Ini lokasi etpatnya dimana seh .......... kepengen deh
-------------------------------------------------------
dari : http://www.sedap-sekejap.com/artikel/2000/edisi7/files/kunjungan2.htm


ES KRIM RAGUSA, TEMPAT UNTUK BERNOSTALGIA

Dahulu di Batavia tahun 1932, es krim Ragusa dijual hanya setahun sekali
selama satu bulan di acara Pasar Gambir, semacam pasar malam. Cara
menjualnya pun menggunakan gerobak dorong. Karena peminat makin banyak,
tahun 1947 Ragusa bersaudara memutuskan membuka kedai es krim secara menetap
di Jl Veteran I no. 10 sampai saat ini. Pemiliknya adalah dua bersaudara
asal Italia Luigi dan Vincenso. Begitu sibuknya mereka melayani pelanggan,
sampai-sampai keduanya mendatangkan adik-adiknya dari Italia.

Salah satu adik bungsu Luigi jatuh cinta pada sang kasir yang orang
Indonesia. Pasangan ini kemudian diserahkan meneruskan usaha yang kian
berkembang itu. Kakak sang kasir, Buntoro Kurniawan yang semula guru pun
diajak serta membantu. Akhirnya malah Buntoro-lah yang memegang kendali
ketika kakaknya memutuskan hijrah ke Italia.

Tantangan terberat yang dihadapi Buntoro saat itu, bagaimana mempertahankan
jumlah pengunjung bahkan kalau bisa meningkatkannya. Untuk itu ia berusaha
agar tidak terlihat ada perubahan sedikit pun di ruangan tersebut. "Ruangan
ini apa adanya dari tahun 40-an. Baik dekor tembok maupun kursi rotan. Kalau
rusak, kita perbaiki saja. Bahkan cash register-nya pun masih sama. Saya
menganggap semua barang di sini bersejarah," cetus Buntoro.

Keadaan yang tidak diubah ini membuat pelanggan masih bisa bernostalgia
dengan lengkap. Pelanggan Ragusa yang sudah tua pun masih senang datang ke
situ. "Beberapa di antaranya diantar cucu. Bahkan ada, lo kakek nenek
Belanda yang menangis terharu karena masih bisa menemukan kedai Ragusa dan
bersantap di sini," jelas Buntoro bangga. Sambil meladeni mereka kadang
Buntoro mendengar cerita pelanggannya yang sedang bernostalgia. "Mereka
menyebut, di balik tembok itu mereka berpacaran dulu," kata Buntoro menunjuk
salah satu dinding sambil tertawa.

Selain dekorasi yang tetap dipertahankan, ada satu hal lagi yang membuat
kita ingin kembali dan kembali, yakni rasanya yang tetap enak. "Saya jamin,
deh, kalau mau betul-betul makan es krim, ya, Ragusa-lah tempatnya," janji
Pak Buntoro. Ciri khas es krim Ragusa , jelas Buntoro selalu dibuat dalam
keadaan segar. Hari ini dibikin, habis pula saat itu. Kalau habis, mereka
membuatnya kembali. "Cara ini terpaksa kami lakukan karena tanpa bahan
pengawet," tandasnya.

Banana split dan es krim spageti merupakan es krim yang paling laris. Jangan
mengira ada campuran pasta di dalam es krim. Ini cuma es krim yang dibentuk
panjang-panjang mirip spageti lalu ditaburi nogat dan sukade.

Untuk bisa menikmati es krim Ragusa, tidak perlu merogoh kantong
dalam-dalam. Satu scoop es krim hanya berkisar Rp.4000. Tahun 1976, Buntoro
dan istrinya, Sias Mawarni memutuskan menambah kedai baru di Duta merlin.
Kini cabang-cabang Ragusa tersedia di mana-mana. Antara lain di Slipi, Ratu
Plaza, dan Klender. "Beberapa di antaranya memang terpaksa di tutup karena
pertokoannya tutup dan beberapa lagi terkena kerusuhan Mei 1997 lalu," papar
Buntoro.

Promosi es krim Ragusa sendiri hanya dari mulut ke mulut. Dari orang tua ke
anak, dari teman ke teman. "Mereka saling ajak teman, ajak saudara. Tentu
saja juga karena peliputan pihak pers." Akibatnya kini kedai Ragusa selalu
penuh. Bahkan di hari Sabtu dan Minggu sudah bagi para pelanggan mencari
tempat duduk. Meskipun begitu Buntoro enggan mencari tempat yang lebih luas.
Kecuali soal keamanan dan kemudahan transportasi, alasannya, ya itu tadi,
tempat ini selalu jadi tempat untuk bernostalgia bagi para pelanggannya.

 ES KRIM LA REASSA, BERMAIN DI BENTUK CANTIK

Untuk menarik minat pembeli, agaknya tak cuma diperlukan resep es krim andal
yang lezat. Pengaruh bentuk pun turut berperan. Pasangan Ny. Lilliani dan
Ny. Yoko H. Sulistio, pemilik perusahaan es krim La Reassa sangat menyadari
hal itu. Makanya ketika mereka beralih dari perusahaan katering ke
perusahaan es krim sekitar tahun 1991, mereka lantas membuat es krim dalam
bentuk unik.

"Sebetulnya kami sudah mulai dengan Ice Cake (es krim dalam bentuk cake)
tahun 1988," ujar Lilliani. Namun, lanjutnya, karena tidak terpegang,
sementara keluarga pun menuntut perhatian, keduanya lantas memutuskan untuk
betul-betul berkonsenterasi pada usaha es krim.

Kreativitas Lilliani maupun Yoko tak sampai di situ. Mereka terus memikirkan
bentuk-bentuk yang lebih inovatif, tentu juga resepnya yang sampai sekarang
pun masih terus diperbaiki dan dikembangkan. Lewat pemikiran yang matang,
mereka pun kemudian menciptakan es krim dalam bentuk potongan kecil yang
disiram cokelat lalu dihias di bagian atas. Hasilnya memang luar biasa. Es
krim mini bentuk kotak, setengah lingkaran, dan segitiga ini terdiri dari
rasa cokelat, moka, dan vanila.

"Es krim cantik ini betul-betul ciptaan dan ciri khas kami. Karena itu kami
ingin memberi nama yang betul-betul spektakuler. Maka saya menghubungi dosen
bahasa Inggris saya di Atmajaya, kalau-kalau ia tahu nama yang pantas,"
kisah Yoko.

Sang dosen kemudian memang menghadiahkan sebuah nama cantik sesuai dengan
bentuk es krimnya yakni dainty ice cream. Artinya, kecil, cantik, enak, dan
lucu. Meski sudah dapat menghasilkan es krim spektakulier, Lilliany dan Yoko
tidak mau berhenti mencipta. Belakangan mereka menciptakan beragam variasi
seperti low calory ice cream, diabetic ice cream, es putar, crunchy ice
cream sampai es krim yoghurt nan segar. "Dengan begitu mereka yang sudah
gemuk maupun sakit gula tak perlu takut menyantap es krim," jelas Liliani.

Bagaimana dengan resepnya? Keduanya mengaku belajar dari berbagai ahli di
samping ikut seminar. "Dari berbagai ilmu yang sudah kita dapat itu, kita
olah dan sesuaikan dengan citarasa Indonesia dan Jawa. Maklumlah kita orang
Jawa, kan? Ha...ha...ha...," canda Lilliani.

Untungnya pula, tambah Yoko, mereka punya teman yang belajar food
technology. "Kami minta saran, bagaimana membuat es krim yang enak dengan
campuran yang tepat. Tapi sampai sekarang, kita terus memperbaiki resep.
Soalnya, kan, banyak bahan baru dan teknologi baru. Jadi terus ada
pengembangan, termasuk pengembangan resep agar pelanggan tidak bosan."

Harapan mereka untuk membuat pelanggan tidak bosan memang berhasil. Lihat
saja es krim jenis low calorie-nya yang banyak macamnya seperti cokelat,
moka, stroberi, jeruk, blueberry, jambu biji, fancy, dan leci. Belum lagi
jenis lainnya. Untuk es putar saja tersedia kopyor kombinasi antara lain
dengan ketan item, moka, advokad, durian, dan jagung. "Untuk cokelat
kombinasi kami padankan dengan kelapa muda, nangka, kacang hijau, kacang
merah, dan tape kelapa," jelas Yoko bangga.

Bantuk es krim pun divariasikan sedemikian rupa. Ada yang berbentuk oval
(ini untuk jenis cake es krim), persegi untuk cake es krim dari kelapa. Es
krim jenis cake ini dijual antara Rp 115.000- hingga Rp 315.000, tergantung
besar ukurannya. Sementara untuk jenis dainty dijual antara Rp 100.000hingga Rp
190.000, tergantung jumlahnya. Minimal pembelian harus 45 buah.

La Reassa juga menyediakan cup-cup kecil yang berisi satu atau dua scoop.
Harga per cup juga bervariasi antara Rp 2500 - Rp 3500. Meski melakukan
bisnis es krim lebih mudah karena waktu pembuatan bisa diatur, toh, ada juga
hambatannya. "Yang paling susah, ya, menyediakan dry ice. Kalau sudah
kosong, kami tidak bisa mengantar pesanan," kata Lilliani.

Karena hambatan ini, mereka sampai-sampai membayar di muka bila memesan dry
ice di hari raya. "Habis pabriknya, kan, cuma dua di Palembang dan Lampung.
Begitu pabrik berhenti produksi karena listrik mati, misalnya, susahlah
kita," keluh Yoko.

Perkara listrik juga tentu jadi masalah untuk La Reassa. Kalau matinya cuma
setengah hari masih lumayan. Karena suhu freezer di bawah 45 derajat
Celcius. Karena pertimbangan ini pula La Reassa segan membuka outlet di
supermarket, misalnya. "Kami pernah lihat es krim yang cair karena listrik
mati. Nah, kalau di luar pengawasan kami seperti ini, kami takut mutunya
tidak terkontrol," kata Yoko yang sehari bisa menghasilkan 50 liter es krim
ini. [EMAIL PROTECTED] Eridani, foto-foto: Veri Valensi

-- 
<B 6123 KMJ Blaze Red Vario>
KHCC 011 <> F.S.R.J
http://lampuhijau.wordpress.com/
http://revo-me.blogspot.com/
----------------------------------------------

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Project28" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Pro28?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke