Mudah2an pemimpin kita ada yang mencontoh seperti ini, bukankah contoh seperti ini juga pernah dialami oleh Sahabat Rasul Sayyidina Umar bin Khatab ketika beliau menjadi khalifah....
Salam, Ade On 06/11/2007, M. Risfa Rasman Mugnie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > SEDIKIT TENTANG HB IX > Seorang yang memiliki jabatan tinggi, terhormat tetapi sangat low-profile > > *SRI SULTAN DENGAN BAKUL BERAS* > > Suatu saat Sri Sultan HB IX pagi-pagi pulang dari Kaliurang, sampai di > sekitar Pakem dicegat oleh mbok Bakul beras. Sri Sultan setir sendiri, > dengan kendaraan jeep-nya lalu menghampiri Bakul beras tersebut. > > "Ada apa mbok, apa yang bisa saya bantu". > > Kata mbok Bakul Beras yang tidak tahu bahwa yang turun adalah "rajanya". > > Tolong mas naikkan beras saya ke mobil, saya mau ke pasar Bering Harjo. > > Kata Sri Sultan, Oh yaa bisa. Maka diangkatlah beras tersebut ke dalam > mobilnya. Di dalam mobil mbok bakul duduk bersanding dengan pak sopir, yang > tidak lain adalah Sri Sultan sendiri. > > Sambil berjalan sambil mengobrol kesana-kemari dan tahu-tahu sampailah > keduanya di Pasar Gede Bering harjo. > > Kata mbok bakul beras: "Tolong diturunin mas berasnya, nanti ongkosnya > belakangan". Maka diturunkanlah beras tersebut oleh Sri Sultan. > > Setelah mbok bakul beras mengeluarkan uang, tiba-tiba pak sopirnya > langsung menstater mobil, dan meluncurlah ke selatan arah keraton (Pasar > gede itu dekat dengan Keraton Yogya). > > Maka mbok bakul ngomel-ngomel: "Belum diberi uang kok pergi nylonong > begitu saja, saya minta tolong itu kan nggak sekedar minta tolong, pasti > saya bayar...lah". (kira-kira begitu omelannya). > > Waktu kejadian penurunan beras..., dan ngomelnya sang bakul tersebut > dilihat seorang polisi. > > Kata polisi tersebut: "Mbok kamu ngomel sama siapa?....."Itu tadi mobil AB > nomor 1, itu mobil Sri Sultan....." > > Mendengar nama Sri Sultan, dan ia telah memperlakukan rajanya seperti > sopir disuruh menaikkan dan menurunkan beras, maka sambil menyebut : > > "Aduh gustiiiiii", maka pingsanlah mbok Bakul tersebut. > > ----- > Bisa nggak yaa, pemimpin kita menganggap rakyatnya seperti keluarganya > sendiri??? > > Salam saya > Joko Mursitho > > <[EMAIL PROTECTED]> > > . > > > > > > -- Terima kasih atas kerjasamanya. Salam, A A ([EMAIL PROTECTED]) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Project28" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
