Menurut ramalan JAYABAYA di zaman majapahit, bahwasannya nusantara ini akan
dipimpin oleh seseorang yg inisial akhiran dari namanya adalah kata-kata *
NOTONOGORO* diluar kata-kata itu adalah pemimpin wayang alias dagelan.

berikut asal katanya

I. kata akhiran pertama ******NO adalah SoekarNO

<http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/uploaded_files/jpg/biography/thumb/thumbsoekarno_bio.jpg>

Presiden Soekarno

*Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung
Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21
Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu
Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai
delapan anak.**Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati,
Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan
Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama
asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di
Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah
Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam.
Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di
HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS
tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool
atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih
gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai
Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka.
Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29
Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya
berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa
yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI
pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan
Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap
Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian
dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta
memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI
tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara
yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs.
Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18
Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik
Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi
dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya
mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa
di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung
pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan
penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto
sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari
Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma
Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida
Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".


Dari harian pikiran ra'jat tahun 1923

Salah satu faham dari socialisme ialah anarchisme. Perkataan anarchisme itu
adalah terdiri dari perkataan A, archi dan isme. A artinya tidak. Archie
artinya memerintah. Isme artinya faham. Jadi makna anarchisme ialah salah
satu faham yang tidak suka sama pemerintahan. Anarchisme ialah salahsatu
faham atau aliran dari socialisme, oleh karenanya anarchisme itu adalah
lawannya kapitalisme.

Seorang anarchist, ialah pemeluk faham anarchisme itu, tidak suka dengan
milik (eigendom), oleh karena hak milik itu lahirnya dari kapitalisme.
Selain daripada itu anarchisme itu tidak mufakat dengan tiap-tiap
pemerintahan, oleh karena katanya bagaimana demokratis atau kerakyatan pula
pemerintahan itu di dalam hakikatnya, tiap-tiap pemerintahan itu mengandung
paksaan. Menurut paham Anarchisme, seseorang yang hidup di dalam masyarakat
itu berhak atas kemerdekaan seluas-luasnya. Hanyalah pergaulan hidup yang
terdiri dari orang-orang yang merdeka itu bisa tentram dan teratur betul.
Menurut fahamnya, pergaulan hidup manusia itu bisa beres jika pemerintahan
yang bersendi kepada kekuasaan, dan kekuasaan ini yang melahirkan wet-wet
itu, dihapuskan.

Oleh karena itu faham anarchisme ini anti-gezag, ialah tidak mufakat dengan
kekuasaan: antiwettisch, tidak mufakat dengan wet; dan antiregeering, tidak
mufakat dengan pemerintahan. Selain daripada itu faham anarchisme itu
antimiliteris, ialah tidak mufakat dengan balatentara. Tidak mufakatnya itu
oleh karena militerisme ini adalah suatu stelsel yang mengandung paksaan
yang hebat sekali. Oleh karena militerisme ini maka pemuda-pemuda yang bsia
bekerja di dalam pabrik-pabrik harus ditutup di dalam benteng-benteng.
Anarchisme itu menentangi patriotisme yang hanya mengabdi kepada cinta tanah
air. Patriotisme yang kunstmatig yang dihidup-hidupkan di dalam sanubarinya
orang-orang yang tidak bertanah-air, oleh karena di dalam tanah-airnya
sendiri mereka menderita kelaparan, kesengsaraan dan perbudakan. Patriotisme
yang jadi agama baru, yang memisah-misahkan rakyat yang seharusnya hanya
mempunyai tanah-air satu ialah menschheid. Juga mereka itu tidak mufakat
dengan hakim dan polisi. Juga dengan wettelijk huwelijk, ialah perkawinan
menurut wet, mereka tidak mufakat, oleh karena wettelijk huwelijk ini
menjadi sebab orang perempuan tidak merdeka. Mereka tidak mufakat dengan
minum-minuman keras. Minuman keras ini merusakkan manusia lahir dan batin.

Kaum Anarchist mufakat sekali dengan persamaan milik, oleh karena persamaan
milik itu adalah sesuatu hak dari manusia yang dapat menyelamatkan pergaulan
hidup manusia.hak persamaan milik itu menentukan hak-haknya seseorang atas
alat-alat pembikinan barang dan atas syarat-syarat bagi kebutuhannya
manusia. Dengan adanya, hak persamaan milik itu, maka aturan merampas
pekerjaan lain orang akan lenyap, oleh karena semua sifat perburuhan itu
tidak ada lagi. Seseorang bisa bekerja bagi dirinya sendiri.

Anarchisten itu mufakat sekali dengan persoonlikje vrijheid, ialah
kemerdekaan sendiri-sendiri, oleh karena kemerdekaan itu adalah haknya alam
yang tidak bisa dihancurkan. Semua kemajuan itu terutama membesarkan
persoonlikje vrijheid itu, oleh karena persoonlikje vrijheid ini adalah satu
alat yang terbaik bagi manusia untuk hidup bersama-sama yang rukun, tentram
dan dimana seseorang itu bisa hidup menurut wataknya sendiri-sendiri ialah
pergaulan hidup yang harmonis. Batasnya kemerdekaannya seseorang itu ialah
kemerdekaannya orang dengan siapa ia itu hidup. Hanyalah di dalam keadaan
merdeka seseorang itu bisa mendapat bahagia di hidupnya. Ketidakmerdekanya
orang lain itu akan mengurangi sekali bahagianya sendiri dan oleh karena itu
maka adalah kewajibannya seseorang bagi mencapai bahagianya sendiri haruslah
menghormati kemerdekaannya lain orang.

Kaum Anarchist mufakat sekali dengan perhubungan merdeka antara lelaki dan
perempuan, oleh karena hanyalah perhubungan merdeka antara kedua pihak itu
itu mengasih ketentuan kepada orang perempuan hidup merdeka. Perhubungan
yang bersendi atas cinta di antara perempuan dan lelaki bisalah mendatangkan
kemerdekaan untuk bergaul dan untuk memilih ialah kedua syarat yang dapat
melahirkan cinta yang sejati. Cinta yang sejati ini tidak bisa lahir zonder
kemerdekaan memilih.

Kaum Anarchist itu setuju sekali dengan pendidikan yang merdeka, dengan
vrije ontwikkeling, ialah tumbuh merdeka dengan kemerdekaan berbicara dan
kemerdekaan berkumpul, oleh karena ini semua adalah syarat-syarat bagi
hidupnya masyarakat yang bersendi atas rede ialah budi. Hanyalah sesudahnya
kemerdekaan itu merajalela maka ilmu wetenschap dan seni bisa berkembang dan
oleh karena mana mengasih bahagia dan kekuatan kepada masyarakat.

Kaum Anarchist adalah menganjuri persaudaraan yang kekal yang lahirnya dari
batin, bukan oleh karena paksaan dan didikan yang kunstmatig. Menurut faham
anarchisme orang itu adalah mahluk yang suka bercampurgaul dan tidak bisa
dipisahkan dari keadaan dimana ia ditempatkan. Persaudaraan itu adalah
lahirnya perasaan dan budi pekerti yang suci dan luhur, oleh karena manusia
itu menurut natuurnya harus hidup bersama-sama. Tetapi tiap-tiap orang itu
merdeka memilih dengan siapa ia mau bergaul. Semua hal yang memisah-misahkan
manusia seperti warnanya muka, bahasa, bangsa, agama, politik itu harus
dilenyapkan dan harus dicari apa yang bisa mempersatukan semua manusia.

Menurut faham Anarchisme bukanlah masyarakat yang terpenting tetapi
individu, ialah seseorang yang di dalam masyarakat itu yang terpenting.
Tinggi dan rendahnya tingkatannya masyarakat itu ditetapkan oleh kualitasnya
seseorang dari siapa pergaulan hidup itu sendiri. Seseorang hidup dan tumbuh
menurut wataknya sendiri-sendiri dan juga menurut aanlegnya atau kodratnya
sendiri-sendiri. Tiap-tiap kemajuan itu ialah terjadi dari tumbuhnya dan
lahirnya benih-benih yang tersimpan dan hidup di dalam seseorang. Oleh
karena itu anarchisme itu di dalam hakikatnya ialah teori individualisme,
teori yang menghargakan manusia lebih dari masyarakat. (Dari Berbagai
Sumber).*

 II. kata akhiran kedua ******TO adalah SoeharTO

      Presiden Soeharto Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia.
Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama
Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan
sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah.
Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD
Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk
Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto
dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo,
seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara,
Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada
5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah
seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26
Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24
tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti,
Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo
Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam
karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari
pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan
pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota
Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi
Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima
Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan
Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk
sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal
Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya,
mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran
Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang
Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden,
dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih
dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21
Mei 1998. (Dari Berbagai Sumber)


III. kata akhiran ketiga ******NO adalah Susilo B. YudhoyoNO
       Presiden Susilo Bambang Yudhoyono   Susilo Bambang Yudhoyono adalah
presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan
presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses
Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973)
yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949.
Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum
Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R.
Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun
sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang
pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus
Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus
dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan
Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang
kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY.
Ketika duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab
dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di
kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri. SBY masuk SMP Negeri Pacitan,
terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota
Pacitan. Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk
mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir
tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk
Akabri. Maka SBY pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10
November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan
Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu,
beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. Tahun 1970, akhirnya masuk
Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di
Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu,
dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah,
sangat menonjol. Terbukti, belaiu meraih predikat lulusan terbaik Akabri
1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort
Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort
Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle
Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan
Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di
Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort
Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster
University AS. Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan
sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi
Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun
1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade
Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam
berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas
Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan
Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak. Kefasihan berbahasa Inggris,
membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan
pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat
Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Kemudian sekembali ke tanah
air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud
305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Beliau pun
memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.

Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif
Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops
Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330
Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Ketika bertugas
di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika
Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, beliau mengikuti Infantry Officer
Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the
job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian
mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di
Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat
bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)

Lalu beliau dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan
Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di
Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai
lulusan terbaik Seskoad 1989. SBY pun sempat menjadi Dosen Seskoad
(1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan
tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu
ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, beliau ditarik ke Mabes ABRI
untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi
Sudradjat (1993).

Lalu, beliau kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan
Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad
(1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat
Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro
(1995). Tak lama kemudian, SBY dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina
untuk menjadi perwira PBB (1995). Beliau menjabat sebagai Kepala Pengamat
Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang
bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan
kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina.
Setelah kembali dari Bosnia, beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya
(1996). Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua
Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum
menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat
memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat
sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH
Abdurrahman Wahid. Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan
posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat
Menkopolsoskam. Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai
dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Tetapi pada 11
Maret 2004, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam.
Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak
politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Dan
akhirnya, pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY
yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat
Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen. Dan pada tanggal 20
Oktober 2004 beliau dilantik menjadi Presiden RI ke-6. (Dari Berbagai
Sumber)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke