FYI

---------- Forwarded message ----------
From: aqse syahid (via Multiply) <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/3/24
Subject: The Miracle : Zam Zam Water
To: [EMAIL PROTECTED]


  <http://multiply.com> aqse syahid has posted a new blog entry to Group
Debat Multiply.
Manage alerts settings <http://multiply.com/setup/alerts>
     [image: Blog Entry]The Miracle : Zam Zam
Water<http://debatable.multiply.com/journal/item/4/The_Miracle_Zam_Zam_Water>
****Mar 23, '08 10:30 PM
by aqse <http://aqse.multiply.com> for everyone
Setiap jamaah haji pasti mengenal air zam-zam. Air ini telah identik dengan
Masjidil Haram atau bahkan Tanah Suci, karena air zam-zam disediakan secara
melimpah bukan hanya di Masjidil Haram di Makkah, tetapi juga di Masjid
Nabawi di Madinah dan berbagai tempat lain.

Air zam-zam seakan telah menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa oleh jamaah
haji ketika pulang ke Tanah Air. Setelah selesai tawaf memang disunnahkan
untuk meminum air zam-zam. Dulu letaknya di belakang Makam Ibrahim. Para
jamaah harus masuk ke dalam sumur untuk mendapatkan air itu. Kini sumur itu
telah ditutup untuk memperluas area tawaf. Sebagai gantinya, telah
disediakan puluhan kran yang dengan itu mudah bagi setiap jamaah mendapatkan
air istimewa itu.

Ada doa khusus dituntunkan ketika meminum air zam-zam. Air ini dipercaya
bisa menyembuhkan banyak penyakit. Karenanya, dalam doa meminum air zam-zam
disebutkan permohonan kepada Allah akan kesembuhan atas setiap penyakit dan
kesempitan.

Air zam-zam memang sungguh istimewa, bahkan boleh disebut air ajaib.
Keajaibannya bukan isapan jempol belaka. Dari proses pembentukan atau
genesanya saja  hingga sekarang masih terus mengundang tanya. Seluruh teori
hidrologi yang ada tidak mampu menjelaskan muasal air ini. Normalnya, air
tanah itu berkumpul di lapisan yang disebut aquifer. Aquifer ini biasanya
ada pada lapisan batuan yang disebut batuan endapan atau batuan sedimen,
bukan di batuan beku (hasil pembekuan magma) atau batuan metamorf (alihan).
Untuk diketahui, Kota Makkah, khususnya Masjidil Haram, berdiri di atas
batuan beku, bukan batuan sedimen. Artinya, tidak mungkin di sana bakal
dijumpai aquifer biasa yang memungkinkan didapat kandungan air tanah. Jadi,
dari sini saja munculnya air zam-zam di tengah batuan beku sudah merupakan
sebuah keanehan.

Jika dikatakan bahwa air zam-zam itu ada dalam *aquifer* yang berbentuk *
lenses* (lensa) yang memang biasa dijumpai pada batuan beku, pertanyaannya,
mengapa jumlahnya demikian besar? Biasanya aquifer yang bersifat lenses
dalam  wilayah yang dibentuk oleh batuan beku, dimensi dan volumenya kecil
saja. Kalau dikatakan bahwa lensanya sangat besar sehingga volume airnya
juga sangat besar, pertanyaannya lagi, mengapa air zam-zam tidak dijumpai di
tempat lain; hanya di titik itu saja; di dekat Ka'bah. Jika benar aquifer
lensanya sangat besar, mestinya di area di sekitar masjid, jika dibor, akan
dijumpai juga air zam-zam. Ternyata tidak.

Kemudian soal sumber air. Biasanya air tanah merupakan hasil rembasan dari
air permukaan. Untuk memungkinkan adanya air tanah diperlukan apa yang
disebut *catchment area *(daerah tangkapan). Biasanya posisinya agak tinggi
(perbukitan) yang membuat air permukaan kemudian masuk dan mengisi
lapisan-lapisan batuan yang bisa menyimpan air. Dari teori ini saja, jelas
bahwa air zam-zam pastilah bukan air tanah biasa karena tidak mungkin ia
berasal dari rembasan air permukaan mengingat ia berada di daerah yang
sepanjang waktu hampir tidak pernah ada hujan. Kalau begitu, ini air berasal
dari mana?

