wahh hebat sekali ini Bpk Risfa, salam super pak.....semoga usaha kita berhasil ya pak.....
salam super On 11/13/07, M. Risfa Rasman Mugnie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > *Perumpamaan Ember & Pipa (Kerja vs Bisnis) * > > Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, serta kerasnya persaingan > hidup, waktu dan tenaga bagi semua orang adalah taruhan dalam upaya mereka > untuk memelihara kelangsungan hidup. Tidak peduli siang atau malam, hujan > ataupun tidak mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang. Hanya untuk > sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Namun yang menjadi masalah sekarang > adalah, pertama waktu terbatas hanya 24 jam dan yang kedua adalah ???TIDAK > SELAMANYA KITA BEKERJA???. > > Bagaimana caranya??? UBAH PARADIGMA ANDA DALAM MENGHASILKAN INCOME !!! > > Bekerja keras tidaklah cukup untuk menjamin semuanya itu, belum lagi > kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan demi menggapai impian yang begitu > besar. Lalu bagaimana Anda bisa mewujudkan impian tanpa dipusingkan oleh > semuanya itu? Kuncinya adalah menemukan bisnis/usaha yang paling tepat!! > > Paradigma umum orang menghasilkan income adalah ???Bekerja untuk mencari > uang??? dengan mengorbankan waktu dan tenaga untuk bekerja. Apa masalahnya > sekarang??!! Tidak selamanya kita terus menerus bekerja karena ada saatnya > kita memasuki masa pensiun/tua,PHK, stress, depresi dengan urusan kantor, > belum kalo sakit, kemudian harus meluangkan waktu untuk keluarga, belum lagi > beban hidup yang semakin berat. Sekarang saatnya anda mengubah paradigma > lama itu dengan paradigma sukses. Yaitu bekerja untuk membangun > aset/jaringan. > > Bekerja mencari uang bisa saja mencapai impian. Tapi masalahnya BUTUH > BERAPA TAHUN ??!, CUKUPKAH GAJI ANDA SEKARANG INI UNTUK MENCAPAI IMPIAN? . > Disini Saya akan mencoba menjelaskan suatu konsep ???BEKERJA MEMBANGUN > ASET??? . sebagai gambarannya, saya akan memberikan sebuah cerita dimana > cerita ini menunjukkan betapa pentingnya kita membangun sebuah aset. > > Alkisah ada dua orang bersaudara bernama Pablo dan Bruno. Mereka berdua > bekerja sebagai pembawa ember, mengangkut air yang dibutuhkan desa tempat > tinggal mereka dengan imbalan sekian rupiah per ember. Dalam hal ini mereka > membarterkan ember yang mereka bawa dan waktu untuk mendapatkan uang. > Sementara Pablo bekerja, ia berpikir bagaimana mengerjakan tugas tersebut > dengan lebih efisien, dengan ide untuk membangun saluran pipa yang dapat > mengalirkan air dari sumbernya ke desa. > > "Bruno, saya punya rencana," kata Pablo keesokan harinya saat mereka > mengambil ember- ember dan berangkat menuju ke sungai."Daripada kita > mondar-mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa penny per > hari, kenapa kita tidak sekalian saja membuat sebuah saluran pipa dari > sungai ke desa kita". Bruno menghentikan langkahnya seketika. "Saluran pipa! > lde dari mana itu ?!!" seru Bruno. > > Bruno tidak tertarik dan mentertawakan ide Pablo. Namun, Pablo sangat > yakin akan impiannya, dan memutuskan untuk mengerjakan proyek tersebut > sendirian. Sementara itu, Bruno hidup dengan nyaman bahkan cenderung mewah > karena pekerjaan membawa ember ternyata memberikan penghasilan yang memadai. > Bruno dapat membeli rumah, kendaraan, dan keperluan lainnya, serta tak > ketinggalan juga mentraktir teman-teman minum di kedai kopi. Pekerjaan Pablo > memang berat karena harus bekerja ekstra, sambil membangun saluran pipa, ia > masih harus bekerja di siang hari untuk menghidupi keluarganya. > > Dari hari menjadi minggu, dari minggu menjadi bulan bahkan akhirnya > hitungan tahun Pablo bekerja siang malam tak kenal lelah membangun saluran > pipa. > > Mula-mula hanya beberapa meter, kemudian menjadi ratusan meter, hingga > akhirnya puluhan kilometer saluran pipa berhasil menghubungkan sumber air ke > desanya. Ketika akhirnya pekerjaan itu rampung, seluruh desa menjadi senang > karena mendapat pasokan air yang terus-menerus dari saluran pipa tersebut, > tak peduli siang atau malam. > > Seluruh desa tak lagi kuatir pasokan terhenti ketika pembawa ember sedang > sakit atau berlibur. Pablo pun mendapat penghargaan atas jasanya, serta > penghasilan yang berlimpah, seperti pipa yang mengalirkan air. Sekarang > Pablo tak perlu lagi mengangkut air dengan menggunakan ember. Sementara itu, > kondisi Bruno semakin memprihatinkan karena tenaganya semakin berkurang > dimakan waktu dan punggungnya semakin bongkok menopang beban. Jika tidak > bekerja, ia tidak akan mendapatkan penghasilan… ( Cuplikan dari buku > "Parable of The Pipeline" karya Burke Hedges ) > > JIKA Anda terkejut dengan saduran cerita saya di atas, silahkan anda baca > penjelasannya di bawah ini "Siapakah Anda?" Seorang pembawa ember? Ataukah > seorang pembuat saluran pipa? Apakah Anda hanya mendapatkan gaji kalau Anda > datang ke tempat pekerjaan, seperti Bruno Si Pengangkat ember ? Ataukah Anda > termasuk orang yang bekerja hanya sekali saja kemudian Anda dibayar terus > menerus, seperti Pablo pembuat saluran pipa? Yang saya maksud bukan pembuat > saluran pipa air ledeng, tapi pipa penghasilan !!! Menurut Burke Hedges > (penulis the parable of the pipeline), cara paling ideal saat ini untuk > memiliki saluran pipa adalah dengan Network Marketing/Personal Frenchise. > ???cara membangun usaha yang menghasilkan income yang berkesinambungan > seperti sebuah saluran pipa yang mengalirkan airnya tanpa peduli siang > ataupun malam??? > > sumber: > 1. Parable of The Pipeline - Burke Hedges > 2. Cashflow Quadrant - Robert Kiyosaki > > - R 15 FA - > mail : [EMAIL PROTECTED] > ym : [EMAIL PROTECTED] > hp : 62.855.789.050.0 > > > > -- Regards ======================== Inu Subakto Mail to : [EMAIL PROTECTED] Ph : 021-99050002/08161117800 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Project28" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
