Usaha2 mempolitisasi bantuan yang dilakukan oleh segelintir pejabat2 Indonesia ditolak oleh NGO2 yang turun langsung dengan bantuannya di Aceh.
Seperti yang kita ketahui, sejak pertama bantuan itu datang, segelintir pejabat2 tertentu sudah berulang kalo melakukan negosiasi agar bantuan yang tersedia itu cukup diberikan kepada negara RI yang akan bertanggung jawab dalam implementasi atau distribusi bantuan itu kepada masyarakatnya. Nampun semua NGO menolak bantuan yang dibawanya untuk dititipkan kepada pemerintah atas pengalaman bantuan2 yang lalu yang habis dikorupsi oleh para pejabat2 negara dimana rakyat tidak ada yang menikmatinya. Demikianlah akhirnya bantuan dari NGO2 secara langsung bisa diizinkan dengan pengawalan ketat sehingga tidak memungkinkan bagi pemberi bantuan ini untuk memastikan bahwa paket2 bantuan itu memang diberikan kepada rakyat yang berhak, beberapa NGO mencurigai mereka itu adalah tentara yang berpakaian preman yang mengantri berebut paket2 yang mereka bagikan itu. Rakyat jelata yang memang membutuhkan bantuan dilarang mendekati relawan2 yang bertugas dalam team2 NGO tsb. Tekanan2 terus berlangsung, pemerintah berulangkali menyarankan agar semuanya dipercayakan kepada pemerintah, akhirnya beberapa pihak NGO kehilangan akal akibat tekanan yang berlangsung ketat ini, dan mereka bersedia menyerahkan bantuan2 itu kepada pemerintah, tetapi meminta ada auditor yang mengaudit bantuan yang didistribusikan pemerintah ini, dan auditor ini adalah wajar dalam pertanggungan jawab keunganan dimanapun kita berada. Namun pemerintah mengeluhkan bahwa biaya auditor itu mahal dan tidak mau membayar biaya auditor dari uang bantuan yang diberikan tsb, malah meminta pihak NGO-lah yang membayar biaya audit itu. Pembicaraan2 dibelakang layar berlangsung terus, pihak pemerintah berusaha mencampur aduk antara bantuan untuk bencana alam dengan bantuan untuk pemerintah RI. Akibatnya tidak bisa dicapai kesepakatan, karena bantuan untuk bencana murni tanpa persyaratan, sedangkan bantuan ekonomi untuk RI sama sekali berbeda dan ada perhitungan bunga yang tidak bisa disamakan atau disatukan dengan bantuan bencana alam ini. Dari semua permainan diatas itulah akhirnya pemerintah menyatakan bahwa bantuan ini tidak murni dan ada bunga lunak dsb, dsb, dimana bantuan yang dengan bunga itu tidak ditegaskan bahwa bantuan itu tidak bisa dikaitkan dengan bantuan bencana Aceh !!!!! Sebaiknya ada kontrol masyarakat apa yang sedang dikerjakan pemerintahnya dibelakang layar. Sejak kedatangan armada Amerika SBY sudah meminta hal2 yang diluar bencana seperti suku cadang pesawat tempur, onderdil tank2 dsb, dsb, sebagai bagian bantuan untuk bencana alam ini, namun pihak Amerika belum memberi keputusan yang jelas. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