Ada teori bahwa air zam-zam mungkin berasal dari air tanah purba atau air
laut purba yang terjebak. Ini mungkin saja. Namun, sejauh pengamatan, tidak
ditemukan sama sekali tanda-tanda geologis bahwa daerah itu dulunya adalah
laut, yang salah satu tandanya adalah dijumpainya batuan gamping. Jika itu
air tanah purba, dipertanyakan juga bagaimana itu bisa terjadi mengingat
dari dulu hingga sekarang daerah Makkah adalah gurun yang tidak pernah
dijumpai hujan. Jadi, air dari mana? Tidak terjawab juga.

Belum lagi kita berbicara soal jumlah atau volumenya. Dalam buku, *Makkah
al-Mukarramah Fadhâ'iluhâ wa Târîkhuhâ*,* *(Makkah al-Mukarramah, Kelebihan
dan Sejarahnya) yang ditulis oleh Abdul Basit bin Abdul Rahman disebutkan,
bahwa sumur zam-zam sudah berumur hampir 5000 tahun, persisnya 4946 tahun,
sejak Nabi Ibrahim hingga sekarang. Coba Anda hitung, berapa banyak air
zam-zam sudah diambil sepanjang waktu itu? Andai rata-rata jumlah jamaah
haji setiap tahunnya sekitar 2 juta orang dan masing-masing membawa pulang 5
liter (faktanya bahkan ada yang membawa 20 liter lebih) maka ada 10 juta
liter yang diambil. Kemudian jika, katakanlah, jamaah haji rata-rata tinggal
selama 25 hari di Tanah Suci dan setiap hari meminum 0,5 liter, maka
totalnya sudah 35 juta liter diambil oleh jamaah tiap musim haji! Belum lagi
air yang dikonsumsi oleh jamaah umrah yang hampir tidak pernah sepi
sepanjang tahun. Namun, meski diambil terus-menerus dalam jumlah yang sangat
besar, sejauh ini tidak sedikitpun terlihat ada tanda-tanda air zam-zam
menyusut. Mengapa?

Dari penelitian didapat fakta yang sangat mengejutkan. Ternyata air yang
keluar dari  dasar sumur zam-zam yang luasnya sekitar 5×4 meter itu sama
besarnya dengan air yang dipompa keluar. Inilah yang membuat permukaan sumur
relatif stabil. Ini juga yang membuat air zam-zam, misalnya, lama tidak
diambil, tidak pernah terdengar air itu membludak. Eloknya lagi, air itu
memang benar-benar tidak pernah bisa terkontaminasi oleh air lain, termasuk
air hujan. Menurut penduduk Makkah, pernah suatu ketika pelataran Kabah
terendam air akibat hujan deras. Logikanya, ketika dulu sumur air zam-zam
belum ditutup seperti sekarang ini, air hujan itu akan masuk ke dalam sumur
dan mengotori air zam-zam. Namun, itu tidak terjadi. Mengapa?  Ternyata
tekanan air zam-zam itu sangat besar sehingga mampu mendorong genangan air
hujan. Pernah dilakukan percobaan dengan pemompaan sebesar 8.000 liter/detik
(bandingkan dengan debit sumber mataair terbesar di Indonesia yang ditemukan
di daerah Klaten, Jawa Tengah, yang kira-kira hanya 200 liter/detik)
terus-menerus selama 24 jam, air zam-zam, yang kedalaman sumurnya sekitar 30
meter dengan kedalaman air hanya 3.32 meter itu, surut hingga kedalaman
12,72 meter. Namun, hanya dalam waktu 11 menit, air zam-zam kembali lagi ke
ketinggian 3,9 meter.  Itu artinya, debit air zam-zam memang sangat besar,
tetapi ia keluar hampir setara dengan air yang diambil. Hal inilah yang
membuat air zam-zam tidak pernah kering, tetapi juga tidak lantas membludak.


Yang paling elok tentu saja adalah kualitasnya. Air zam-zam memiliki rasa
yang khas dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Meski sudah ribuan
tahun, tidak pernah dilaporkan adanya penurunan kualitas; tidak pernah juga
diberitakan ada yang sakit setelah meminumnya, padahal air zam-zam langsung
diminum begitu saja, tidak pernah dimasak lebih dulu.

