Membaca Tread ini cukup menggoda saya untuk mengetik sesuatu, cukup menarik
untuk dibahas secara luas & tidak blur kemana-mana tanpa adanya way out yg
cukup baik:

Jawaban dari saya sebagai orang yg baru terjun di dunia IT (baru 17 tahun he
he he...)
Adakalanya kita sebagai orang IT sering kali terjebak dengan yg namanya
technology baru, begini: memang banyak technology yg di over selalu
menjanjikan solusi tetapi sayang seringkali over yg ditawarkan tidak
dibarengi dengan impact dan resiko yg akan didapat.
Contoh Solusi Citrix dan Terminal Server untuk permasalah ini.
Saya lebih condong mengatakan jika kita paksakan dgn dua technology diatas
maka saya bisa simpulkan bahwa kita akan mematikan nyamuk dengan "Rudal"...
technology diatas bagus tetapi berapa investment yg akan dikeluarkan baik
itu hardware, software, waktu & education yg dikeluarkan??? coba bandingkan
jika kita bisa memberi solusi berupa teknik pemrograman, Dia tinggal butuh
beberapa hari untuk coding, compiled, test lalu rollout..... simple dan
minim impact to bussines.

Begini Mas Nur,
Saya faham kondisi jaringan anda cukup kecil 64kb... itu normal dan rata2
untuk bisnis yg communication not too high.
Ada kalanya dalam mengcoding kita perlu cheating / licik, contoh kasus anda
ini bahwa anda menerangkan ketika anda akan memverifikasi hasil capture
fingger print memakan waktu cukup lama, saya berasumsi data image yang akan
di validasi cukup besar untuk setiap orangnya mengkin rata2 512 - 1MB per
fingger print. tentu ini akan membutuhkan waktu untuk mentransfernya melalui
bandwith segitu.
Pernahkah difikirkan untuk membuat local cache/data untuk mempercepat
validasi, dari concept ini akan ada 2 kali validasi yg akan dijalankan
secara background oleh system:
1. Validasi local, ==> di step ini yg di compare adalah image hasil scan
fingger print dgn fingger print yang sudah disimpan dilocal, jika hasilnya
ok maka system akan mengirim command/instruksi ke server yang ada di kantor
pusat untuk memberikan validasi ke client.
2. Validasi Server, ==> imputan untuk validasi yg dikirim client bukan
merupakan image fingger printnya tetapi bisa berupa dalam format string atau
number  (5 - 15 char) yang akan dipakai sebagai key untuk validasi di DB
server.
Jadi transmisi command antara client dan server di pusat adalah instruksi
SQL plus parametter yang panjangnya hanya 5 - 15 char bukan parametter data
sebesar 512 - 1 MB.

Pertanyaanya sekarang adalah: Apakah kita akan punya database yg berisi data
fingger print (DFP) di local? jawab: Ya ... tetapi tdk semua data. di local
hanya akan tersimpan data DFP orang-orang yang melakukan registrasi di
client tersebut.
Bagaimana untuk orang yg belum pernah validasi di client tersebut? jawab:
untuk cotext ini maka orang yg datanya belum pernah di tersimpan di local
perlu dibuatkan semacam function/menu terpisah untuk registrasi, naah untuk
step registrasi inilah diperlukan method transfering DFP antara client dan
server secara penuh untuk keperluan security dan jika OK maka data DFP
tersebut akan disimpan di local database untuk keperluan validasi
berikutnya.

Jika anda memiliki 500 karyawan, dan 5 orang diantaranya adalah orang baru
(katakanlah orang pusat yg lagi kerja di cabang), maka dalam sehari system
anda hanya akan memakai bandwith untuk mentransfer / validasi ke server
untuk 5 orang saja. selebihnya 495 orang yg anda transfer adalah key yang
panjangnya sekitar 5 - 15 character saja.
Silahkan hitung efficiency pemakaian bandwith. dgn comaparasi 500 orang itu
semua DFPnya harus di send ke Server Pusat

Untuk menjaga security data yang disimpan di local anda bisa berinprovisasi
dgn mengencryt atau yg lainnya... data di local menurut saya cukup hanya
dengan memakai MDB saja dan diprotect password untuk meminimize biaya
license (hindari memakai SQL Server untuk local) takutnya nanti di charge
biaya license untuk local database.

Secara teknis pemrogrammanya... anda bisa berkreasi sendiri ... he he
he....:-)

Info:
DFP = Data Fingger Print yang tersimpan di database.


Wasalam
Endri S.




On 1/17/07, nur Firman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Saya ingin buat applikasi namun ada hubungannya dengan validasi ke
server

maksudnya jika di klient save ke db server trus jika parameter tertentu
ada di server misalnya jika si A ada di Db Server maka si server akan
memberikan kode Validasi ke Klient
gimana yah konsepnya. apa perlu pakai Winsock

sebagai informasi jarak antara Server dan Klient (cabang) antara Jakarta
dengan Surabaya. dan terkoneksi dengan leaseline (IP Static 64Kb)

saya dah coba langung buka DB ke IP SQL server namun kok terasa lambat
banget....... ada solusi nggak yah bro...

tengkiu
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap
spam
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke