SETUJUUUU................


On 1/8/08, ady hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Sekecil apapun yang kita lakukan bisa memberikan kontribusi untuk
> menyelamatkan bumi atau malah..
> MENGHANCURKAN BUMI....
>
> Apa yang bisa kita lakukan ....?
>
>
>
> Sent: Tuesday, January 8, 2008 10:52:39 AM
> Subject: Fw: Mengkhawatirkan...
>
>
> ----- Original Message ----- *From:* Ivanda Reza Rainal<[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [EMAIL PROTECTED]
> *Sent:* Tuesday, January 08, 2008 10:35 AM
> *Subject:* Mengkhawatirkan...
>
>
>
>
>     *Mengkhawatirkan
> <http://groups.yahoo.com/group/pekerjatambang/message/21086;_ylc=X3oDMTJyYjFuZG11BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzc0ODkxNDQEZ3Jwc3BJZAMxNzA3MjE2OTc3BG1zZ0lkAzIxMDg2BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzExOTkyODUwMTA->
> * *Tue Jan 1, 2008 6:22 pm (PST) *
>
> *TAHUN 2000 - 2040 PULAU TENGGELAM*
>
> Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
> suatu
> masalah yang perlu kita risaukan.
>
> "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa
> mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah
> Anda berpikir.
>
> Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
> mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya
> sangat
> mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan
> suhu
> merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu
> itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang)
> lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih
> terus
> memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga
> kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas,
> jutaan
> orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu.
> Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin
> luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap,
> begitu pula nyawa manusia.
>
> Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu
> minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun.
> Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C
> per
> tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu
> menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung
> Jayawijaya di Papua.
>
> Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir
> dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.
>
> Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika
> suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050
> daerah-daerah
> di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi
>
> (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.
>
> Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya
> kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es
> yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan
> permukaan
> laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat.
> Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis
> kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang
> sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan
> orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat
> tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
>
> Peneliti senior dari Center for Int erna tional Forestry Research (CIFOR),
> menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi
> gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah)
> yang
> dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah
> untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa
> menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).
> Penipisan
> lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis
> lapisan-lapisan
> teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari
> (termasuk
> ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini
> juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan
> konsentrasi
> gas rumah kaca tadi.
>
> Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah
> kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas
> alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun
> membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga
> masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan
> clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses
> pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di pet erna kan
> sapi.
> Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara
> itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model
> lama.
> Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.
>
> Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.
> Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki
> bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan,
> dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus
> bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak
> orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih
> dari
> separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35%
> rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya
> udara
> Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi
> masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif
> Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas
> malu
> karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas
> rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah
> menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa
> menyelamatkan
> mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun
> lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia
> tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara
> bersih.
>
> Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet
> Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk
> anak-anak kita nanti.
>
> Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :
>
> 1. *Matikan listrik*. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat
> elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop
> kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon,
> pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar
> emisi).
>
> 2. *Ganti bohlam lampu ke jenis CFL*, sesuai daya listrik. Meski
> harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet. Hindari
> penggunaan lampu berwarna kuning karena lebih panas. Yang berwarna putih
> lebih baik.)
>
> 3. *Bersihkan lampu* (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga
> 5%).
>
> 4. *Jika terpaksa memakai AC*....,Tutup pintu dan jendela selama AC
> menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
>
> 5. *Gunakan timer* (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
>
> 6. *Ali hkan panas limbah mesin AC* untuk mengoperasikan water-heater.
>
> 7. *Tanam pohon* di lingkungan sekitar Anda.
>
> 8. *Jemur pakaian di luar*. Angin dan panas matahari lebih baik
> ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
>
> 9. *Gunakan kendaraan umum* (untuk mengurangi polusi udara).
>
> 10. *Hemat penggunaan kertas* (bahan bakunya berasal dari kayu).
>
> 11. *Say no to plastic*. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas
> berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya
> untuk didaur ulang kembali.
>
> 12. *Sebarkan berita ini* kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka
> turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
>
> 13 .* Gunakan selalu barang-barang yang dapat didaur ulang* (hindari
> penggunaan sumpit bambu).
>
> *Jika kita tetap tidak peduli kita hanya tinggal menunggu waktu saja
> …………………..*
>
> * Save Our Earth.....Please Act Yourself.... ..NOW..... NOW….. NOW …..
> !!!!
>
>
>
>
>
> "knowledge is the fuel of technology, ... travelling is the drug of the
> movement"
>
>  Promo IM2 Broadband 3.5G click
> http://www.indosatm2.com/popup.php/promo/3G_popup_brochure
>
> Disclaimer
>
> This is an e-mail from PT Indosat Mega Media intended solely for the named
> addressee(s). It is confidential and may contain legally privileged
> information. Therefore, any unauthorized use, disclosure or copying of this
> information is strictly prohibited.
> PT Indosat Mega Media does not accept liability for any email loss or
> files damage.
>
> Promo IM2 Broadband 3.5G click
> http://www.indosatm2.com/popup.php/promo/3G_popup_brochure
>
> Disclaimer
>
> This is an e-mail from PT Indosat Mega Media intended solely for the named
> addressee(s). It is confidential and may contain legally privileged
> information. Therefore, any unauthorized use, disclosure or copying of this
> information is strictly prohibited.
> PT Indosat Mega Media does not accept liability for any email loss or
> files damage.
>
>
>
>
> ------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
> Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping>
> >
>
>


-- 
.:. Andry Berlianto .:.
0815.9405884 <> 99239005
http://revo-me.blogspot.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke