Secara logika, triger lebih cepet. Entar report akhir nariknya gak berat,
karena sudah posisi ending balance. Tetapi beresiko kalau ada perubahan yang
tidak wajar, seperti main belakang (langsung ke database, tidak lewat front
end app).
Store procedure hasilnya pasti lebih teliti, jika yang dimaksud sp tersebut
menghitung lagi dari awal transaksi sampai akhir, cuma itu ... muncul
reportnya lebih lambat.


Aksan Kurdin


On 1/4/08, Noe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   aku sedang ngerjain akuntansi untuk manufaktur. sekarang ini lagi
> ngerjain penyusutan aktiva. yang jadi pertanyaan metode mana yang lebih
> baik digunakan untuk kasus seperti ini :
>
> ketika user melakukan proses penyimpanan aktiva tetap, maka secara
> otomatis tabel penyusutannya juga terbentuk sendiri. pilihan ku ada dua
> cara yaitu dengan stored procedure atau trigger.
>
> kira2 mana ya yang lebih baik, terutama klo dilihat dari aspek
> performance.
>
> 
>



-- 
Aksan Kurdin

Kirim email ke