Ikut sharing... Kalau project bersifat komersial.. pastikan harus ada surat kontrak yang jelas... jangan mau cuman deal omongan tanpa bukti tertulis.. walaupun hal yang remeh sekalipun.. jika ada perubahan harus dibuat kontrak juga.. Terutama bagian Output program harus benar2 dibahas tuntas.. bentuk output (biasanya laporan) juga harus tertera di dalam surat kontrak.. mending buang waktu buat surat kontrak ketimbang jadi masalah dikemudian hari...
Jika pemakai program banyak.. misal ada bagian order, penjualan, akunting, supervisor harus di perhatikan input dan output dari masing-masing bagian.Alur program harus sudah benar sebelum melangkah ke bagian yang lain.. kita bisa tahu alur kalau tahu input dan output masing-masing bagian..baru bisa desain tabel, desain menu.... dll. Jika alur program belum final... jangan digarap dulu... percuma... nanti sering ubah tabel dan code program... Semoga berguna.. kalau ada yang salah.. sorry :) Hendy Nyom2 Denpasar wrote: > > Maaf ya sekedar share, kl menurut saya yg belum tentu benar : > 1. Kuasai dulu alur proses pekerjaan yang akan digarap > 2. Tentukan bagian2/komponen2 yg terlibat dalam sistem tsb , misal ada > bagian order, penjualan, akunting, supervisor, dll ...bagian2 ini > tergantung dari tiap object yg digarap > 3. tentukan masing2 tugas untuk tiap bagian tsb, dan akses tiap bagian > ke dalam sistem tsb > 4. tentukan output apa yg diperlukan (reporting,dll) > 5. mulai disain struktur tiap tabel yg ada, keterhubungannya, termasuk > disain secara rinci, apa PK-nya, berapa panjang tiap field, dan jenis > fieldnya apa (numeric, string, dll) > 6. mulai menyusun struktur menu. > 7. coding tiap module didalamnya > 8. running tes dengan data ujicoba , umumnya didahulu dengan beta test > 9. implementasi > > demikian mhn maaf bila ada yg kurang berkenan > > salam, > Nyom2 >
