Dear All fyi ...
---------- Forwarded message ---------- From: ibnu siena <[EMAIL PROTECTED]> Date: 2008/9/23 Subject: [milis-ika-unpad] Fw: [kibar] Ijazah murah - Ijazah murah. Cuman 8 juta-an lho.... To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] FYI, dr milis tetangga Mudah2an Unpad tidak terlibat dalam hal ini Ibnu ----- Forwarded Message ---- From: hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; Sent: Tuesday, 23 September, 2008 2:43:54 Subject: [kibar] Ijazah murah - Ijazah murah. Cuman 8 juta-an lho.... Sebelum baca, silahkan klik link ini: http://www.jasadupl ikat.page. tl/HOME.htm#<http://www.jasaduplikat.page.tl/HOME.htm#> biayanya lebih murah lho ketimbang harga yg disurvey jawapos. Bisa dapat ijazahnya london school lagi. Giamana negri nggak hancur kalo begini. Profesor beneran digaji 2.4 juta (lihat di jawa pos). Politikus gadungan yg ijazahnya gak jelas bisa dapat ratusan juta. salam, Hanif Sharjah - UAE ========= [ Kamis, 18 September 2008 ] Beli Ijazah Tidak Susah (Episode I) Mau gelar sarjana tanpa bersusah-susah kuliah? Tak perlu malu bertanya ke banyak orang. Baca saja penelusuran Jawa Pos berikut ini. Caranya pun tidak terlalu susah. Hanya dengan Rp 8 juta, ijazah instan ada di tangan. --- Membeli gelar sarjana benar-benar bisa dilakukan. Ada banyak kampus yang bisa menyediakannya. Termasuk di Surabaya. Caranya pun tidak sesusah yang kita bayangkan. Yang paling penting adalah fulus-nya. Minimal Rp 8 juta, ijazah siap dipigura. Makin bagus kampusnya, makin banyak pula fulus-nya. Dengan minimal Rp 8 juta, titel apa saja bisa Anda dapatkan. Tinggal pilih mau sarjana ekonomi, hukum, atau psikologi. Tak perlu duduk di dalam kelas selama empat tahun. Bahkan sehari pun tak perlu. Proposal skripsi dan skripsi sudah ada yang mengerjakan. Pokoknya tinggal bayar. Dalam waktu sekitar sebulan, semuanya beres. Untuk melakukannya, Anda tak perlu bertemu banyak orang. Tapi Anda harus bertemu dengan penyedia jasa pengurusan ijazah yang berjaringan kuat dan berpengalaman. Bertemu penyedia jasa inilah kunci dari ijazah Anda. Sebab, jaringan yang membantu pengurusannya sangatlah rapi. Menemukannya kadang gampang. Bisa melalui orang yang pernah menggunakan jasa tersebut. Bisa juga dengan mencermati iklan-iklan jasa pendidikan di berbagai media. Yang susah adalah menembus jaringan itu, mencoba menelusuri pola kerjanya secara komplet. *** Jangan salah, biro jasa pengurusan ijazah sangatlah berhati-hati dalam beroperasi. Untuk mengantisipasi adanya jebakan, merekalah yang menentukan tempat pertemuan. Tak jarang tempat bertemu berubah secara mendadak. Itu biasanya terjadi bila mereka melihat gelagat kurang baik, atau untuk menghilangkan jejak karena merasa dikuntit. Kebanyakan, pertemuan untuk transaksi dilakukan di mal-mal yang tidak terlalu ramai. Agar mudah bagi mereka untuk mengidentifikasi tamu yang datang. Jika sekiranya tamu itu membahayakan, penyedia jasa itu langsung mengubah tempat pertemuan. Atau bahkan membatalkan janji dengan berbagai alasan. Jawa Pos sempat mengalami itu. Dua janji pertemuan pertama selalu dibatalkan. Pada saat janjian ketiga, penyedia jasa itu minta bertemu di sebuah restoran fast food di sebuah mal di kawasan Surabaya Selatan. Namun, sepuluh menit menjelang pertemuan, dia mendadak minta pindah ke restoran lain. Di mal yang sama, tapi di lantai yang berbeda. Lewat SMS, dia bilang menunggu di meja paling pojok. Dia juga bilang mengenakan baju bermotif kotak-kotak. Saat Jawa Pos datang, orang tersebut tidak langsung merespons. Dia menunggu disapa terlebih dahulu. "Saya Topan," katanya sambil menjabat tangan. Topan tidak sendirian. Dia lantas mengenalkan seseorang di dekatnya, pengawal sekaligus stafnya. Sebagai catatan, Topan bukanlah nama sebenarnya. Untuk sementara ini, identitas penyedia jasa dan kampus-kampusnya dirahasiakan terlebih dahulu... *** Sembari makan, Topan itu menyelidiki asal-usul konsumennya. Dia menanyakan nama, alamat, dan usia. Tidak hanya itu, dia juga menanyakan tempat tinggal, keluarga, pendidikan, bahkan urusan pacar. Topan juga sempat menanyakan soal kegiatan sehari-hari. Setelah mengenal latar belakang, Topan mulai masuk ke pokok persoalan. Namun, pria yang memiliki rambut tebal itu tidak mengawalinya dengan perkataan. Dia mengambil tas hitam berbentuk kotak yang berada di lantai. Dari dalamnya, dia mengambil sebuah brosur kampus. Di brosur tersebut, tertera nama-nama kampus yang bisa diajak kongkalikong untuk pengurusan ijazah. Selain itu, ada pula keterangan mengenai fakultas, jurusan, lengkap dengan status akreditasi. Prinsipnya, brosur itu sama seperti brosur-brosur yang dibuat kebanyakan kampus saat musim pendaftaran tahun ajaran baru. "Didelok sik jurusan opo, pilihen (Dilihat dulu jurusan apa, baru pilih, Red)," katanya sambil mengambil sisa makanan yang menyangkut di gigi. Yang aneh, pada sisi depan brosur hanya terdapat satu logo kampus. Tapi di situ ada dua nama instansi sekaligus. Yang satu nama depannya pakai kata "Institut," yang satu lagi di tengahnya ada kata "Teknologi." Di bawahnya, disebutkan masing-masing alamat kampus (dua-duanya menyebut alamat di Jl Ngagel). Di bagian depan brosur berukuran 10 x 15 cm itu juga disebutkan syarat pendaftaran program S1. Seperti lazimnya mendaftar di peguruan tinggi, syaratnya antara lain mengisi pendaftaran, menyerahkan fotokopi ijazah SMA, juga menyerahkan sejumlah pas foto. Di sana juga tertera biaya kuliah. Angkanya tergolong murah. Untuk pendaftaran dipatok Rp 100 ribu, jaket almamater Rp 90 ribu, SPP per bulan Rp 150 ribu, dan uang gedung Rp 1 juta. Selain itu, ada biaya ujian semester (Rp 3.000 per SKS), biaya akhir semester (Rp 6.000 per SKS), bimbingan skripsi (Rp 700 ribu), sumbangan pendidikan (Rp 500 ribu), dan biaya wisuda (Rp 750 ribu). Topan sebagai penyedia tampaknya ingin menyediakan one stop service yang memudahkan pelanggan. Begitu brosur dibalik, kita mendapat lebih banyak lagi pilihan. Bukan hanya dua kampus, di situ total ada sepuluh kampus yang menyediakan menu berbagai jurusan. Tidak hanya di Surabaya dan Jawa Timur, juga di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Semua kampus yang disebut itu bisa dijadikan toko ijazah. Berbagai fakultas dan jurusan terpampang di sana. Ada fakultas ekonomi, sosial, sastra, komputer, hukum, sains, teknik, psikologi, pertanian, dan peternakan. Untuk meyakinkan kliennya, Topan menjelaskan satu per satu jurusan yang tertera di label tersebut. Penjelasannya meliputi bidang dan isi jurusan. Hal itu dimaksudkan agar pembeli paham dan tidak salah pilih jurusan. Bukan hanya itu, dia juga menjelaskan pekerjaan yang bisa didapat jika nanti memiliki ijazah. Topan lantas memberi contoh beberapa kliennya yang telah berhasil menduduki jabatan di beberapa perusahaan swasta dan instansi pemerintahan. "Pokoke ijazahe podo karo sing liyane (Pokoknya ijazahnya sama