Saudara Croissanpolos yang baik.... Justru ketika otot dikedepankan munculah kekerasan dan itu kemudian pahlawan kesiangan seperti Gusdur menjadi contoh yang tidak elegan... ini negara hukum.. kenapa tidak patuhi hukum.. silahkan dia ajukan somasi ke DPR atau adukan ke Polisi dan kerahkan aparat hukum untuk melakukan tugasnya ... itu lebih adil... lalu dengan cara ngerahkan banser itu apa dasar hukumnya...? tidak ada khan..?! .Katakanlah Sang Timur melanggar hukum, FPI membalas tidak berdasarkan hukum, lalu dibalas dengan tindakan anti hukum juga oleh Gusdur.....? lalu kapan akan berakhir tindakan anti hukum itu..??
Saya tidak ingin mulai start dari siapa yang salah karena saya tidak punya legitimasi hukum disitu.. lalu saya hanya bisa menyarankan untuk memulai dari diri sendiri mematuhi hukum dan bertindak sabar serta patuh hukum agar tidak muncul kekerasan dan segala potensi anti hukum itu.... kalau untuk mengukur skala aksi sehingga menimbulkan besaran reaksi.. tidak ada skala apapun. akhirnya saling klaim merasa diri paling dirugikan... padahal mungkin kita yang ternyata bertindak lebih parah.... bukankah kita dikaruniai telinga 2 dan mulut satu.. artinya kita haruslah lebih banyak mendengar daripada berbicara.... lebih banyak menghitung diri..... "fakta2" yang saudara tuliskan ada mungkin benarnya mungkin juga fitnah... saya sendiri masih bersikap hati2 menilai info yang masuk mengenai hal ini... katanya ada gereja dibakar ternyata tidak sama sekali.. berikut saya sampaikan 2 attachment opini lain dari penduduk setempat... ttg klaim 9000 warga katholik itu juga sepertinya dikover oleh opini ini... saya sendiri tidak setuju dengan kekerasan dan tidak mau menilai siapa yang salah, yang penting tiap diri menjaga agar tidak berbuat salah dengan melanggar hukum, .... andaikan ada pihak melanggar hukum janganlah dibalas dengan melanggar hukum itu saja, balaslah dengan prosedur hukum yang disepakati bersama... jika kenyamanan bersama memang diiddamkan.... Kalau berbicara ttg Islam, tentu saya membela Islam yang menegakkan keadilan.. kalau ada Islam tidak menegakkan keadilan maka tidak akan saya bela.... Kalau ada orang Islam yang tidak menegakkan keadilan, maka orang itu memang perlu diajrain ttg Islam yang menegakkan keadilan sesungguhnya... Terima kasih Saudara Croissantpolos atas sarannya, saya memang tak henti-hentinya bertapa... (See attached file: SIARAN PERS Sang Timur.doc)(See attached file: 2 warga setempat.doc) "croissantpolos" <[EMAIL PROTECTED]> on 10/27/2004 08:22:31 AM Please respond to [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] cc: Subject: [proletar] Re: Hasil bertapa #1 : SEDIH --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > Yang di dunia nyata juga tidak kalah nyentriknya, penyalah-gunaan SKB, > perijinan, lalu diperingatkan tapi tidak menggubris malah seenaknya, yang > ngasih peringatan tidak sabaran dan tidak menempuh jalur hukum yang > disepakati bersama , lalu adu otot, kemudian ngadu kemana2 sambil memfitnah > telah terjadi kebakaran, kemudian muncul pahlawan kesiangan dengan unjuk > otot juga..... weleh...weleh... mau jadi apa kalau otot melulu yang > diduluin..... > Jadi musti jelas dulu apa itu SKB 3 menteri. Kenapa izin bangun gereja butuh waktu sampai 20 tahun. Ada 9000 umat katolik disitu. Adakah orang islam pernah mempertanyakan itu? Bagaimana caranya beribadah sebelum izin gereja itu keluar? Apakah harus berkumpul di rumah2 orang (dan mengganggu tetangga)? Apakah harus blokir jalanan? Sewa bioskop? Apa harus sembunyi2 ibadah di gua2 dan kuburan? Bagaimana caranya orang islam di negeri barat beribadah jika masjid belum ada? Bukankah mereka juga menggunakan ruang serba guna? Namanya serba guna, tentu harusnya berguna juga untuk ibadah. Orang kristen memang MELANGGAR HUKUM, dengan "seenaknya" saja BERIBADAH di ruang serbaguna. Lalu, siapa yang kira2 memulai kekerasan, adu otot? Nyerbu SLB, maksa biarawati tandatangan dengan paksa, ngancurin papan, nakut2in murid dan orang tua, terus masang tembok? Well, ternyata mereka menamakan diri Forum Pemuda Islam. Mereka adalah wajah seram ISLAM. Mereka juga MELANGGAR HUKUM, dengan kekerasan. Siapa yang anda sebut pahlawan kesiangan itu? Dia datang tidak untuk adu otot. Dia menenangkan warga yg ketakutan. Dia menghampiri masjid di situ untuk berdialog dengan islam disitu. Simpatik dan damai bukan? Karena tidak ada kesepakatan, sementara FPI tetap mengancam, Polisi diam saja, Gus Dur menawarkan keamanan via Banser. Gus Dur tidak mau kerukunan beragama rusak karena kekerasan yg dilakukan FPI. Bertapalah lagi, apakah anda akan berpihak pada "ISLAM" atau pada "KEADILAN"? Sebab anda sudah selangkah lebih maju dari lainnya. Anda sudah paham, kekerasan akan melahirkan kekerasan baru. Jangan berhenti Cahyo. Selamat bertapa lagi. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links __ This email has been scanned for Viruses and Spam. For more information please contact your local Information Security representative. __ IMPORTANT NOTICE: This email may be confidential, may be legally privileged, and is for the intended recipient only. Unauthorised access, disclosure, copying, distribution, or reliance on any of it by anyone else is prohibited and may be a criminal offence.� Please delete if obtained in error and email confirmation to the sender. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