Dari penelitian, diperoleh fakta bahwa air zam-zam mengandung fluorida yang
memiliki daya efektif membunuh kuman, yang membuat air zam-zam seolah
seperti sudah mengandung obat. Perbedaan air zam-zam dibandingkan dengan air
sumur lain di Kota Makkah dan kota lain adalah dalam hal kuantitas kalsium
dan garam magnesiumnya. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak
pada air zamzam. Itu yang menyebabkan air zam-zam menyegarkan bagi jamaah
yang kelelahan. Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya
selalu stabil dan selalu sama sejak dulu hingga sekarang. "Rasanya" yang
selalu terjaga itu diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu
datang tiap tahun. Tidak pernah ada komplain atau pengaduan. Satu kehebatan
lagi, sumur air zam-zam tidak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh
dunia sumur di manapun selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.

Keajaiban air zam-zam tidak berhenti sampai di situ. Setelah diselidiki
lebih lanjut, ternyata ia memiliki bentuk kristal yang berbeda dengan air
biasa. Yang paling ajaib, ternyata kristal air zam-zam bisa memberikan
respon pada ucapan kita. Jika kita mengucap sesuatu yang bagus, dia akan
membentuk kristal yang indah. Hal sebaliknya terjadi jika kita mengucapkan
sesuatu yang buruk.

Di Universitas Malaya, pernah dilakukan percobaan. Ketika dibacakan kalimat
tasbih dan tahlil, bentuk molekul air zam-zam berubah menjadi laksana intan
dan berlian, berkilap-kilap indah sekali. Namun, begitu padanya diucapkan
kata-kata yang buruk, seketika molekul air itu berubah bagaikan sel darah
merah. Sangat buruk.

Itulah air zam-zam yang merupakan berkah dari Allah Swt. Keistimewaan dan
keberkatan itu disebutkan pada hadis Nabi saw., sebagaimana dituturkan Ibnu
Abbas ra.: *"Sebaik-baik air di muka bumi ialah air zam-zam. Air zam-zam
merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit*."

Diriwayatkan juga dalam *Shahîh Muslim*, Nabi saw. pernah bertanya kepada
Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang-malam di sekitar Ka'bah
tanpa makan-minum, selain air zam-zam, *"Siapa yang telah memberimu makan?"
*

"Saya tidak punya apa-apa kecuali air zam-zam ini. Namun, saya bisa gemuk
dengan adanya gumpalan lemak di perutku," Abu Dzarr menjelaskan.

"Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar dan tak menjadi
kurus," tambah Abu Dzarr.

Lalu Nabi saw. menjelaskan: *"Sesungguhnya zam-zam ini air yang sangat
diberkahi; ia adalah makanan yang mengandung gizi."*

Nabi saw. Menambahkan, *"Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang
diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh
dari penyakitmu maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud
supaya merasa kenyang maka Allah mengenyangkanmu. **Jika engkau meminumnya
agar hilang rasa hausmu maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia
adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail."* (HR
Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
*Subhânallâh*…!* *[Sumber : majalah al-Wa'ie edisi Maret 2008]

copast dari :
http://prokhilafah.multiply.com/journal/item/78/Keajaiban_Air_Zam-Zam
*Tags:* zamzam <http://tag/zamzam>
****




[image: ridesafe] <http://ridesafe.multiply.com>audio
reply<http://ridesafe.multiply.com/music/record-audio/debatable/debatable:journal:4?xurl=/journal/item/4/The_Miracle_Zam_Zam_Water>
video
reply<http://ridesafe.multiply.com/video/record-video/debatable/debatable:journal:4?xurl=/journal/item/4/The_Miracle_Zam_Zam_Water>
Add a Comment

<http://debatable.multiply.com/journal/item/4/The_Miracle_Zam_Zam_Water>
<http://taglines.multiply.com/nfc?affid=10053&sender=d471d433c13fae559d0b1b04bdc3d0c9,multiply.com&rcpt=edc102c130f050a9fca148c46434780a,gmail.com&group=1&ranstr=1206325862349344>


Copyright 2008 Multiply Inc, 6001 Park of Commerce, Boca Raton, FL 33487,
USA
Stop e-mails, view our privacy policy, or report abuse: click
here<http://multiply.com/bl/U2FsdGVkX18qF7JEX5xddwVmkcHKpQEApaNTaa.K6jWlv5Z3tMgqXuw1PZF83qmX>



-- 
.:. Andry Berlianto .:.
0815.9405884 <> 99239005
http://revo-me.blogspot.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-------------------------------------------------
Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ???
Mo posting, send email to [email protected]
Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke