hasil Semedi Mbah Ronggo: Kelud Belum Waktunya Meletus* Samsul Hadi - Surabaya
Kediri - Jika Merapi memiliki Mbah Marijan dan Semeru dengan almarhum Mbah Dipo, demikian pula dengan Gunung Kelud. Nama Mbah Ronggo dikenal sebagai juru kunci gunung berketinggian 1.731 meter dpl ini. Yang membedakan dengan mbah-mbah gunung api yang lain, Mbah Ronggo alias Warsito alias Parjito ini terlihat lebih modern. Dia tidak menutup dengan perkembangan jaman. Untuk mencari kediaman Mbah Ronggo tidaklah sulit. Selain di tepi jalan raya, rumah juru kunci Gunung Kelud ini dekat dengan gerbang kawasan wisata Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar Kediri. Di mana modernya Mbah Ronggo? Coba saja jika berkunjung ke 'istananya'. Pasti akan tercengang. Anda jangan membayangkan seperti ketika bertandang ke rumah Mbah Marijan yang sarat dengan nilai-nilai tradisional. Di ruang tamunya terpajang dua sofa. Begitupula, lantai rumahnya cukup mentereng tapi sederhana berkeramik. Dan tunggangan Mbah Ronggo pun bukan kuda, melainkan kuda Jepang alias motor Honda Supra. Selama ini kemana-mana dia selalu menunggangi motor kesayangannya, termasuk untuk ke Gunung Kelud yang jalanannya sudah beraspal itu. Namun semenjak Gunung Kelud dinyatakan Awas, Mbah Ronggo seolah menjadi orang penting. Sejumlah wartawan ada yang gagal menemui kakek berusia 64 tahun ini. Namun beruntung, detiksurabaya.com berhasil mewawancarai Mbah Ronggo di rumahnya, Rabu (17/10/2007). Seperti yang lalu-lalu, Mbah Ronggo tetap berkeyakinan jika Gunung Kelud belum akan meletus. "Saya sudah bersemedi di puncak gunung dan mendapatkan wisik, warga sekitar tetap diminta tenang. Gunung Kelud belum waktunya meletus," kata Mbah Ronggo menyakinkan. Soal penetapan status Awas, bagi Mbah Ronggo itu hal yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan. "Itu hak orang yang meneliti Gunung Kelud. Tapi saya punya cara sendiri dan caranya jelas berbeda," tandas Mbah Ronggo. Namun dengan bijak, Mbah Ronggo berpesan agar apa yang diyakininya tidak menjadikan warga melawan keputusan pemerintah yang sudah menetapkan status Awas. Menurut Mbah Ronggo apa yang diyakininya merupakan hasil penepian yang selama ini sering dijalaninya. "Semua diserahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi saya sangat yakin Gunung Kelud belum waktunya meletus," kata Mbah Ronggo. Yang unik keberadaan Mbah Ronggo sangat dipercaya oleh warga yang tinggal di lereng Gunung Kelud. Bahkan hanya untuk mengetahui keadaan cuaca sebelum berladang saja, jasa Mbah Ronggo sering digunakan. Termasuk soal mengungsi atau tidak warga banyak yang menunggu perintah dari Mbah Ronggo. "Nanti kalau Mbah Ronggo sudah bertitah, kami akan pergi mengungsi," kata Mujiono, salah satu warga Desa Sugihwaras. Foto: Danau kawah Gunung Kelud ketika dipotret sebelum status ditingkatkan menjadi Awas./Samsul Hadi . ._,___ -- - R 15 FA - [EMAIL PROTECTED] (ym) 62.855.789.050.0 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Project28" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: KawahkuDalam.jpg>>
