Just share..
 ------------------------------
*From:* Mochammad Noermansyah
*Sent:* Wednesday, January 16, 2008 2:57 PM
*Subject:* FW: Kisah Nenek Pemungut Daun

Sudah dapat emial ini blom? Dibaca ya...semoga bermanfaat

 ------------------------------
*From:* Mochammad Noermansyah
*Sent:* Tuesday, May 01, 2007 11:30 AM
*Subject:* Kisah Nenek Pemungut Daun

 Assalamu'alaikum,

Kisah ini dikirimkan via email oleh seorang teman, semoga bermanfaat dan
mohon maaf jika tidak berkenan....



*Kisah Nenek Pemungut Daun*



Ini ada kisah menarik dari sebuah buku yang saya baca. Semoga menjadikan  kita
semakin mencintai Nabi Muhammad, Rosululloh SAW. Allohhuma sholi
alaMuhammad wa ala ali Muhammad.



Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka.
Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup

jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu,
masukmasjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid
sekedarnya,
ia

keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia
mengumpulkan dedaunan
yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak
satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman
masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh
menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid
jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk
membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.



Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika
iaingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun
daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras.
Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum
kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika
kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku
untukmembersihkannya."



Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
 Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu
mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu
mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai
yangmendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan
ketika ia  masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat
mendengarkan rahasia itu.



"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal
sayayang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak
mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad.
Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada
Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya.
Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."



Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu
kuduksaya
merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta
Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan
diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga
memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat
mengandalkanamalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa
lagi yang
menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?





Diketik ulang dari buku "Rindu Rosul", karangan Jalaluddin Rakhmat,

penerbit Rosda Bandung,  hal 31-33. cetakan pertama September 2001.





Wassalam,

Noerman

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.2/781 - Release Date: 4/30/2007
9:14 AM

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.2/781 - Release Date: 4/30/2007
9:14 AM
Just share..

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke