Malaysia Kembali "Bajak" Lagu Daerah Indonesia di Osaka
Tokyo, CyberNews. Konsulat Jenderal RI di Osaka melayangkan surat protes kepada 
Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu 
daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada 
pertengahan Oktober lalu. Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal 
itu di Tokyo , Kamis, ketika dikonfirmasi mengenai aksi "pembajakan" tersebut. 
"Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada 
respon sama sekali dari mereka," katanya.
Pihak Konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar 
Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 
termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur.
" Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar 
tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia . Kejadian ini nanti 
bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia ," ujarnya.
Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan 
agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin 
memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan 
penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur 
memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia .
"Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, 
tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi.
Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh 
pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan 
penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia .
Asal Sumbar
Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat 
berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, 
termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.
Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan 
penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah 
satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal 
dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang".
Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola 
penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa 
lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal 
dari Indonesia .
Guna memastikan, pihak konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta 
dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian 
bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar Ramon, seniman 
musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.
"Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita 
miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingati Malaysia ," kata seorang warga 
Minang yang tinggal di Osaka .
Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk 
digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu diperkenalkan pertama 
kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah 
Tilawatil Qur'an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.
Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati 
Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office juga di Osaka pada 19 Oktober 
2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu. 
Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo guna 
mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.
Sebelumnya lagu daerah asal Maluku "Rasa Sayange" juga dibajak oleh Negara 
tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia , menyusul 
serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim 
di Malaysia.( Ant/smcn ) 
 
 
Regards,
 
Bambang Priyo Purwanto (BAMs)
Quality Specialist
 
Mobile: +60162025391
 
DiGi DISCLAIMER:
This message is for the named person's use only. It may contain confidential, 
proprietary or legally privileged information. No confidentiality or privilege 
is waived or lost by any mis-transmission. If you receive this message in 
error, please immediately delete it and all copies of it from your system, 
destroy any hard copies of it and notify the sender. You must not, directly, 
use, disclose, distribute, print, or copy any part of this message if you are 
not the intended recipient. DIGI TELECOMMUNICATIONS SDN BHD ("DiGi") reserves 
the right to monitor all e-mail communications through its networks. Any views 
expressed in this message are those of the individual sender, except where the 
message states otherwise and the sender is authorised to state them to be the 
views of any such entity. For the avoidance of doubt, except and unless it has 
been expressly agreed by DiGi, DiGi shall not be bound by the Electronic 
Commerce Act 2006 (Act 658) as a result
 of any view expressed in this message.


      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Project28" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke