Majalah Kristen BAHANA edisi Agustus 2004 menurunkan satu berita dengan judul panjang: 
"Doa Bagi Bangsa: Pesona Reinhard Bonke di Stadion Bung Karno, Mengawal Indonesia 
Memilih Presiden, Menebar Mukjizat Ilahi." 

Ada baiknya kita simak berita tersebut secara lengkap: Kidung pujian bagi Bapa di 
Surga kembali bergema dari Stadion Gelora Bung Karno. Ribuan umat Kristiani dari 
penjuru Jakarta berkumpul memanjatkan Doa Bagi Bangsa, melepas denominasi 
masing-masing. Bagai dupa yang harum dengan ketulusan pujian sebagai korban 
persembahan membuka pintu surga, menerangi malam yang gelap dengan cahaya mukjizat 
yang luar biasa. 


Sejak sore, ribuan jemaat yang rindu akan Tuhan telah membanjiri stadion terbesar di 
Indonesia ini. Pujian penyembahan menggema dari mereka yang haus bersekutu dengan-Nya, 
ataupun dari tubuh-tubuh lemah yang rindu jamahan mukjizat Tuhan. Melalui hamba-Nya 
Reinhard Bonke, Tuhan menyatakan kuasa-Nya dengan begitu ajaib. Dari kisah perempuan 
yang berzinah (Yoh. 8:1-11), Bonke memaparkan, bahwa betapa pun hinanya dia di mata 
manusia, namun Yesus tetap mengampuni dan memintanya untuk tidak berbuat dosa lagi. 

Usai khotbah, Bonke mengajak seluruh jemaat berdoa bersama. Kesibukan drastis terjadi 
tepat di depan panggung, tempat orang-orang sakit berkumpul. Mulai dari yang pincang, 
lumpuh, buta, hingga yang terbaring sekarat di atas tempat tidur berjajar kesembuhan 
Ilahi. Para pendoa segera menyebar, mendampingi mereka yang butuh bantuan doa. Kuasa 
Tuhan bekerja dengan dahsyat. Usai berdoa, satu per satu jemaat yang beroleh 
kesembuhan bersaksi di atas panggung. Mereka yang lumpuh dapat berjalan, yang tuli 
dapat mendengar. 

Bahkan ada seorang wanita yang minta jamahan Tuhan agar diberi anak beberapa tahun 
lalu saat Bonke kali pertama datang ke Indonesia, dengan dua anak kembarnya naik ke 
atas mimbar menyaksikan mukjizat Tuhan yang luar biasa. Menurut ketua panitia, Cecilia 
Sianawati, acara ini merupakan kegiatan doa untuk menopang bangsa Indonesia memasuki 
pemilihan presiden. Dengan persembahan puji-pujian, umat Kristiani percaya Tuhan Yesus 
membuka pintu gerbang transformasi bagi bangsa Indonesia. "Kita sadar, semua usaha 
kita sebagai manusia tidak cukup. Kita butuh pertolongan Tuhan,"katanya. Doa Bagi 
Bangsa juga dihadiri Ketua Umum Partai Damai Sejahtera Ruyandi Hutasoit, Ketua Umum 
Nahdlatul Ulama dan Menteri Agama (Menag) Said Aqil Husein Al Munawar. 

Menag: Syaloom 
 Syaloom, teriak lantang Menag Al-Munawar mengawali kata sambutannya. Sontak salam 
hangat ini disahut ribuan jemaat dengan pekik Syaloom pula. Dalam sambutannya, 
Al-Munawar menyatakan mendapat kehormatan mewakili Presiden Megawati Soekarnoputri 
sekaligus permintaan maaf yang sebesar-besarnya dari presiden yang berhalangan karena 
tengah menuju Bali menghadiri pertemuan penting. 

Sebagai bangsa pluralis, lanjut Al-Munawar, langkah menggelar Doa Bagi Bangsa ini 
sangat tepat, sebab mendoakan bangsa dan negara, serta pemimpin yang tepat merupakan 
tanggung jawab semua warga negara, tanpa memandang agama ataupun sukunya. "Untuk 
membangun Ibu pertiwi, kemajemukan harus dipertahankan, " ungkapnya. Dalam kesempatan 
ini, menteri juga menyatakan, SKBRI bagi WNI keturunan dicabut dan Keputusan Bersama 
dua menteri tahun 1969 yang melarang umat Nasrani beribadah di luar gereja, telah 
direvisi. Inilah mukjizat lain juga luar biasa malam itu. "Syaloom Indonesia." 

(***) 

Begitulah berita yang disebarluaskan oleh majalah Rohani populer Kristen itu. Membaca 
berita tersebut, sangatlah mengherankan, bahwa pejabat tinggi Negara setingkat Menteri 
Agama menghadiri acara itu. Sudah lama bangsa Indonesia disuguhi adegan penyebaran 
agama melalui cara-cara penyembuhan ajaib yang selain tidak masuk akal, juga 
sebenarnya melecehkan kalangan Kristen sendiri. Logikanya, jika para pendoa Kristen 
itu mampu menyembuhkan orang buta, lumpuh, pincang, dan sebagainya, lalu buat apa 
mereka membangun begitu banyak rumah sakit Kristen? 

Beberapa waktu lalu, saat pro-kontra RUU Sisdiknas, beredar luas "VCD Gus Dur" yang 
didoakan oleh pendeta wanita AS dan diikuti oleh ribuan jemaat yang hadir. Mereka 
berdoa agar saat itu juga Tuhan membuka mata Gus Dur, sehingga dapat melihat. Sampai 
berulangkali doa itu itu dipanjatkan, ternyata Gus Dur tidak berubah. 

 Sekali lagi, jika formula pengobatan ajaib yang diklaim sebagai "mukjizat" oleh kaum 
Kristen itu memang ampuh, maka Depkes RI sebaiknya segera dibubarkan saja. Adalah 
ajaib, jika berita itu benar, menteri agama kita yang Prof. Dr. dan pakar dalam agama, 
mau menghadiri acara yang sudah begitu banyak menimbulkan pro-kontra di kalangan umat 
beragama. 

Beginikah cara kaum Kristen menyebarkan agamanya kepada bangsa Indonesia? Dari segi 
pengembangan intelektualitas dan diskursus keagamaan, berita yang dibanggakan oleh 
Majalah Kristen itu menunjukkan, bahwa mereka sama sekali tidak mau memahami 
problematika teologis yang ada dalam agama mereka sendiri. Justru ketika mereka selalu 
menyebut Tuhan Yesus, maka disitulah, sejak ratusan tahun lalu, sejak awal-awal masa 
Kekristenan, problematika yang paling mendasar dalam teologi Kristen muncul. Mereka 
belum pernah selesai dalam mendefinisikan siapa sebenarnya yang mereka sebut dengan 
Yesus itu. Apakah dia manusia, atau dia Tuhan. 

Apakah dia manusia dan sekaligus Tuhan. Atau dia memang Tuhan. Sejak dulu, hingga 
kini, perdebatan seputar ketuhanan Yesus berlangsung sengit. Dr. C. Groenen ofm, 
seorang teolog Belanda, mencatat, bahwa seluruh permasalahan kristologi di dunia Barat 
berasal dari kenyataan bahwa di dunia Barat, Tuhan menjadi satu problem. Setelah 
membahas perkembangan pemikiran tentang Yesus Kristus (Kristologi) dari para pemikir 
dan teolog Kristen yang berpengaruh, ia sampai pada kesimpulan, bahwa kekacauan para 
pemikir Kristen di dunia Barat hanya mencerminkan kesimpangsiuran kultural di Barat. 
"Kesimpang siuran itu merupakan akibat sejarah kebudayaan dunia Barat," tulis Groenen. 
Dalam buku Sejarah Dogma Kristologi: Perkembangan Pemikiran tentang Yesus Kristus pada 
Umat Kristen (1988). 

Setelah membahas puluhan konsep para teolog besar di era Barat modern, Groenen memang 
akhirnya "menyerah" dan "lelah", lalu sampai pada kesimpulan klasik, bahwa konsep 
Kristen tentang Yesus memang "misterius" dan tidak dapat dijangkau oleh akal manusia. 
Sebab itu, jangan dipikirkan. Kata dia: "Iman tidak tergantung pada pemikiran dan 
spekulasi para teolog. Yesus Kristus, relevansi dan kebenaran abadi-Nya, akhirnya 
hanya tercapai dengan hati yang beriman dan berkasih. Yesus Kristus, Kebenaran, selalu 
lebih besar dari otak manusia, meski otak itu sangat cerdas dan tajam sekali pun." 

Sepanjang sejarah peradaan Barat, terjadi banyak problema serius dalam perdebatan 
teologis Kristen. Di zaman pertengahan, rasio harus disubordinasikan kepada 
kepercayaan Kristen. Akal dan filosofi di zaman pertengahan tidak digunakan untuk 
mengkritisi atau menentang doktrin-doktrin kepercayaan Kristen, tetapi digunakan untuk 
mengklarifikasi, menjelaskan, dan menunjangnya. Sejumlah ilmuwan seperti Saint Anselm, 
Abelard, dan Thomas Aquinas mencoba memadukan antara akal (reason) dan teks Bible 
(revelation). 

Problema yang kemudian muncul ialah, ketika para ilmuwan dan pemikir diminta 
mensubordinasikan dan menundukkan semua pemikirannya kepada teks Bible dan otoritas 
Gereja, justru pada kedua hal itulah terletak problema itu sendiri. Disamping 
menghadapi problema otentisitas, Bible juga memuat hal-hal yang bertentangan dengan 
akal dan perkembangan ilmu pengatahuan. Sejumlah ilmuwan mengalami benturan dengan 
Gereja dalam soal ilmu pengatahuan, seperti Gelileo Galilei (1546-1642) dan Nicolaus 
Copernicus (1473-1543). Bahkan Giordano Bruno (1548-1600), pengagum Nicolaus 
Copernicus, dibakar hidup-hidup. 

Thomas Aquinas mengungkapkan konsep teologi Kristen dengan kata-katanya: "deum esse 
trinum et unum est solum creditum, et nullo modo potest demonstrative probari" (That 
God is three and one is only known by belief, and it is in no way possible for this to 
be demonstratively proven by reason). 

Konsep ketuhanan Yesus yang dirumuskan dalam Konsili Nicea, tahun 325, sudah 
memunculkan problem serius dan kontroversial tentang "ketuhanan Yesus". Bagaimana 
menjelaskan kepada akal yang sehat, bahwa Yesus adalah "Tuhan" dan sekaligus 
"manusia". Apa yang disebut kaum Katolik sebagai "Syahadat Nicea", secara eksplisit 
mengutuk pemikiran Arius, seorang imam Alexandria yang lahir tahun 280. Arius didukung 
sejumlah Uskup menyebarkan pemahaman bahwa Yesus bukanlah Tuhan adalah tunggal, esa, 
transenden, dan tak tercapai oleh manusia. Yesus adalah "Firman Allah" yang secara 
metafor boleh disebut "Anak Allah" bukanlah Tuhan,tetapi makhluk, ciptaan, dan tidak 
kekal abadi. 

"Syahadat Nicea" menyatakan: "Kami percaya pada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, 
Pencipta segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dan pada satu Tuhan Yesus 
Kristus, Putra Allah, Putra Tunggal yang dikandung dari Allah, yang berasal dari 
hakikat Bapa, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah Benar, 
dilahirkan tetapi tidak diciptakan, sehakikat dengan Bapa, melalui dia segala sesuatu 
menjadi ada" (Lihat, C. Groenen, Sejarah Dogma Kristologi, dan buku Konsili-konsili 
Gereja karya Norman P. Tanner, (Yogyakarta, Kanisius, 2003). 

Simaklah, bagaimana perdebatan tentang "Syahadat Kristen" yang menjadi perbincangan 
dan kontroversi hebat dalam sejarah Kristen. Konsili Efesus, tahun 431, melarang 
perubahan apa pun pada "Syahadat Nicea", dengan ancaman kutukan Gereja (anathema). 
Namun, Konsili Kalsedon, tahun 451, mengubah "Syahadat Nicea". Kutukan terhadap Arius 
dihapuskan. Naskah syahadat Konsili Kalsedon berasal dari konsili local di 
Konstantinopel tahun 381. Sebab, naskah edisi tahun 325 dianggap sudah tidak memadai 
untuk berhadapan dengan situasi baru. Kalangan teolog Kristen ada yang menyebut bahwa 
naskah tahun 381 adalah penyempurnaan naskah tahun 325, tanpa mengorbankan disiplin 
teologisnya. Naskah syahadat itu di kalangan sarjana disebut "Syahadat dari Nicea dan 
Konstantinopel" disingkat N-C. Naskah syahadat N-C ini hingga sekarang masih menjadi 
naskah syahadat penting dari kebanyakan Gereja Kristiani. Namun, pada Konsili Toledo 
III di Spanyol tahun 589, Gereja Barat melakukan tambahan frasa "dan Putra"
 (Filioque), pada penggal kalimat "dan akan Roh Kudus" yang berasal dari Bapa". 

Penambahan itu dimaksudkan untuk menekankan keilahian dan kesetaraan antara Putra 
dengan Bapa. Paus, yang mulanya menolak penambahan itu, akhirnya menerima dan 
mendukungnya. Namun, Gereja Timur menolak, karena melanggar Konsili Efesus. Penambahan 
ini kemudian menjadi penyebab utama terjadinya "skisma", perpecahan antara dua Gereja 
(Barat dan Timur) pada abad ke-11. 

Konsili Vatikan II juga membuat perubahan kecil pada Syahadat N-C, dengan mengganti 
kata pembuka "Aku percaya" menjadi "Kami percaya". (Norman P. Tanner, Konsili-konsili 
Gereja). 

Perdebatan seputar Yesus bahkan pernah menyentuh aspek yang lebih jauh lagi, yakni 
mempertanyakan, apakah sosok Yesus itu benar-benar ada atau sekedar tokoh fiktif dan 
simbolik? Pendapat seperti ini pernah dikemukakan oleh Arthur Drews (1865-1935) dan 
seorang pengikutnya William Benjamin Smith (1850-1934). (Lihat, Howard Clark Kee, 
Jesus in History, (New York: Harcourt, Brace&World Inc, 1970). 

Bahkan, perdebatan seputar Yesus itu kadangkala sampai menyentuh aspek moralitas Yesus 
sendiri dalam aspek sexual. Marthin Luther sendiri dilaporkan menyebutkan , bahwa 
Yesus berzina seban yak tiga kali. Arnold Lunn, dalam bukunya, The Revolda Against 
Reason, (London: Eyre&Spottiswoode, 1950), hal. 233, mencatat: "Weimer quoted a 
passage from the Table-Talk, in which Luther states that Christ committed adultary 
three times, first with the woman at the well, secondly with Mary Magdalene, and 
thirdly with the woman taken adultary, "whom he let off so lightly. Thus even Christ 
who was so holy had to commit adultary before he died." 

Bahkan, The Times, edisi 28 Juli 1967, mengutip ucapan Canon Hugh Montefiore, dalam 
konferensi tokoh-tokoh Gereja di Oxford tahun 1967: "Women were his friends, but it is 
men he is said to have loved. The stricking fact was that he remained unmarried, and 
men who did not marry usually had one of three reasons: they could not afford it; 
there were no girls, or they were homosexual in nature.." (Dikutip dari: Muhammad 
Musthafa al-A'zhami, The History of The Quranic Text, from Revelation to Compilation: 
A Comparative Study with the Old and New Testament, (Leicester: UK Islamic Academy, 
2003) 

 Perdebatan seputar Yesus memang tidak berkesudahan. padahal, di atas landasan inilah, 
teologi Kristen ditegakkan. Pada awal-awal kekristenan, mereka ingin menonjolkan aspek 
ketuhanan Yesus. Tetapi, teolog-teolog modern kemudian ingin menonjolkan aspek 
kemanusiaan Yesus, mendekati gagasan Arius yang dulu dikutuk Gereja. Menyimak 
perdebatan tentang Yesus yang tiada henti itu, maka teolog Kristen seperti Groenen 
membuat teori "pokoknya", bahwa meskipun pemikiran kaum Kristen tentang Yesus Kristus 
berbeda-beda, tetapi Yesus tetap tidak berubah. Yesus tetaplah Yesus. 

Argumentasi Groenen semacam ini tentu sulit dipahami oleh kalangan teolog yang sejak 
dahulu kala berusaha merumuskan pemahaman tentang Yesus, namun tidak pernah mencapai 
titik temu. Kepelikan itu bisa dipahami, mengingat Yesus sendiri tidak pernah 
menyatakan, bahwa dia adalah Tuhan. Paul Young, dalam bukunya, Christianity, mencatat, 
bahwa seluruh penulis Perjanjian Baru menekankan hakikat kemanusiaan Yesus. Ia lapar, 
haus, dan lelah, sebagaimana manusia lainnya. Ia juga punya emosi, bisa sedih dan 
senang. Tetapi, beratus tahun kemudian, Yesus dirumuskan dan disembah sebagai Tuhan. 
"This Jesus, a real human being, is the focus of Christian worship. Such worship 
contrasts sharply with all other great world religion," tulis Young. Tentang kepelikan 
seputar "misteri Yesus", Mark Twain membuat sindiran: "It's not the parts of the Bible 
which I can't understand that bother me, it's the parts that I can understand." Bukan 
bagian Bible yang tidak dipahaminya yang meresahkannya, tetapi justru
 bagian yang ia pahami. 

Kontroversi dalam soal teologi seperti dalam sejarah Kristen semacam itu tidak 
dijumpai dalam Islam. Mengingat begitu hebatnya kontroversi teologis Kristen dan 
trauma Barat terhadap hegemoni Gereja ketika mereka memegang doktrin eksklusivisme 
teologis (extra ecclesiam nulla salus), bisa dipahami jika mereka lebih menyukai 
pengembangan paham pluralisme agama. 

Kondisi Islam sama sekali berbeda. Dasar-dasar teologi Islam sudah dirumuskan dan 
sudah sangat jelas, sejak awal Islam lahir, serta tidak pernah diputuskan melalui satu 
"kongres", musyawarah, atau "konsili". Karena itu, sejak awal kelahirannya, Islam 
memang sudah sempurna. Konsep teologi dan ibadah dalam Islam sudah selesai dirumuskan. 
Bahkan, sebagai agama, nama "Islam" pun sudah diberikan oleh Allah. (QS al-Maidah:3). 

Sebaliknya, Konsep Kristen tentang tuhannya dirumuskan melalui Kongres, dan hingga 
kini masih saja memunculkan kontroversi, sehingga banyak memunculkan apatisme di 
kalangan masyarakat Barat. Hanya sebagian kecil kalangan Kristen yang nekad, 
menyebarkan agamanya kepada kaum Muslim, dengan cara-cara seperti di Stadiun Bung 
Karno itu. Yang perlu diacungi jempol, meskipun berdiri di atas landasan yang rapuh, 
tetapi kelompok kristen di Senayan itu nekad; alias bonek, "bondo nekad". Wallahu 
a'lam. (KL, 6 Agustus 2004). 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke