Visual Basic di Linux Makin Matang
Wicaksono Hidayat - detikinet

Jakarta - Selama ini pengembang piranti lunak berbasis Visual Basic (VB) boleh 
dibilang hanya punya satu pilihan, yaitu membuat aplikasi yang berjalan di 
lingkungan sistem operasi Windows. Namun berkat proyek Open Source bernama 
Mono, pengembang VB bakal makin mudah menjangkau Linux.

Proyek Mono telah menghasilkan sebuah compiler untuk menjalankan kode VB, yang 
ditulis pada Visual Studio, di lingkungan non-Windows. Versi awal compiler 
tersebut sudah bisa dicoba pada paket Mono versi 1.2.3.

Rencananya sebelum akhir 2007 proyek Mono akan melansir versi lengkap dari 
compiler untuk Visual Basic. Versi yang ada saat ini dibuat untuk framework 
.NET 2.0 dan bisa menghasilkan aplikasi untuk berjalan di .NET versi 1.0 dan 
2.0.

Seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Kamis (22/02/2007), Visual Basic 
diyakini memiliki cukup banyak pengguna. Sebanyak 37 persen perusahaan besar 
disebutkan menggunakan Visual Basic.NET, sedangkan Visual Basic secara umum 
konon digunakan oleh 62 persen pengembang software.

Banyaknya pengembang VB ini diyakini turut mempertahankan penggunaan sistem 
operasi Windows di kalangan bisnis. Pasalnya selama ini aplikasi internal 
perusahaan yang dikembangkan dengan VB tak bisa dialihkan ke lingkungan Linux 
dengan mudah.

Mono merupakan proyek yang berusaha mereplikasi perkembangan pada framework 
.NET di lingkungan Unix. Keberhasilan proyek yang didukung Novell ini telah 
memberikan pilihan bagi pengembang piranti lunak pada Windows untuk bergerak ke 
Linux.

Jika proyek Mono untuk Visual Basic ini rampung, Microsoft diyakini harus 
mengupayakan agar pengembang tetap mau memilih lingkungan Windows. Beberapa 
tahun belakangan Microsoft telah melakukan kerjasama dengan beberapa vendor 
Open Source agar Windows pun bisa 'berteman' dengan aplikasi Open Source. ( wsh 
/ wsh ) 

Kirim email ke