Republika Online : http://www.republika.co.id
----- Original Message ----- 
From: Arif 
To: it section 
Sent: Wednesday, December 27, 2006 4:43 PM
Subject: [Republika Online] Singtel: Akses Internet Terpengaruh, Perbaikan 
Sedang Dilaksanakan


           
     
     
27 Desember 2006  14:57:00Singtel: Akses Internet Terpengaruh, Perbaikan Sedang 
Dilaksanakan

Singapura-RoL-- Singapore Telecommunications (SingTel) mengatakan Rabu pihaknya 
sedang bekerja menormalkan akses ke internet setelah kabel bawah laut terputus 
yang diakibatkan oleh  gempa Taiwan.



"Gempa Taiwan mempengaruhi sejumlah sistem kabel bawah laut di Asia, yang 
menyebabkan kabel terputus di dekat Taiwan dini hari tadi," kata SingTel dalam 
sebuah pernyataan.



"Akibatnya, sejumlah pelanggan mengalami lambatnya data atau akses Internet. 
Kegiatan pengalihan dan perbaikan lalu lintas saat ini sedang dilaksanakan," 
kata perusahaan itu, namun menambahkan pihaknya tidak dapat berkomentar 
mengenai berapa banyak pelanggan yang terpengaruh.



Namun operator telekomunikasi terbesar di negara kota itu mengatakan kabel 
bawah lautnya yang terhubung ke Amerika Serikat dan Eropa tidak terpengaruh.



Akses ke internet sangat terpengaruh setelah gempa kuat di Taiwan Selasa malam 
(26/12) merusak sejumlah kabel bawah laut di kawasan itu dengan gangguan 
layanan di Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Hong Kong.



Operator telekomunikasi utama di Jepang mengatakan kabel yang rusak telah 
mengganggu saluran telepon dan memperlambat internet di sana.



NTT Communications, bisnis telepon jarak jauh dan internet perusahaan 
telekomunikasi terbesar di Jepang Nippon Telegraph and Telephone Corp., 
mengatakan sekitar 1.400 saluran telepon "toll free" serta 84 saluran 
internasional yang digunakan secara internal oleh perusahaan terpengaruh.



Perdagangan berjangka minyak mentah elektronik di New York Mercantile Exchange 
(Nymex) merupakan salah satu kegiatan bisnis yang terpengaruh. 



Hingga pukul 2:40 siang waktu Singapura, tidak ada akses ke situs internet 
Nymex, di mana minyak mentah "light" dan "sweet" diperdagangkan secara 
berjangka, namun harga kontrak minyak mentah "Brent North Sea" London tersedia 
secara terpisah.



"Pada dasarnya ini adalah mimpi buruk karena kami tidak tahu apa yang sedang 
terjadi di pasar pada hari ini," kata Steve Rowles, analis pada CFC Seymour di 
Hong Kong.

"Namun itu terjadi pada hari yang tepat di mana banyak orang sedang pergi 
berlibur sehingga volume perdagangan rendah," katanya. antara/afp/abi






--------------------------------------------------------------------------------
Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : 
http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=276882&kat_id=248

Kirim email ke