seperti yang lain, Red)," katanya dengan logat Surabaya yang khas. Untuk memancing klien, dia juga menanyai bakat dan keinginan. Misalnya, dia menanyakan soal jabatan yang diinginkan atau pekerjaan macam apa yang ingin didapatkan. Saat bertransaksi, Jawa Pos mengaku ingin bekerja di bank. Dengan sigap, Topan menyarankan agar mengambil fakultas ekonomi jurusan manajemen. Agar klien lebih percaya, dia menunjukkan fotokopi ijazah klien lain yang pernah mengambil jurusan tersebut. "Iki saiki kerjo neng bank... (menyebut nama bank tertentu)," katanya sambil sedikit berbisik. *** Setelah panjang lebar menjelaskan masalah jurusan, Topan mulai bicara soal fulus. Untuk satu ijazah S1 dia mematok harga Rp 9 juta. Harga tersebut untuk pengurusan ijazah kampus yang memang kurang terkenal. Sedangkan untuk kampus swasta yang namanya lumayan diketahui orang, dia mematok harga Rp 12 juta. Biaya tersebut untuk pengurusan semua tetek bengek dari awal hingga akhir. Klien tinggal menyediakan syarat-syarat dan menunggu sampai ijazah jadi di tangan. Sangat mudah dan praktis tanpa harus belajar atau menulis. Seperti halnya membeli cabai di Pasar Petekan, banderol harga pengurusan tidak mutlak alias bisa ditawar. Penawarannya pun sama seperti kita menawar harga jengkol. Pembeli minta murah, penjual minta harganya dinaikkan dengan alasan pengurusannya sulit. Sama seperti harga jengkol yang melambung ketika barangnya langka. Setelah tawar menawar agak lama, akhirnya disepakati harga pengurusan sebesar Rp 8 juta. Dengan uang tersebut, dia menjanjikan ijazah bisa diterima di tangan dalam waktu tiga minggu. Tidak hanya ijazah, dia juga menjanjikan transkrip nilai beserta legalisir keduanya. Bahkan, uang tersebut termasuk untuk pelaksanaan wisuda sekaligus. Untuk meyakinkan bahwa dia tidak akan kabur setelah menerima uang, Topan mengeluarkan sejumlah kartu identitas diri, seperti KTP dan SIM. Di sana dia menunjukkan nama dan alamat yang konsisten. Hal itu dilakukan agar calon klien yakin bahwa alamat yang tertera di SIM dan KTP benar. Topan juga mengeluarkan kartu rekening listrik dan bukti pembayaran PBB rumah tinggalnya. Tujuannya sama, untuk menyamakan alamat yang tertera di kartu identitas dengan alamat rumah. Kalau belum percaya juga, supaya klien tidak lari, Topan pun menunjukkan kartu identitas istrinya yang memiliki alamat rumah yang sama. Dari alamat yang ditunjukkan, ternyata Topan tinggal di Lamongan. Dia lantas menggambarkan rute jalan menuju rumahnya dari Surabaya. "Kalau sampai sini, telponen aku," ucapnya. Begitu sepakat, Topan langsung minta uang jadi (down payment alias uang muka). Besarnya minimal separo dari semua biaya pengurusan. Uang itu untuk memastikan bahwa calon klien yang memesan benar-benar serius. Seperti harga, syarat uang muka juga bisa ditawar. Topan yang sebelumnya mematok separo harga, akhirnya luluh saat disodori uang Rp 3 juta. Uang itu tidak diberikan begitu saja, tapi secara sembunyi-sembunyi. Uang tersebut dibungkus amplop warna cokelat dan disodorkan melalui bawah meja. Ketika ditawari untuk menghitung, dia hanya menggelengkan kepala, lantas bergegas memasukkan amplop tersebut ke dalam tas. Pertemuan pun diakhiri dengan janji Topan. Dia mengaku siap menyediakan ijazah dalam waktu tiga minggu. Bahkan, jika bisa jadi lebih cepat, dia akan menghubungi lewat telepon. *** Tak terasa, tiga minggu telah berlalu. Tapi Topan, si penyedia ijazah itu, belum memberikan kabar apa pun. Jawa Pos pun menghubungi nomor HP-nya untuk menagih janji. Dengan suara agak memelas, dia mengatakan bahwa ijazah itu masih dalam proses administrasi. Menurut dia, pembikinan ijazah ini molor dari yang dijadwalkan karena saking banyaknya pemesan. Karena itulah, dia kembali menjanjikan bakal selesai dalam dua minggu. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan tidak lagi 21 hari, tapi 35 hari. Dua minggu kemudian, Topan menepati janjinya. Pagi itu sekitar pukul 08.00, dia menelepon Jawa Pos untuk datang ke sebuah mal di Surabaya Selatan tepat pukul 11.00. Dia menunggu di sebuah restoran yang menyediakan makanan Tionghoa. Tidak seperti pertemuan pertama dulu, pertemuan kali ini lumayan mudah. Sekali janji langsung bisa ketemu. Namun, dia ditemani seseorang yang berbeda dari sebelumnya. "Kenalno, iki Wawan podo mbek sampeyan (Kenalkan, ini Wawan, mau beli ijazah seperti Anda, Red)," katanya. Ternyata Wawan adalah seseorang yang berantakan kuliahnya. Tidak terasa, dia sudah hampir enam tahun kuliah, meski tidak pernah masuk kelas. Orang tuanya terus menagih kelulusannya. Bosan ditanyai, akhirnya Wawan memilih jalur kilat dengan membeli ijazah. Tanpa banyak basa-basi, Topan mengeluarkan sebuah map dari dalam tas hitamnya. Di dalam map itu ada ijazah dan transkrip lengkap dengan legalisirannya. Dia menunjukkan sembari menjelaskan satu per satu berkas tersebut. "Iki ijazahe, fotone sampeyan to, iki transkripe," katanya sambil menunjukkan berkas-berkas. Rinciannya, di dalam map itu ada satu lembar ijazah, satu lembar transkrip, plus fotokopi ijazah dan transkrip yang sudah dilegalisir (masing-masing lima lembar). Jawa Pos pun memeriksa kelengkapan berkas tersebut. Ijazah itu sama dengan aslinya. Dari nama kampus, nomor izin Mendikbud, dan nomor akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Dengan ijazah itu, Jawa Pos sekarang menyandang gelar sarjana ekonomi dengan konsentrasi manajemen. Di bagian bawah, tertulis bahwa ijazah itu diserahkan setelah yang bersangkutan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan. Di bagian bawah kiri, tertera jelas nama rektor yang dibubuhi tanda tangan lengkap dengan stempel universitas. Di sebelah kanannya, terdapat foto dan nama dekan lengkap dengan tanda tangan dan stempel fakultas. Demikian pula dengan transkrip nilai. Dalam selembar kertas yang bentuknya memanjang itu, Jawa Pos mendapat indeks prestasi 3,01. Nilai yang lumayan, karena nilai itu diperoleh tanpa harus mengikuti kuliah sama sekali. Meski klien tidak membuat tugas akhir, judul skripsi juga tertulis jelas di transkrip itu. Yaitu Perjanjian Garansi Bank Sebagai Upaya Mencegah Kerugian yang Diakibatkan Wanprestasi Nasabah. Dan rupanya, skripsi itu dinilai lumayan bagus oleh kampus. Sebab, di transkrip skripsi itu tertulis dapat nilai AB. Lumayan lah untuk seorang pemilik ijazah yang tak pernah sehari pun kuliah di kampus tersebut... (Tim Jawa Pos) __._,_.___ Messages in this topic <http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad/message/366;_ylc=X3oDMTMzNG9wM2c2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRtc2dJZAMzNjYEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjIyMTQ4MTY1BHRwY0lkAzM2Ng--> (1) Reply (via web post) <http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad/post;_ylc=X3oDMTJwb2xyczh0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRtc2dJZAMzNjYEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjIyMTQ4MTY1?act=reply&messageNum=366>| Start a new topic <http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad/post;_ylc=X3oDMTJmMTVhZ2F1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyMjIxNDgxNjU-> Messages<http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad/messages;_ylc=X3oDMTJmdWJlNDBoBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzEyMjIxNDgxNjU->| Members<http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad/members;_ylc=X3oDMTJmZzc2a241BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNtYnJzBHN0aW1lAzEyMjIxNDgxNjU-> Forum silaturahim antar alumnus Universitas Negeri Padjadjaran, untuk pencerahan dan mempererat tali kekeluargaan, dimohon menggunakan bahasa dan kalimat yang santun. [image: Yahoo! Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlNmIxYmRpBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTIyMjE0ODE2NQ--> Change settings via the Web<http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad/join;_ylc=X3oDMTJnZW8yOWo1BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRzdGltZQMxMjIyMTQ4MTY1>(Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest<[EMAIL PROTECTED]:+Digest>| Switch format to Traditional<[EMAIL PROTECTED]:+Traditional> Visit Your Group <http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad;_ylc=X3oDMTJlNm5oNGduBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDMTIyMjE0ODE2NQ-->| Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>| Unsubscribe <[EMAIL PROTECTED]> Visit Your Group <http://groups.yahoo.com/group/milis-ika-unpad;_ylc=X3oDMTJmNzZjOTE2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIxODIzNjU3BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyMjIxNDgxNjU-> Yahoo! Groups Wellness Spot<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13pg05lo8/M=493064.12016299.12445691.11322765/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1222155365/L=/B=mJDMLkLaX9Y-/J=1222148165392363/A=4990214/R=0/SIG=11d53kq3t/*http://advision.webevents.yahoo.com/curves/> A resource for living the Curves lifestyle. Special K Group on Yahoo! Groups<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13p1jh82o/M=493064.12016300.12445692.11323196/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1222155365/L=/B=mZDMLkLaX9Y-/J=1222148165392363/A=5170420/R=0/SIG=11b5gu1oe/*http://new.groups.yahoo.com/specialKgroup> Join the challenge and lose weight. Best of Y! Groups Check out the best<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o8l281h/M=493064.12016306.12445698.8674578/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1222155365/L=/B=mpDMLkLaX9Y-/J=1222148165392363/A=4763758/R=0/SIG=11ou7otip/*http://advision.webevents.yahoo.com/bestofyahoogroups/> of what Yahoo! Groups has to offer. . __,_._,___ -- Inu Subakto Mail: [EMAIL PROTECTED] Ph : 02130591547 - 08161117800 ======================================== Diamond cannot be polished without friction. Gold cannot be purified without fire. Good people go through trials, but don't suffer. With that experience their life become better not bitter --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ ------------------------------------------------- Milisnya Pro28 - Milisnya Wong Edannn .... tapi Profesional .... Betull ??? Mo posting, send email to [email protected] Mo keluar, send email to [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------------- -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
