Halah halah ... kayak Indon jago aje ......

2008/3/20 edy herdiansyah herdiansyah <[EMAIL PROTECTED]>:

> maju terus, pantang mundur........Merdeka......
>
>
> On 3/12/08, M. Risfa Rasman Mugnie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> >
> >
> >    *Ambalat Bakal Dijaga Pesawat Tempur*
> >
> > Makassar (ANTARA News) - Perang dingin di antara Indonesia dengan
> > Malaysia pasca "senggolan" antara kapal perang RI Tedung Naga dan kapal
> > perang Diraja Malaysia, Renchong di perairan Ambalat, Kalimantan Timur,
> > Indonesia pada 8 April 2005 terkait sengketa blok Ambalat tampaknya masih
> > berlanjut.
> >
> > Setelah Malaysia menempatkan pesawat tempurnya di Tawao, dekat perairan
> > Indonesia yang kaya minyak itu, TNI Angkatan Udara (AU) kini siap-siap
> > menggelar armada tempurnya di Tarakan, Kalimantan Timur.
> >
> > "Ambalat adalah milik Indonesia dan kita tidak mau Ambalat ini menjadi
> > seperti pulau Sipadan dan Ligitan yang diambil Malaysia," kata Panglima
> > Komando Operasi TNI AU (Koopsau) II, Marsda TNI Yushan Sayuti, saat kepada
> > pers yang mengikuti pengintaian udara perairan Ambalat, Rabu (27/2).
> >
> > Penggelaran kekuatan militer dari TNI AU di sekitar perairan Blok
> > Ambalat itu memang bukan yang pertama kalinya karena pesawat-pesawat tempur
> > dan intai TNI AU secara rutin memantau kawasan itu dan selalu siaga di
> > Pangkalan Udara (Lanud) Balikpapan, Kalimantan Timur dan Lanud Hasanuddin,
> > Makassar.
> >
> > Hanya saja, pesawat-pesawat tempur itu masih butuh waktu tempuh antara
> > 15 sampai 30 menit dari Balikpapan atau Makassar baru bisa menjangkau
> > Ambalat, sementara pesawat tempur dari Tawao bisa menjangkau daerah yang
> > masih dipersengketakan itu dalam hitungan detik.
> >
> > "Kita ingin agar pesawat-pesawat tempur kita lebih dekat ke Ambalat
> > karena konon, pihak Malaysia telah menempatkan pesawat-pesawat tempurnya di
> > Tawao," kata Kepala Staf Koopsau II, Marsda TNI Benyamin Dandel, usai
> > menemui Wakil Walikota Tarakan, Thamrin AD.
> >
> > Kedua pejabat yang didampingi sejumlah stafnya masing-masing itu
> > menggelar rapat untuk memantapkan koordinasi kedua belah pihak dalam upaya
> > mempercepat terealisasinya pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan yang
> > telah dirintis sejak Desember 2005.
> >
> > Lanud Tarakan akan berdiri di atas lahan seluas 168 hektare di ujung
> > landas pacu Bandar Udara Juata Tarakan dan diharapkan sudah beroperasi akhir
> > 2009. Pekerjaan fisik pembangunan kantor telah dimulai meski pembebasan
> > lahan belum tuntas.
> >
> > Dari 168 hektare lahan yang dibutuhkan, Pemkot Tarakan harus membebaskan
> > 108 hektare untuk perkantoran dan fasilitas penerbangan tempur lainnya.
> > Namun dari jumlah itu, baru 38 ha yang selesai dibebaskan.
> >
> > Pembebasan lahan yang mulai dianggarkan tahun 2007 berjalan agak lambat
> > karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan
> > Timur (APBD Pemprov Kaltim) tahun 2007 yang mengalokasikan dana Rp10 miliar
> > terlambat dicairkan dan tahun 2008 ini akan dikucurkan lagi Rp10 miliar.
> >
> > "Negosiasinya agak rumit pak karena banyak lahan yang akan dibebaskan
> > merupakan areal pertambakan rakyat yang cukup produktif," ujar Asisten I
> > Pemkot Tarakan.
> >
> > "Lanud ini akan beroperasi tahun 2009 untuk memperkuat pengamanan
> > wilayah NKRI di perbatasan dengan-Malaysia, terutama blok Ambalat dan
> > sekitarnya," kata Benyamin.
> >
> > Setelah Lanud type C di Tarakan beroperasi, TNI AU akan menempatkan
> > pesawat-pesawat tempur di kota ini sehingga lebih cepat, efektif dan efisien
> > dalam pengerahan kekuatan udara bila eskalasi gangguan keamanan di
> > perbatasan meningkat.
> >
> > Koopsau II memiliki beberapa jenis pesawat tempur seperti Sukhoi, F-16,
> > F-5 dan Hawk.
> >
> > "Pesawat-pesawat itulah yang nantinya akan kita gilir untuk bersiaga di
> > Tarakan," ujarnya.
> >
> > Pihak Malaysia, kata Benyamin, sudah memiliki pangkalan udara di Tawao
> > dan menempatkan pesawat-pesawat tempurnya di sana, sementara TNI AU selama
> > ini menyiagakan pesawat tempurnya di Balikpapan yang jaraknya cukup jauh
> > dengan perbatasan kedua negara dibanding Tawao.
> >
> > Satuan TNI AU yang ada di Tarakan saat ini adalah Satuan Radar yang
> > berada di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) II
> > Makassar.
> >
> > Sementara itu, Wakil Walikota Tarakan, Thamrin AD, mengatakan bahwa
> > pihaknya mendukung penuh pembangunan Lanud Tarakan karena hal itu terkait
> > dengan upaya menegakkan integritas NKRI.
> >
> > "Bagi kami, keutuhan NKRI adalah harga mati, apalagi daerah kami ada di
> > wilayah perbatasan. Karena itu kami akan mendukung penuh pembangunan Lanud
> > ini dengan menyediakan lahan yang dibutuhkan TNI AU," ujarnya.
> >
> > Perairan Ambalat sampai saat ini dapat dikatakan aman dari gangguan
> > kapal-kapal asing, khususnya dari negara serumpun, Malaysia.
> >
> > Wartawan ANTARA News yang mengikuti operasi pengintaian udara
> > menggunakan pesawat intai B-737-200 dari Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin
> > menyaksikan bahwa bendera merah putih di puncak mercusuar Karang Unarang
> > tetap berkibar.
> >
> > Dengan kamera wescam canggih di dalam kabin pesawat intai tersebut
> > terlihat jelas KRI Hiu bernomor lambung 804 sedang berada beberapa ratus
> > meter dari sekitar mercusuar Karang Ungaran.
> >
> > Di sekitar mercusuar itu yang tetap kokoh itu, tampak sejumlah perahu
> > nelayan sedang menangkap ikan dan beberapa kapal lainnya, termasuk sebuah
> > tongkang yang ditarik kapal tunda sedang melintas.
> >
> > "Kapal-kapal itu milik orang Indonesia, tak ada kapal asing," kata Lettu
> > Pnb T. Sani selaku pemimpin misi (mission commander) kepada wartawan di
> > dalam pesawat pada posisi 2500 meter di atas permukaan laut tepat di atas
> > mercusuar itu.
> >
> > Benyamin Dandel mengatakan, perairan Ambalat kini aman dari gangguan
> > kapal asing setelah TNI memperkuat pengamanan di kawasan itu.
> >
> > "TNI AU sendiri secara rutin melakukan pengamanan melalui pengintaian
> > udara dan selalu siap mengerahkan kekuatan tempur dari Balikapapan dan
> > Makassar kalau eskalasi keamanan meningkat," kata Benyamin.
> >
> > TNI AU sendiri saat ini menyiagakan lima KRI yang secara bergilir
> > ditugaskan untuk berlayar di sekitar mercusuar Karang Unarang. Kapal-kapal
> > itu berpangkalan di Tarakan dan Nunukan (Kaltim) dan Tolitoli (Sulawesi
> > Tengah).
> >
> > Disamping kapal perang, satu kompi personel Marinir dari Pasukan Marinit
> > (Pasmar) I Surabaya juga terus siaga di sekitar Ambalat.
> >
> > Langkah preventif TNI mengamankan Blok Ambalat dan Ambalat Timur yang
> > diklaim Malaysia sebagai miliknya itu merupakan implementasi dari tanggung
> > jawab TNI sebagai komponen utama alat pertahanan negara sebagaimana yang
> > diatur juga dalam UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor
> > 34 tahun 2004 Tentang TNI.
> >
> > Upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara
> > Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan pendorong utama sehingga TNI
> > mengerahkan kekuatan baik laut maupun udara ke wilayah itu, kata Marsda TNI
> > Yushan Sayuti, Pangkoopsau II.
> >
> >  <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > .
> > -r 15 fa-
> > mail : [EMAIL PROTECTED]
> > hp    : 62.855.789.050.0
> > > >
> >


-- 
.:. Andry Berlianto .:.
0815.9405884 <> 99239005
http://revo-me.blogspot.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke