*Anak Krakatau Makin Aktif*

[image: SIAGA: Foto anak Gunung Krakatau di Selat Sunda saat masih berstatus
waspada. Pada Sabtu (27/10) status bahaya dinaikkan menjadi siaga.]

*Sehari Picu 20 Letusan*
KALIANDA - Hari kedua setelah ditetapkan berstatus siaga oleh Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas anak Gunung
Krakatau terus meningkat. Menurut data, sampai kemarin (28/10) sore, terjadi
lebih dari 100 letusan dan ketinggian asap yang keluar di sekitar puncak
gunung 100-300 meter. Jumlah letusan itu meningkat drastis dibandingkan
sebelum ditetapkan berstatus siaga, yakni 20 letusan setiap hari.

Berdasar data pos pemantau anak Gunung Api Krakatau di Desa Hargo Pancoran,
Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, tercatat sedikitnya 80 kali letusan
dari anak gunung api yang terakhir meletus pada 2001 tersebut. "Letusan per
hari yang rata-rata lebih dari 100 kali itu sudah terjadi dua hari
terakhir," jelas Kepala Pos Pemantau Anak Gunung Api Krakatau Andi Suhardi
kepada Radar Lampung (Grup Jawa Pos) kemarin.

Dia menyatakan, 50 di antara sekitar 100 letusan itu merupakan gempa
vulkanik dangkal dan dalam. Meski demikian, dia memperkirakan letusan anak
Gunung Krakatau tidak akan menimbulkan tsunami. "Tsunami itu kan muncul jika
terjadi gempa. Jika hanya letusan, insya Allah tidak akan menimbulkan
tsunami. Sebab, guncangan gempa dari anak Krakatau tidak begitu besar,"
ujarnya.

Andi menuturkan, meningkatnya aktivitas gunung setinggi 236 meter dari
permukaan laut tersebut tidak terpengaruh meletusnya Gunung Kelud di Jawa
Timur. Namun, aktivitas energi anak Gunung Krakatau memang meningkat.
"Berdasar pengamatan dan data kami, aktivitas gunung api meningkat setiap
enam hingga delapan tahun sekali karena pengaruh energi dalam gunung,"
ungkapnya.

Dia menyatakan, jika mengacu pada letusan anak Gunung Krakatau pada 2001,
diperkirakan letusan yang akan terjadi tidak terlalu besar. "Sebab, dalam
kurun enam tahun, energi yang tersimpan belum terlalu besar. Jika
dikeluarkan, diperkirakan tidak begitu besar. Sebab, letusan juga
dipengaruhi energi yang tersimpan dalam gunung itu," katanya.

Sementara itu, selain mengeluarkan lebih dari 100 letusan per hari, dari
pengamatan visual, anak Gunung Krakatau mulai diselimuti asap. Berdasar
pantauan Radar Lampung menggunakan teropong monokuler di pos pemantau anak
Gunung Api Krakatau, asap putih dan kelabu menyelimuti seluruh gunung.
Bahkan, asap meluas hingga Pulau Sebesi yang berjarak sekitar 20 km dari
anak Gunung Krakatau, sehingga anak gunung api itu sudah tidak terlihat
jelas.

Saat dihubungi terpisah, Sekretaris Harian Satuan Pelaksana Penanggulangan
Bencana (Satlak PB) Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) Azhari Alamsyah
menyatakan telah menyiagakan sedikitnya 44 posko yang tersebar di 44 desa di
sembilan kecamatan.

Menurut dia, posko-posko yang disiagakan terutama berada di daerah pesisir
untuk mengantisipasi munculnya tsunami jika terjadi letusan. "Karena yang
dikhawatirkan adalah daerah di kawasan pesisir jika terjadi tsunami, posko
kami siagakan 24 jam agar segera bertindak jika terjadi tsunami," tegasnya.

Dari Banten, Radar Banten (Grup Jawa Pos) melaporkan, Gubernur Banten Rt
Atut Chosiyah juga mengharapkan warganya tidak resah, apalagi takut. "Tidak
ada potensi tsunami terkait dengan peningkatan status anak Gunung Krakatau
itu," tegasnya kemarin.

Dia juga meminta agar warga tidak mendekati kawasan perairan anak Gunung
Krakatau dalam radius tiga kilometer. "Hanya dalam radius itu yang tidak
diperbolehkan ada aktivitas, baik nelayan maupun aktivitas lain. Jarak dari
anak Gunung Krakatau ke Kabupaten Serang (Anyer, Red) sekitar 42 kilometer
dan ke Kabupaten Pandeglang (Carita, Red) 50 kilometer. Jadi, masih cukup
luas bagi warga yang mau beraktivitas di laut," ujarnya.

Menurut Asikin, petugas pos pemantau anak Gunung Krakatau di Banten,
aktivitas anak Gunung Krakatau masih seperti kemarin. Tetap ada
letupan-letupan dan mengeluarkan asap. "Kemarin (Sabtu, Red) ketinggian asap
mencapai 300 meter. Hari ini juga masih berasap, tapi dari pos pemantauan
tidak terlihat," jelasnya.

Pada 2001, aktivitas anak Gunung Krakatau meningkat luar biasa dan
mengeluarkan lava panas. Saat itu, petugas pengamat gunung berapi langsung
meningkatkan status anak Gunung Krakatau menjadi siaga.

Gunung Krakatau meletus pada 25 Agustus 1883. Letusan yang dilukiskan amat
dahsyat itu menewaskan 36 ribu jiwa penduduk sekitar dan melenyapkan gunung
serta pulaunya. Pada 1927, gunung tersebut muncul kembali di tengah kaldera
yang terendam air laut. Dari waktu ke waktu, anak Gunung Krakatau terus
tumbuh hingga setinggi 236 meter.

*Selat Sunda Tenang*
Sementara itu, meningkatnya status anak Gunung Krakatau dari waspada ke
siaga tidak memengaruhi arus transportasi laut Bakauheni-Merak. Kapal roll
on roll off (roro) maupun kapal cepat tetap beroperasi seperti biasa. "Tidak
ada pengaruh terhadap perairan Selat Sunda, sehingga kapal tetap beroperasi
seperti biasa," kata Manajer Operasional PT ASDP Zailis Anas.

Menurut Maris, petugas jaga Administrator Pelabuhan (Adpel) Bakauheni, cuaca
di perairan Selat Sunda normal. Ketinggian ombak 50-60 sentimeter dan
kecepatan angin 5-6 knot per jam. "Jadi, tidak ada apa-apa. Makanya, semua
kapal tetap beroperasi," ujarnya.

Perubahan status untuk anak Gunung Krakatau juga tidak memengaruhi aktivitas
masyarakat saat hari libur kemarin. Warga tetap berekreasi di pinggir
pantai. Nelayan pun tetap beraktivitas. Hanya, mereka tidak berani mendekati
anak gunung api tersebut. "Masalahnya, kami takut gunung api itu meletus,"
kata Lahmudin, salah seorang nelayan di Kecamatan Rajabasa.

(abdrahman/esl/jpnn)
 .

__,_._,___
- R 15 FA -
mail : [EMAIL PROTECTED]
ym   : [EMAIL PROTECTED]
hp    : 62.855.789.050.0

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Project28" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Attachment: 1193598045b
Description: Binary data

Kirim email ke