*April 2008 Telkom Diminta Buka Kode Askses*

 Kirim 
Berita<http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=berita_kominfo&view=1&id=BRT071204103501#>
   Cetak
Berita<http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=berita_kominfo&view=1&id=BRT071204103501#>
File 
Download<http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=berita_kominfo&view=1&id=BRT071204103501#>

(04 Desember 2007)
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) tetap diminta untuk membuka kode
akses sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) kepada PT. Indosat Tbk. Untuk
tahap awal, pembukaan kode akses diminta untuk dilaksanakan di Balikpapan
pada 3 April 2008.

Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh mengatakan permintaan itu
dituangkan dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor :
480A/M/M.Kominfo/12/2007. Keputusan ini adalah hasil kajian secara
komprehensif tim gabungan yang dibentuk pada awal November lalu.

Setelah membuka kode akses di Balikpapan, pemerintah meminta Telkom membuka
seluruh wilayah yang memiliki kode akses SLLJ hingga 27 September 2011.
Telkom diberi waktu selama tiga bulan untuk melakukan persiapan teknis
hingga pembukaan kode akses di Balikpapan. Keputusan itu, kata Nuh, telah
mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi landasan, seperti *infrastructure
sharing*, dan kepastian hukum. Ada empat aspek yang dipertimbangkan, yakni
legal, teknis, bisnis, dan layanan publik.

Dengan dibukanya kode akses itu, kata dia, pelanggan bisa memilih dan
memungkinkan terjadinya kompetisi layanan. "Jadi yang paling diuntungkan
adalah pelanggan karena bisa memilih salurannya." Ujar Nuh di Jakarta
kemarin.

Menurut Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar,
sebelum mencapai keputusan ini, pemerintah membagi dalam dua katagori.
Pertama, Telkom harus membuka kode akses untuk *fixed wireless access* bila
pelanggan Indosat mencapai 30 persen dari Telkom. Namun, untuk pemain baru,
ditentukan 20 persen dari Telkom. Kedua, untuk *fixed access* disamakan
dengan *fixed wireless telephone* yang tidak bisa dibawa kemana-mana. "Jadi
akan jadi *famili phone*," ujar Basuki. Untuk *fixed line* ini, Telkom harus
membuka aksesnya jika proporsi pelanggan Indosat atau lain mencapai 15
persen dari Telkom.

Basuki juga mengatakan pemerintah lebih memilih pertimbangan berdasarkan
jumlah pelanggan, bukan kapasitasnnya. Setelah tiga bulan, maka diperlukan
klarifikasi dan pengecekan. "Akan ada uji coba kelayakan untuk untuk
meyakinkan kode akses itu dibuka benar atau tidak," ujar Basuki, yang juga
Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi. Basuki menambahkan, Indosat dalam hal
ini tidak diberi tenggat untuk membangun jaringannya. Sebab, secara legal
formal tidak ada perintah tegas untuk itu.

Sedangkan alasan dipilihnya Balikpapan, Staf Khusus Menteri, Abdullah
Alkaff, mengatakan hal itu berdasarkan hasil kajian. Balikpapanlah yang
dinilai paling mendekati proporsi yang disusun. "Kira-kira perbandingannya 1
berbanding 6. Kami juga tidak tahu ternyata Balikpapan yang keluar," ujar
Alkaf.  (hso-Koran tempo)


-- 
Regards
========================
Inu Subakto
Mail to : [EMAIL PROTECTED]
Ph : 021-99050002/08161117800

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke