Dari Meja Redaksi :
� ��Lucu sekali dlm buku itu. Untuk memahami Tuhan yg Ilata,Sang Kyai
menggunakan pendekatan Concreta. Sangat tidak mungkin! Bagaimana mungkin
mengambil lautan yg maha luas dgn secangkir gelas ??? yang didapat mungkin
hanya sebagian sifat2 Tuhan saja, TETAPI itu tidak mencerminkan TUHAN scr
keseluruhan ! ... dan herannya Antonius Widuri mau menggunakan logika seperti
itu. Padahal [kalau tidak salah] dia berasal dari kalangan intelektual.
Pandangan Bung Antonius ini tidak dapat dikatakan sbg manifestasi Katolik scr
keseluruhan,karena itu hanyalah sikap pandangan scr pribadi. Walaupun ia
akhirnya masuk Islam, namun itu tetap tidak membuat orang Katolik berbondong2
masuk Islam kan ???��
Catatan:
Sebagian pendapat , < [EMAIL PROTECTED]> ( Re : Iman katolik-1 )
Komentar saudara2 katolik lainnya saya tunggu.
Dilayani oleh
Ir.Budi Santoso.
MALAM KEDUA
A: Sejak Kapankah saudara beragama atau masuk Kristen
B: Sejak saya dilahirkan
A: Apakah saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen
itu suatu agama yang paling benar
B: Ya, memang saya menyadari
A: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci
B: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi
pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-rasul Matius, Lukas,
Johanes dan Rasul Markus
A: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa
Bibel bersih daripada kesalahan-kesalahan
B: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang Bapak
maksudkan
A: Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada saudara
si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu
si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah
semuanya, atau salah satunya yang benar
B: Diantara keduanya itu tentu salah satu yang benar, atau
keduanya salah dan MUSTAHIL kedua-duanya benar.
A: Satu misal lain; ada orang berkata si A mempunyai tiga orang
anak dan seorang lain mengatakan si A mempunyai sepuluh orang anak.
Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya, atau
salah satu saja yang benar
B: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang
benar atau salah semuanya
A: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat
saudara
B: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan
diantara keduanya
A: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat
didalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan,
apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci
B: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu
adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan
atau perselisihan
A: Jadi kalau begitu bukan Kitab Suci lagi
B: Betul Kesuciannya telah batal
A: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya
kesuciannya atau kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya terdapat
perselisihan
B: Yang jelas diantara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atau
sudah dicampur adukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya
ternoda, Ringkasnya sudah tidak suci lagi.
A: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan
ayat lain, apakah saudara masih berkeyakinan Bibel itu Kitab Suci
B: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci, Terkecuali
kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih
antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan
saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian Bapak, apakah ayat-ayat
Bibel ada yang berselisih
A: Ya BANYAK yang berselisih
B: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru
A: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat
dengan ayat yang lain
B: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa
A: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal: PERTAMA soal
Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan adalah termasuk kepercayaan
pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan.
Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan
dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam kitab Bibel. Bagaimana
pendapat saudara
B: Baik, saya menyetujui pendapat Bapak
A: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan saudara bahwa
Yesus menjadi ANAK TUHAN
B: Dalam Matius Pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian: "Maka
suatu suara dari langit mengatakan: "Inilah anakku yang kukasihi.
Kepadanya Aku berkenan". Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, menyebutkan
bahwa Yesus itu anak Allah".
A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 5 ayat 9
B: Baik, Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan :"Berbahagialah
segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut
Anak-anak Allah".
A: Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan "ANAK ALLAH" itu
ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap Anak
Allah, maka semua orang mendamaikan manusiapun menjadi ANAK-ANAK
ALLAH. Jadi bukan Yesus saja Anak Allah, tetapi ada terlalu banyak.
B: Dalam Yahya pasal 14 ayat 9 disebutkan: "Siapa yang sudah
nampak Aku, ia sudah nampak Bapa", dan di Ayat 10 disebutkan:
"Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di
dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah
Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal
di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu".
A: Baiklah, silahkan saudara periksa Yahya pasal 17 ayat 23
B: Baik, di pasal ini disebutkan bahwa: "Aku di dalam mereka
itu, dan engkau di dalam Aku; Supaya mereka itu sempurna di dalam
persekutuan".
A: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata "Aku didalam
mereka". Kata mereka di ayat ini adalah sahabat Yesus. Sedang yang
dimaksudkan dengan "Aku" ialah Tuhan. Jadi kata "Aku" beserta
"mereka" artinya Tuhan beserta sahabat-sahabat Yesus. Kalau saudara
percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka saudarapun harus percaya
tentang kesatuan Bapa itu dengan sekalian sahabat Yesus 12 orang
jumlahnya. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu
dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya
persatuan Tuhan atau Tuhan Persatuan bukan hanya Tri Tunggal tetapi
15 tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut yang
manakah yang benar. Tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi Tunggal.
Ayat yang manakah yang akan saudara yakinkan, yang tiga menjadi
tunggalkah atau yang 15 itu?
B: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya
A: Tentu akan lebih membingungkan Saudara kalau saya tunjukkan
ayat yang lain. Silahkan periksa Yahya pasal 17 ayat 3
B: Baik, di sini menyebutkan: "Inilah hidup yang kekal, yaitu
supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang
telah engkau suruhkan itu"
A: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa
Indonesia oleh E. St. Harahap cetakan ke II, disebutkan bahwa Esa itu
berarti satu, pertama (tunggal), dan di ayat itu juga disebutkan
bahwa Yesus Kristus adalah pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau
demikian manakah yang benar. Bibel yang diakui kitab suci oleh
saudara, tetapi isinya bertentangan antara yang satu dengan yang
lain. Disatu ayat menyebutkan Tuhan dan Yesus menjadi satu, dilain
ayat lima belas menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu tunggal,
sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu Pesuruh Allah
bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara suatu kitab suci yang
kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain
tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci
itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.
B: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian
A: Ayat yang bagaimana yang saudara maksudkan ?
B: Ayat yang mengatakan bahwa Tuhan itu Esa (tunggal), bukan
tiga menjadi satu.
A: Silahkan buka di Ulangan pasal 4 ayat 35
B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka kepadamulah ia
itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan
kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi".
A: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu
Esa, Tunggal
B: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama, apakah terdapat
juga di Perjanjian Baru.
A: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah, Silahkan saudara
buka Markus, pasal 12 ayat 29
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: "Maka jawab
Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai
Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa".
A: Periksa lagi di Perjanjian Lama di Ulangan pasal 6 ayat 4
B: Baik, di sini disebutkan :" Dengarlah olehmu hai Israil,
sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya".
A: Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab
sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu
Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata
di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu Tiga menjadi satu, saya
ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang
tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal. Jadi salah satu dari dua
ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu
tidak sama, Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan
kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya.
B: Betul, salah satu Pasti salah atau kedua-keduanya salah
A: Kalau demikian apakah dapat diyakinkan kebenarannya suatu
Kitab Suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak
benar isinya.
B: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-
kesalahan, kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab itu
A: Menurut kepercayaan saudara apakah Yesus bersatu dengan
Allah..??
B: Ya, demikian
A: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan
Allah selalu bersama Yesus
B: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam Yahya 10, 30, yang
bunyinya sebagai berikut: "Aku dan Bapa itu satu adanya". demikian
juga Roh Suci sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus,
sebagaimana tersebut dalam Injil, ialah setelah Yesus berumur 30
tahun turun Roh Suci kepadanya dan dibaptiskan oleh Pembaptis yaitu
Yahya. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh Suci, Tuhan adalah tunggal
A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 27 ayat 46
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan:" Maka sekira-
kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang Nyaring
katanya: "Eli, eli lama sabaktani" artinya: "Ya Tuhan, apakah
sebabnya Engkau meninggalkan aku".
A: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak
bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan
disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat
itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan
tidak bersatu dengan Yesus sehinga Yesus sendiri minta tolong.
B: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus
dosa manusia.
A: Kalau hidupnya Yesus memang untuk di salib, mengapa Yesus
tidak bersedia dan menolak untuk di salib. Buktinya ia berseru dengan
suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari
disalibkan. Dengan lain kata Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa
B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bible itu
ada yang simpang siur
A: Dari sebab itu mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan
yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta
tolong. Pantaskah ada tuhan demikian. Dan saya lanjutkan bertanya
apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat
B: Pasti dilaknat
A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih
kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya
mendapat ganjaran., oleh karena menurut keterangan saudara, hidupnya
Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia. Andaikan
tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus maka dosa-dosa
manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang
telah menyalibkan Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-
penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu
malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk Sorga dan dipuji-puji atas
jasanya.
B: Ini memang tidak masuk di akal atau sekurang-kurangnya memang
sulit dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu
tidak mustahil. Sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin,
malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya, sehingga tindakan-
tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut.
Demikian juga ada yang kemasukan Roh Suci seperti Roh malaikat,
sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.
A: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan; Manusia bersatu
(kesurupan) jin itu, apakah dia disebut jin
B: Tidak
A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut
Tuhan?
B: Mestinya tidak juga
A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh
Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu
bukan Tuhan melainkan adalah utusannya (pesuruh)Tuhan. Sesuai dengan
pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam Yahya pasal 17
ayat 3 yang berbunyi: "supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Maha
Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu"
B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus
itu.
A: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu
dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat
maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai
perbuatan makhluk-makhluk halus itu.
B: Benar Begitu
A: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan
Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai
perbuatan Tuhan.
B: Mestinya begitu
A: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur
tetapi Yesus Tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus Makan, Tuhan tidak
Sakit tetapi Yesus Sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun
tetapi Yesus Menyembah Tuhan, Tuhan tidak mati tetapi Yesus Mati,
walaupun menurut i'tikad Kristen hidup kembali tetapi ia mati.
B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang menyebabkan
Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.
A: Kalau begitu silahkan buka Markus pasal 13 ayat 31, 32.
B: Baik, ayat itu menyebutkan: "Sesungguhnya langit dan Bumi
akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau
ketikanya itu ada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala
malaikat yang disurgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapa
saja.
A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak
ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi
tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya kiamat, yang termasuk
sesuatu yang gaib. yang tidak tahu itu pasti bukan tuhan.
B: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya diayat ini dengan kata
"Anak" yang berarti ia anak tuhan.
A: Silahkan buka Matius pasal 1 ayat 16
B: Baik, di situ disebutkan: "dan Yakub memperanakkan Yusuf,
yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus"
A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan
sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. Silahkan periksa lagi
Keluaran pasal 4 ayat 22.
B: Baik, di situ disebutkan: "Maka pada masa itu hendaklah
katamu kepada Fir'aun demikian: "Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil
itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung"
A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang
sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak keberapa, silahkan buka
lagi Yeremia pasal 31 ayat 9.
B: Ayat ini menyebutkan; "Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim
itulah anak yang sulung"
A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak tuhan itu
banyak bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan
Anak dalam itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus
jadi bukan anak yang sebenarnya.
B: tetapi dalam Matius pasal 1 ayat 18 menyebutkan sebagai
berikut: "Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala
Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya
bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada Rohulkudus". Roh
Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak
tuhan, sebagaimana juga di Matius pasal 1 ayat 20 menyebutkan: "Yusuf
bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata: "Hai Yusuf, anak Daud
janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena
kandungannya itu terbitnya dari pada Rohulkudus"
A: Kalau Begitu silahkan buka: Kisah Rasul pasal 6 ayat 5
B: Baik, ayat itu menyebutkan: "Maka perkataan ini diperkenankan
oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu seorang
yang penuh dengan iman, dan Rohulkudus, dan lagi Philipus, dan
Prokhorus, dan Nikanor, dan Simon, dan Parmenas, dan Nikolaus yaitu
mualaf asalnya dari negeri Antiochia.
A: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa
Rohulkudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa
Rohulkudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang
bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu.
Sebagaimana halnya pada Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al
Qur'an Rohulkudus (Roh Suci) itu berarti Jibril. Di Bibel sendiri
menyebutkan bahwa para Nabi yang terdahulu adalah Kudus.
B: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian
A: Silahkan Periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2
B: Baik, Pasal dan ayat ini menyebutkan: "Supaya kamu ingat
perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh Nabi yang kudus dan akan
hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan Rasul-rasul yang
disuruhkan kepadamu"
A: Jelas di Bibel Sendiri menyebutkan bahwa Rohulkudus itu bukan
Tuhan; dengan lain kata bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan
Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin
atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang
dikehendakinya. Lebih jelas harap saudara periksa dalam Kisah Rasul
pasal 5 ayat 32
B: Ayat tersebut menyebutkan: "Dalam kami inilah saksi atas
segala perkara itu, demikian juga Rohulkudus yang dikaruniakan Allah
kepada sekalian orang yang menurut Dia"
A: Silahkan periksa lagi dalam Lukas pasal 1 ayat 41
B: Pasal ini menyebutkan bahwa: "Maka berlakulah tatkala
Elisabeth mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di
dalam rahimnya itu dan Elisabeth penuh dengan Rohulkudus".
A: Sudah jelas sekali bahwa arti Rohulkudus adalah Roh Suci yang
dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau
sekiranya Rohulkudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah, maka
bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak tuhan, melainkan segala
orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabeth (Istri Zakaria)
pun mestinya Tuhan juga.
B: Yesus dianggap tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan,
terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan
orang mati, Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.
A: Kalau begitu, periksa di Kitab raja-raja yang kedua pasal 13
ayat 21.
B: Baik, di sini ada menyebutkan: "Maka sekali peristiwa apabila
dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu
pasukan, lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka
baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya dan kena mayat Elisa itu,
maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.
A: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Ilyas (Elisa) dapat
menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan
orang mati, bahkan tulang-tulang Ilyas dapat menghidupkan orang mati.
Yang berarti Tulang-tulang Ilyas adalah tulang-tulang Ketuhanan.
Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan
tetapi Elisa diwaktu tidak bernyawa, malah hanya dengan tulang-
tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau
perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka Elisa lebih ajaib dari pada
Yesus. Jadi seharusnya Ilyas-pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di
Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22.
B: Ya, disini menyebutkan: " Maka di dengar akan Do'a Elisa itu,
lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia
pula.
A: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap tuhan juga.
B: Tapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat
A: Kalau begitu periksa Kitab raja-Raja yang kedua pasal 6 ayat
17 dan ayat 30
B: Ya, di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat
menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.
A: Kalau begitu Elisapun harus dianggap Tuhan juga, karena
menyamai Yesus dan menyamai sifatnya Tuhan.
B: Sekali lagi, Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakit Lepra
(penyakit kusta)
A: Silahkan periksa Kitab Raja-Raja yang kedua pasal 3 ayat 10
dan ayat 11
B: Baik. Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa
Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.
A: Jadi Elisapun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit
kusta, malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat
juga menjadi Tuhan.
B: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa percampuran laki-laki
dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.
A: Asal kejadian Nabi Adam tanpa Bapa dan Ibu. Mengapa Adam
tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa (eve) asal kejadiannya tanpa ibu,
iapun bisa dianggap juga Tuhan wanita
B: Tapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa
A: Kalau begitu Yesuspun berdosa, Karena Yesus keturunan Maria,
sedangkan Maria Keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa
oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa Iblis.
B: Dimana ceritera itu disebutkan
A: Di Bibel. Silahkan saudara periksa Lukas, pasal 4 ayat 5
B: Baik, di situ menyebutkan: "Maka iblispun membawa dia
kepuncak gunung ......"
A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia
tunduk kepada kemauan iblis.
B: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.
A: Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka
tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak
juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan
dia.
B: Tidak demikian, Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.
A: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah
bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah
minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi
ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut
bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.
B: Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun
kepada Tuhan.
A: Silahkan saudara periksa sendiri di "Matius" pasal 6 ayat 12.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: "Dan ampunilah
kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni
orang yang berkesalahan kepada kami.
A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia
pernah berbuat kesalahan.
B: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka
memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.
A: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia
memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada
kita.
B: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan kedunia
ini tanpa Bapak, melainkan Yesus saja. Jafi masih dapat dibenarkan
kalau Yesus disebut "Putera Tuhan" atau "Tuhan Anak".
A: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa
Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia
lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa
Bapak saja.
B: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil
adanya.
A: Kalau kiranya ada, maka yang manakah diantara keduanya yang
lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya
tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.
B: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan
Ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan
lebih ajaib keadaannya dari pada kelahiran Yesus.
A: Benarkah demikian pendapat Saudara..?
B: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib dari pada
Yesus; akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab; dan
Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku
dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.
A: Supaya Lekas beres urusan ini, silahkan saudara periksa di
Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.
B: di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan.>?
A: Silahkan saudara periksa di "Ibrani" pasal 7 ayat 1, 2 dan 3
B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut:
"Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala,
yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada
menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim". "Kepadanya juga
Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu
kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian
pula raja di Salem, yaitu raja damai". Yang tiada berbapak dan tiada
beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal..".
A: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri,
bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah
tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang
disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita-
cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka
apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci
saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang
dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab
saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat
tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada
Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran
Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan
tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.
Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus,
oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria,
sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah
sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan
Yesus...?
B: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!!
A: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya
tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap
dengan sendirinya.
B: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab
Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: "Maka pada mulanya
ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu
Allah, dan kalau itu Allah . Ia itu pada mulanya serta dengan Allah.
Kata "Ia" di ayat ini maksudnya ialah "Yesus". Jadi Yesus beserta
dengan Allah.
A: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah
: "Serta" atau beserta. Kalau ada orang berkata "Si Salim dengan si
Amin" maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si
Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang
Saudara baca dengan susunan "Ia" (Yesus) beserta Allah, langsung
dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus.
Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata
Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu
Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi
Allah dan Kalam-pun lain.
B: Bagaimana kalau Yesus disebut saja Anak Tuhan.
A: Saya sudah jelaskan tentang itu pada saudara dalam
pembicaraan kita yang lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran
keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik
anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke Esa-an
Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai
ke Esa-an Tuhan.
B: Tetapi dalam kitab: "Wahyu", pasal 22 ayat 13 menyebutkan:
"Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang
Awal dan Yang Akhir".
A: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri,
melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya
ini silahkan saudara periksa di Kitab "Wahyu" tersebut pasal 21 ayat
6.
B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka firmannya
kepadaku: "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal
dan yang Akhir".
A: Jelas di ayat itu menyebutkan: "Maka firmannya kepadaku",
Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini..???
B: Tentu Allah yang berfirman.
A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan
Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada
Yesus.
B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: "Sebelumnya Ibrahim
aku sudah ada". Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.
A: Kalau Yesus dikatakan "Permulaan". maka diapun tidak benar.
Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria
dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan
orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: "seorang yang
terkemudian", dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan:
"Permulaan", bukan pula "yang terkemudian", bukan yang "awal",
maupaun: "yang akhir".
B: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan
saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh
Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak
bisa disebut: "permulaan". Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa
disebut "Permulaan". dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa
disebut "yang terkemudian"
A: Supaya lebih jelas kepada saudara maka saya hadapkan
pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut "permulaan", maka apa dengan
dasar inikah saudara mengakui Yesus itu Tuhan.
B: Ya, betul begitu.
A: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan saudara, kalau
sekiranya dalam kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa ada
seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada
kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui tuhan juga oleh saudara.
B: di pasal manakah menyebutkan demikian.
A: Sebelum saya tunjukkan, apakah saudara masih tetap
berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada
permulaan dan kesudahannya, sebagaimana saudara bertuhan kepada
Yesus.
B: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya
meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.
A: Mestinya saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata
disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.
B: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya
lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada
seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.
A: Saya telah katakan dikitab suci saudara sendiri. Silahkan
buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.
B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama
ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut: "Malkisedik yang
tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada
berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak
Allah. maka kekallah ia selama-salamanya".
A: Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini.
Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi
juga Malkisedik.
B: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.
A: Bimbang atau tidaknya terserah saudara, yang jelas tidak ada
niat sama-sekali untuk mengajak saudara meninggalkan Agama Kristen.
Yang penting adalah rembukan dan penelitian semata-mata. Meneliti dan
menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan
penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.
B: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak;
maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan
keyakinan saya dalam memeluk agama.
A: Silahkan saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah
menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama Islam tidak
ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da'wah), tidak lebih dari
itu. Teruskanlah pertanyaan saudara.
B: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah
keraguan dalam hati saya, namun apakah bapak masih bersedia
menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan
Anak Tuhan.
A: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang
pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi
pengharapan saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak
sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah
malam (Jam 12.25).
B: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan
---------------------------------
Do you Yahoo!?
All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/