Natal pada tgl 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus sudah jelas tidak bisa di pertanggung jawab kan......so lebih baik makna Natalnya saja yang di ambil hikmahnya... Sinterklas sudah jelas banyak di suka i oleh anak-anak, so bila hakekat fisik Natal menjadi Sinterklas bukan nya lebih bagus ?, minimal anak-anak di dunia pada waktu ini pada bisa mimpi mendapatkan 'sesuatu' dari Sinterklas dan 'sesuatu' nya tsb nyata dalam bentuk barang ( wong dikasih dari pesanan ortunya koq )....dibandingkan dengan kotbah Natal yang selain membosankan juga bagi anak-anak malah akan membingungkan......( ingat lho anak-anak sekarang sudah lebih kritis ). Pohon Natal diperlukan, karena minimal setahun sekali sebuah keluarga bisa gabung bareng membuat pohon terang di rumah dan bisa cekakak-cekikik, bagus pan ? Plus mengenai kondisi aslinya kelahiran Yesus, gak usah lagi di bikin pusing, soale sekarang ini sudah tidak banyak rumah yang memiliki kandang binatang.......jadi merenung Natal didalam kemiskinan malah akan bikin sengak bin sebel...
sur ( sudah beberapa tahun ini aku sudah tidak NaPas euy ). ----- Original Message ----- From: "Vicentius Katro" <[EMAIL PROTECTED]> > > ANTONIUS OLA DORE <[EMAIL PROTECTED]> wrote:To: [EMAIL PROTECTED] > From: "ANTONIUS OLA DORE" > Date: Wed, 05 Jan 2005 20:12:05 +0700 > Subject: [ApiK] Sinterklas, pohon natal....fenomena baru > > > > memasuki bulan desember, dimana-mana, dimal-mal, > dirumah-rumah penduduk kita saksikan pohon-pohon natal > dengan pernak-perniknya dihiasi lampu warna-warni yang > terang benderang. belum lagi pakaian-pakaian sinterklas > (Merah putih berjenggot) kita jumpai tidak hanya dimal > tetapi juga di rumah penduduk (tentu saja yang mampu) > > Apakah ini makna natal yang sebenarnya, atau apakah > Sinterklas telah menggantikan posisi yesus? Lama > kerlamaan, Natal bukan lagi sebagai hari kelahiran yesus > tetapi sebagai "hari raya sinterklas" > > Yesus tidak lahir di bawah pohon natal yang dihiasi lampu > warna warni, tetapi Yesus lahir didalam kandang, > dibaringkan didalam palungan dan ditemani para gembala!!! > dan sinterklas tidak pernah ada. > > Yang kita lakukan untuk menyambut kelahiran kristus adalah > mempersiapkan diri, bukan dengan menghias rumah dengan > pohon natal ?? > > saya butuh tanggapan dan komentar dari teman-teman > apikers, para biarawan seputar masalah ini. karena masalah > ini saya angkat setelah saya diperingatkan oleh teman saya > yang dari muslim. dia sendiri memprediksikan bahwa suatu > saat, Natal bukan lagi sebagai hari kelahiran Isa al masih > tetapi menjadi hari raya sinterklas dan pohon natal//????? > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
