ISU BERBAHAYA

 

Teman-teman yang terhormat,

 

Akhir-akhir ini dengan gencar beredar SMS yang berisi isu-isu negatif dan 
berbahaya yang menyatakan bahwa korban gempa dan tsunami di Aceh yang berasal 
dari kalangan etnis Tionghoa telah mengalami diskriminasi yaitu tidak 
mendapatkan jatah makanan, dipaksa mengubur jenasah para korban, dijarah bahkan 
ada yang dibunuh, dipersulit mendapatkan seat pesawat yang akan membawanya 
keluar dari Aceh dsbnya. Hal ini perlu klarifikasi agar kita jangan sampai 
menjadi korban adu domba yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung 
jawab. Bersama ini kami berusaha memberikan sedikit informasi yang dikumpulkan 
oleh relawan INTI yang sejak hari Rabu yang lalu telah berada di Banda Aceh, 
turut menumpang pesawat Hercules yang berangkat dari Halim PK.

 

Inilah sebagian laporannya yang berkaitan dengan isu-isu tersebut :

Memang ada kasus-kasus kecil yang terjadi yang menurutnya normal terjadi dalam 
situasi kacau dimana para korban dalam keadaan panik, stress, putus asa dan 
kelaparan, tetapi kejadian ini tidak hanya menimpa para korban dari kalangan 
Tionghoa saja, tetapi juga menimpa yang lainnya.

 

Sebagai contoh :

  1.. Ada kasus dimana ada seorang korban dari kalangan Tionghoa yang ingin 
memindahkan mayat keluarganya dengan menggunakan becak motor, pengemudinya 
meminta bayaran Rp.400.000.-, tetapi sekali lagi kasus ini tidak hanya menimpa 
korban dari kalangan Tionghoa tetapi dari siapa saja yang dianggap masih 
mempunyai "banyak uang".
  2.. Ada beberapa toko yang mengalami penjarahan, tetapi ini dilakukan oleh 
orang-orang yang stress berat. Malahan ada kejadian ketika toko tersebut 
dijarah yang ditemukan adalah tumpukan mayat korban bencana sehingga mereka 
sendiri akhirnya menyingkir.
  3.. Memang dalam masalah pembagian makanan ada petugas yang mendahulukan 
mereka yang dianggap benar-benar tidak mempunyai apa-apa lagi. Malahan ada 
keluhan dari beberapa korban Tionghoa kepada relawan kita bahwa ketika terjadi 
pembagian bantuan yang dilakukan relawan-relawan Tionghoa dari kelompok 
tertentu mereka juga mendahulukan para korban yang benar-benar dianggap lebih 
menderita. Ini semua terjadi karena di masyarakat masih ada persepsi bahwa 
korban dari kalangan etnis Tionghoa masih mempunyai banyak uang, padahal 
persepsi ini tidak sepenuhnya benar.
  4.. Mengenai pengungsi di bandara, memang benar pada hari-hari pertama yang 
banyak datang ke bandara adalah para korban dari kalangan Tionghoa. Justeru 
merekalah yang paling banyak diangkut dengan pesawat untuk mengungsi ke Medan. 
Tetapi mulai hari ketiga jumlah pengungsi yang datang ke bandara sudah 
bercampur baur. Banyak korban dari kalangan Tionghoa yang berhari-hari menunggu 
di bandara karena tidak punya biaya. Semalam relawan kita minta persetujuan 
untuk membelikan 4 tiket ke Medan bagi satu keluarga Tionghoa yang kondisinya 
sangat mengenaskan untuk mengungsi ke Medan.Memang ada satu dua oknum yang 
berusaha mengail di air keruh yang berusaha menjual seat dengan harga lebih 
mahal kepada para korban bencana alam ini.
  5.. Ada kasus dimana seorang pastor meminta pertolongan untuk mengangkat 
korban yang tergeletak di muka gereja di dekat pasar yang tidak mendapatkan 
sambutan karena semua orang sedang sibuk dan stress mencari keluarganya yang 
hilang.
  6.. Akhir-akhir ini banyak terjadi para korban memaksa meminta jatah makanan 
seperti mie instant lebih dari seharusnya karena ingin menjual kelebihan itu 
yang hasilnya akan digunakan untuk biaya mengungsi keluar dari Aceh.
  7.. Dua hari yang lalu di Posko INTI Jakarta kedatangan sebuah keluarga yang 
terdiri dari sepasang suami istri muda dan kedua anaknya berusia 5 tahun 
(puteri) dan 8 bulan (putera) beserta seorang baby sitternya. Pak Surya 
menceriterakan kesaksiannya bagaimana mereka sekeluarga tercerai-berai 
menyelamatkan diri namun pada hari ketiga berkat keajaiban dan pertolongan 
Tuhan mereka berhasil berkumpul kembali dan akhirnya bersama seluruh keluarga 
besarnya ( berjumlah 21 orang) berhasil naik pesawat ke Medan dan kemudian ke 
Jakarta. Yang menarik baby sitternya yang non Tionghoa dengan mati-matian 
menyelamatkan kedua orang anaknya sampai mereka berhasil berkumpul kembali. 
Mereka dengan tegas menyatakan bahwa mereka berhutang nyawa kedua anaknya 
kepada baby sitternya yang dengan setia dan penuh tanggung jawab menyelamatkan 
dan melindungi kedua anaknya. Entah apa yang terjadi kalau baby sitternya tidak 
menyelamatkan kedua anaknya tersebut.
   Demikianlah beberapa informasi yang berhasil kami himpun, mudah-mudahan 
informasi ini dapat membantu mematahkan isu-isu negatif yang bertujuan mengadu 
domba kita.

   

  Untuk itulah Posko INTI di Medan secepatnya akan mendirikan semacam Media 
Center yang akan menghimpun sebanyak mungkin informasi dan menyalurkannya ke 
berbagai media, milis dan siapapun yang membutuhkannya. Kesulitan kita adalah 
mendapatkan sebuah ruangan untuk dijadikan kantor yang dilengkapi komputer, 
tilpon dan fax. Kalau ada teman-teman yang bisa membantu, kami akan sangat 
berterima kasih.Di samping itu Posko INTI Medan juga telah beroperasi dengan 
memberikan bantuan medis termasuk operasi-operasi di rumah sakit kepada para 
korban bencana dengan cuma-cuma. Demikian juga Posko akan turut membantu 
tempat-tempat para pengungsi termasuk para pengungsi yang berasal dari kalangan 
Tionghoa. Besok sebuah container berisi bantuan dari Ace Hardware yang terdiri 
dari tenda, genset portable, tikar, senter, masker, sarung tangan, lampu sorot, 
handpallet dsbnya akan diberangkatkan ke Banda Aceh dengan mendapat bantuan 
pengawalan dari pihak Pangdam untuk segera didistribusikan kepada para petugas 
dari TNI dan para relawan yang sedang melakukan evakuasi jenasah dan 
pembersihan kota.

   

   Akhirnya, kami serukan agar jangan menanggapi dan menyebar-nyebarkan SMS 
negatif, saat ini seluruh komponen bangsa harus bersatu padu menggalang 
solidaritas nasional.

   

  Salam hangat dan terima kasih !

 

Benny G. Setiono

 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke