Tayangan TV Channel 7 kemarin pagi menyiarkan wawancara dengan seorang pengamat politik. Pertanyaannya adalah siapa yang menyumbang paling banyak untuk korban tsunami ? Jawabnya saat itu tentu saja urutan pertamanya Jepang dengan bantuan sebesar US$ 500 juta. http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/4145259.stm
Sang pembawa acara menanyakan lagi bagaimana dengan bantuan dari negara-negara Islam ? Ditayangkan urutan negara-negara penyumbang dimana Qatar menduduki urutan pertama dengan sumbangan sebesar US$ 25 juta dan negara-negara lainnya jauh lebih kecil. Melihat urutan tersebut sang pembawa acara berkomentar bahwa kebanyakan negara-negara tersebut adalah negara-negara teluk penghasil minyak yang kaya. Sang pengamat politik berpendapat bahwa kecilnya sumbangan dari negara-negara teluk penghasil minyak diakibatkan karena mereka beranggapan orang-orang Indonesia bukan 'true believers.' Mayoritas orang Indonesia adalah orang Islam moderat. Kolega saya yang seorang Muslim asal Bosnia pernah bercerita bahwa yang pertama dilakukan Pemerintah Arab Saudi di Bosnia dulu adalah membangun mesjidnya, walaupun mereka meminta untuk dibuatkan rumah sakit yang sangat mereka perlukan. Terlihat jelas bahwa Arab Saudi aktif mengembangkan faham Wahhabi di Bosnia. Secara historis Bosnia lebih dekat dengan Turki karena dulunya cukup lama dikuasai Kesultanan Utsmaniyah yang bermusuhan dengan orang-orang Wahhabi yang dibantu Inggris. Orang-orang Arab sendiri mempertanyakan mengapa mereka pelit : Gulf Arabs Wonder: Are They Being Stingy With Aid? By NEIL MacFARQUHAR http://www.nytimes.com/2005/01/04/international\ /worldspecial4/04arab.html Teddy --- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya hanya ingin menambahkan hal berikut,sekedar untuk menuangkan > air kekincir "tomat hijau": > > Keluarga raja Saud itu betul-betul manusia pemboros: ketika > rajanya sakit mata beberapa waktu yang lalu, maka satu tingkat > rumah sakit di Jenewa di sewa oleh raja yang sakit mata itu.. > > Dan kemudian dia - dengan rombongannnya - berpakansi ke Marbella > untuk menghabiskan uang berjuta-juta euro tiap hari.... > > Sementara itu (saya baca di majallah National Geographic) > buku-buku diperpustakaan kerajaan tidak lebih banyak dari > sepersekian jumlah buku di perpustakaaan umum kota Cincinati.... > > > > On 5 Jan 2005, at 8:01, tomathijau wrote: > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "no_mind2003" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > Arab Saudi bukanlah negara yang miskin dan tidak mampu dari segi > > > materi (segi moral mungkin). Bisa Anda bayangkan berapa "windfall > > > profit" Arab Saudi dari penjualan crude oil yang harganya naik > > > kurang lebih $20/barrel (dari $30 menjadi $50). Dengan output Arab > > > Saudi yang mencapai 10 juta barrel per hari, keuntungan tambahan > > > Arab Saudi menjadi: > > > > > > $20/barrel x 10 juta barrel/hari x 365 hari/tahun > > > > > > = $ 73 milyar dollor per tahun atau $ 200 juta per hari. > > > > > > Kalo nyumbang 10 juta dollor itu cuman 0.014% dari keuntugan > > > tambahan dalam 1 tahun atau 5% dari keutungan tambahan dalam 1 > > > hari. Kalo nggak PELIT, namanya apa. > > > > Maaf, bang Nomayin, Tomat menyela sedikit. > > > > Dalam hemat Tomat kenapalah kita mempersoalkan sumbangan si Arab > > Saudi ini. Kalau dihitung secara kasar memang seperti Noma-in > > sebutkan di atas - Saudi untung besar dari kenaikan minyak mentah. > > Tapi harap bang Nomayin perhatikan bahwa kenaikan harga minyak mentah > > tak hanya dinikmati si produsen, tapi juga maskapai perkapalan, > > asuransi, ports, pengilangan dll yang dimiliki oleh negara-negara > > kafir. Keluar saku kiri masuk saku kanan juga kan, bang. > > > > Kalau kita bicara Arab Saudi yang pelit, maka lebih baik kita > > tegaskan bahwa ini Dinasti The Sauds bukan seluruh negara Arab Saudi. > > Sebagaimana kita membedakan pemerintah Amerika dengan rakyat Amerika. > > Betul ngga, bang ? > > > > Sesungguhnya kekayaan Saudi dari minyak itu hanya dinikmati > > segelintir orang yaitu Dinasti The Sauds dan kelompok atas saja. > > Mayoritas rakyat Saudi miskin dan tidak menikmati fasilitas yang > > memadai. Lapangan kerja juga direbut orang asing yang jumlahnya > > mencapai 20% populasi, pengangguran sangat tinggi dengan langkanya > > aktifitas industri. > > > > Hal ini tercermin dari tingginya % populasi di bawah garis kemiskinan > > di Arab Saudi yaitu 29%. Tidak jauh-jauh dari Indonesia, yang > > tercatat sebesar 33%. Padahal GDP percapita Arab Saudi hampir 4x > > Indonesia kan. Koefisien Gini negara-negara Arab menurut Bank Dunia > > emang termasuk sangat tinggi lho. > > > > HPI Arab Saudi juga tinggi : 16.9 dibandingkan dengan Indonesia 18.8. > > Coba abang Nomayin akses di sini : > > > > http://www.indianngos.com/issue/poverty/statistics/ > > > > Kalau kayak gini outlooknya, kan jelas sekali penguasa Arab Saudi > > sendiri tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya - boro2 mereka > > mau menyumbang untuk negara yang jauhnya ribuan mil hanya karena > > seagama. > > > > Sebenarnya kan sudah menjadi pengetahuan umum, betapa tiran dan > > serakahnya Dinasti The Sauds itu. Diplomat asing sering > > menganalogikan bahwa Saudi itu 'Another Afghanistan Waiting to > > Happen', karena memiliki beberapa ciri2nya : monarki yang sangat > > korup dan muslim militan di halaman belakang. Tapi sampai hari ini > > hal itu tidak terjadi karena The Sauds pintar memilih bedfellow yaitu > > negara kafir pengonsumsi terbesar minyaknya. Uang yang diterima itu > > diinvestasikan kembali oleh The Sauds ke perusahaan-perusahaan > > raksasa negara-negara kafir seperti Citigroup, Coca Cola dll. Negara > > kafir ini adalah salah-satu faktor utama pelestari dinasti yang maha > > tiran itu. > > > > Nah, kalau sudah kayak gitu, apa artinya lagi pembandingan- > > pembandingan seperti ini, bang ? Yang lebih berhak mempersoalkan > > kepelitan pemerintah Saudi adalah rakyatnya sendiri. > > > > Lagipula, sebagaimana nasehat Confucius kepada seorang mertua yang > > membanding-bandingkan hantaran para menantunya : 'ketulusan dalam > > memberi itu tiada anak timbangannya'. > > > > > > Salam, > > Tomat > > > > > > > > > > Saya kira ini tidak sekedar mampu atau tidak mampu, tetapi rela atau > > > tidak rela dan pelit atau tidak pelit. Semiskin-miskinnya bangsa > > > Indonesia, masih punya nurani kemanusiaan yang mulia. > > > > > > Coba kita lihat berapa dana yang berhasil dikumpulkan oleh Metro TV > > > dari dana masyarakat dan perusahaan2 swasta dalam hanya satu > > > minggu? > > > > > > Saya tidak tahu pasti berapa figur pastinya yang terkini, tetapi > > > sepengetahuan saya ada lebih dari Rp 70 milyar (sekitar 7.5 juta > > > dollar) yang terkumpul. Angka ini hampir mendekati total sumbangan > > > negara kaya minyak Arab Saudi yang hanya sebanding dengan sumbangan > > > perusahan softdrink Coca Cola, yaitu 10 juta dollar, tetapi dibahwa > > > sumbangan pembuat Viagara, Pfizer, yang berjumlah 35 juta dollar (10 > > > juta dollar cash, 25 juta dollar obat2an, mudah2 bukan Viagra). > > > > > > Sumbangan yang terkumpul hanya dari satu TV swasta di Indonesia > > > sudah mencapai angka yang melebihi sumbangan negara2 Islam Arab > > > berkali-kali lipat: > > > > > > 4 kali sumbangan UEA yang cuman 2 juta dollar. > > > 4.5 kali sumbangan Kuwait yang cuman 1.7 juta dollar. > > > 6 kali sumbangan Turki yang cuman 1.24 juta dollar. > > > 11 kali sumbangan Iran yang cuman 0.675 juta doillar. > > > > > > Seorang kafir dari Hongkong yang terkenal bernama Li Ka Shing, dan > > > seorang kafir Bill Gates masing-masing menyumbangkan 3 juta dollar, > > > melebihi sumbanagan masing2 negara Islam Arab tsb di atas. > > > > > > Seorang bintang film, Sandra Bullock, menyumbangkan 1 juta dollar > > > melebihi sebuah negara Islam Iran yang mampu nafsu dan mempunyai > > > cukup dana membuat senjata nuklir. > > > > > > Sumber: > > > > > http://en.wikipedia.org/wiki/Humanitarian_resp onse_to_the_2004_Indian > > > _Ocean_earthquake > > > > > > > > > > > > With Best Regards, > > > NoMind > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
